Memuat…
DINAS PENDIDIKAN
Detail Inovasi OPD

GEBER SEPTI (Gerakan Bersama Sekolah Semarang Peduli dan Tanggap Bullying)

Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

Pada 2017 angka bullying diperkirakan sebesar 84%. Fakta ini tentu mengkhawatirkan, mengingat bullying bersifat destruktif bagi kondisi psikologis peserta didik, sehingga dibutuhkan langkah nyata untuk menghadapi bullying. Realitanya, Semarang belum memiliki sistem pencegahan dan penanganan bullying yang integratif.

Riset dari Universitas Diponegoro tahun 2015 menyebutkan 82,9% peserta didik di Semarang telah mengalami bullying. Pada 2017, Walikota Semarang juga menyampaikan data yang tidak jauh berbeda mengenai angka bullying, yakni sebesar 84%. Fakta ini tentu mengkhawatirkan, mengingat bullying bersifat destruktif bagi kondisi psikologis peserta didik, sehingga dibutuhkan langkah nyata untuk menghadapi bullying. Realitanya, Semarang belum memiliki sistem pencegahan dan penanganan bullying yang integratif.

Merespon permasalahan ini, Dinas Pendidikan Kota Semarang meluncurkan GEBER SEPTI (Gerakan Bersama Sekolah Semarang Peduli dan Tanggap Bullying) pada 2017. Tujuan GEBER SEPTI adalah untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan bullying di Kota Semarang secara komprehensif.

GEBER SEPTI telah berdampak signifikan antara lain dengan meningkatnya kapasitas guru dan tendik dalam pencegahan serta penangan bullying sebesar 73% hingga menurunnya angka bullying menjadi 5%. Keberlanjutan GEBER SEPTI dijamin dengan adanya regulasi, sumberdaya dan strategi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

GEBER SEPTI dievaluasi dengan mekanisme internal maupun mekanisme eksternal. Secara internal, GEBER SEPTI dievaluasi melalui dan penyampaian rekapitulasi data internal dan rapat koordinasi secara berkala. Penyampaian rekapitulasi data dilaksanakan secara bulanan dan tahunan. Rapat koordinasi dilaksanakan untuk membahas capaian GEBER SEPTI, kebutuhan untuk peningkatan implementasi, serta target-target capaian ke depan.

GEBER SEPTI juga membuka diri untuk evaluasi eksternal demi membantu meningkatkan kualitas inovasi dan layanan. Evaluasi eksternal yang dimaksud melalui kunjungan, FGD dan studi banding dari berbagai instansi. GEBER SEPTI juga membuka diri terhadap evaluasi dengan pendekatan riset dari Perguruan Tinggi.

Ketika ditemukan kasus bullying, guru memberikan penanganan di tingkat sekolah melalui pelaksanaan mediasi ramah anak, pemberian pertolongan psikologis pertama bagi korban serta pembinaan bagi pelaku. Apabila guru kesulitan menangani, maka diberikan asistensi dari tim psikologi. Apabila terjadi bullying yang membutuhkan penanganan cepat. Masyarakat sekolah menyampaikan aduan langsung ke website www.gebersepti.semarangkota.go.id atau media lainnya.

Tujuan Inovasi

Tujuan GEBER SEPTI adalah untuk:

1. Meningkatkan kepedulian masyarakat sekolah akan pentingnya pencegahan bullying melalui deklarasi, sosialisasi, dan psikoedukasi.

2. Menguatkan peran sekolah dalam penanganan bullying melalui peningkatan SDM guru (pelatihan & bimtek); intervensi kebijakan sekolah; dan penjangkauan serta monitoring.

3. Memberdayakan peserta didik untuk menjadi konselor teman sebaya dan duta anti bullying.

4. Memberikan layanan konsultasi,pengaduan, dan edukasi online yang tanggap serta aman pada kasus bullying melalui www.gebersepti.semarangkota.go.id dan media lainnya(WA,e-mail,IG,Youtube).

5. Memberikan pendampingan psikososial bagi peserta didik yang menjadi korban, saksi dan pelaku bullying, berupa pemulihan kondisi psikologis serta reintegrasi sosial di sekolah.

Manfaat Inovasi

Manfaat GEBER SEPTI:

1.   Jumlah kasus bullying yang parah dan membutuhkan intervensi psikososial telah menurun dari 62 kasus pada 2018 menjadi 14 kasus pada 2022.

2.   Kemampuan masyarakat sekolah dalam pencegahan dan penanganan bullying telah meningkat 73%.

3.   Kasus bullying secara umum telah turun dari 84% pada 2017 menjadi 5% pada 2019.

Hasil Inovasi

Hasil GEBER SEPTI:

1.   1949 guru dan mitra sekolah mendapatkan sosialisasi, pelatihan dan bimtek pencegahan dan penanganan kasus bullying.

2.   2745 Peserta didik (SD,SMP,SMA) mengikuti pelatihan Konselor Teman Sebaya.

3.   359 konsultasi dan aduan online terlayani

4.   214 peserta didik (korban, pelaku dan saksi) mendapatkan intervensi psikososial

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2019-01-07
Implementasi
2019-02-04