Memuat…
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK
Detail Inovasi OPD

LIDYA DIMARI (Layanan Tes HIV dan Pengobatan ARV di Malam Hari)

6 Foto
Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

Penyakit HIV merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Kota Semarang, dimana setiap tahunnya rata-rata ditemukan 500 – 700 kasus HIV baru. Terjadinya peningkatan temuan kasus HIV baru menunjukkan diperlukannya upaya untuk lebih dalam menemukan kasus baru dengan pendekatan yang lebih inovatif dengan mempertimbangkan pelaksanaan kegiatan yang tanpa stigma dan diskriminasi. Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kota Semarang berinovasi melakukan layanan tes HIV dan layanan ARV tanpa stigma dan diskriminasi bagi orang berisiko tertular HIV di Kota Semarang dengan pelaksanaannya merujuk pada Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 4 Tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), Peraturan Walikota Semarang Nomor 80 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kota Semarang Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022 tentang Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immune Deficiency Syndrome dan Infeksi Menular Seksual.

Inovasi Layanan Tes HIV dan Layanan ARV di Malam Hari (LIDYA DIMARI) merupakan pelayanan HIV serta perawatan dukungan dan pengobatan pada orang dengan HIV dan AIDS di Puskesmas di Kota Semarang dengan waktu di luar jam kerja/pelayanan Puskesmas. Pelaksanaan kegiatan LIDYA DIMARI dilakukan dengan Kolaborasi dan Koordinasi Lintas Sektor, yakni Bersama LSM Peduli AIDS. Inovasi ini hadir sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan dengan penggalangan komitmen dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, LSM dan masyarakat untuk bersama memerangi HIV/AIDS tanpa adanya stigma dan diskriminasi dalam pelayanan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap upaya pengendalian HIV. Layanan Tes HIV dan Layanan ARV di Malam Hari (LIDYA DIMARI) bertujuan untuk :

  1. Meningkatkan capaian Tes HIV
  2. Memberikan pelayanan konseling HIV
  3. Meningkatkan capaian kepatuhan/adherence obat ARV
  4. Menurunkan angka Loss to Follow Up obat ARV
  5. Meningkatkan akses pelayanan bagi kelompok populasi risiko tinggi terutama dalam pencapaian SPM bidang kesehatan
  6. Meningkatkan capaian pemeriksaan viral load sebagai evaluasi pengobatan ARV

Pelaksanaan kegiatan LIDYA DIMARI diharapkan juga dapat meningkatkan peran Puskesmas sebagai layanan kesehatan dalam melakukan upaya pengendalian HIV/AIDS serta berkewajiban memberikan pelayanan HIV serta perawatan, dukungan dan pengobatan ARV tanpa stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV dan AIDS yang dilaksanakan di luar jam kerja/ jam pelayanan Puskesmas.

LIDYA DIMARI memberikan pelayanan HIV/AIDS yang komprehensif. Kegiatan yang dilakukan pada layanan LIDYA DIMARI meliputi: Pemeriksaan tes HIV, Konseling HIV, Pemeriksaan tes penyakit infeksi menular seksual, Pengobatan ARV bagi ODHIV dan Pemeriksaan evaluasi pengobatan dengan Viral Load. Kegiatan ini diperuntukan bagi seluruh masyarakat rentan terinfeksi virus HIV yang tinggal di Kota Semarang dan bagi Orang dengan HIV (ODHIV) yang kesulitan mengakses layanan HIV/AIDS pagi dan siang hari.

LIDYA DIMARI menjadi kegiatan yang kolaboratif antara Puskesmas sebagai layanan kesehatan dan LSM Peduli HIV/AIDS selaku lintas sektor. Implementasi kegiatan LIDYA DIMARI di Kota Semarang tentunya tidak lepas dari dukungan sumber daya yang baik dan memadai, diantaranya:

  1. Man: Walikota Semarang sebagai penentu arah kebijakan, DPRD, Dinkes sebagai penggerak dan pelaksana strategi, OPD lintas sektor, Global Fund, Tim PDP, LSM Peduli HIV/AIDS, 
  2. Money: Keberjalanan program LIDYA DIMARI mendapatkan penganggaran yang bersumber dari dana APBD Kota Semarang dan Global Fund (dana hibah luar negeri)
  3. Machine: Dukungan platform digital inovasi LIDYA DIMARI dalam melakukan promosi kegiatan melalui sosial media, serta pencatatan pelaporan melalui SIHA dan PrEP Indonesia 
  4. Material: Logistik obat dan non obat, Bahan Laboratorium Habis Pakai, Instalasi Komputer, Handphone, Internet, Media KIE
  5. Method: Kegiatan advokasi kebijakan, pendekatan sekaligus pelibatan lintas sektor dalam implementasi strategi, pembuatan Perjanjian Kerja Sama, sosialisasi program HIV, penetapan Standar Prosedur Operasional, pembuatan booklet panduan aplikasi, pelayanan kesehatan berorientasi pada pasien
Tujuan Inovasi
  1. Meningkatkan capaian Tes HIV
  2. Meningkatkan akses pelayanan pada kelompok berisiko tertular HIV terutama dalam pencapaian SPM bidang kesehatan
  3. Meningkatkan capaian kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV)
  4. Menurunkan angka Loss to Follow Up pengobatan Antiretroviral (ARV)
  5. Meningkatkan capaian evaluasi pengobatan melalui pemeriksaan Viral Load
  6. Meningkatkan capaian pemberian obat pencegahan HIV AIDS pada orang berisiko tertular HIV AIDS melalui obat Pre Exposure Profilaksis (PrEP)
Manfaat Inovasi

LIDYA DIMARI (Layanan Tes HIV dan Pengobatan ARV di Malam Hari) meningkatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas, LSM Peduli HIV dan orang yang berisiko tertular HIV untuk mendapatkan layanan HIV dan IMS sehingga dapat bergerak bersama dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV di Kota Semarang.

LIDYA DIMARI memberikan manfaat bagi orang yang berisiko tertular HIV untuk mendapatkan akses pemeriksaan tes HIV, mendapatkan obat pencegahan HIV (PrEP) atau pengobatan ARV serta layanan pemeriksaan evaluasi pengobatan ARV di luar jam kerja/pelayanan Puskesmas (malam hari), agar tercipta kemandirian atau kemauan penerima manfaat untuk hadir ke Puskesmas sehingga kesehatannya dapat terjaga.

Dengan LIDYA DIMARI orang dengan HIV dapat langsung didampingi oleh LSM Peduli HIV terkait kepatuhan minum obatnya.

Hasil Inovasi

Dampak baik dengan adanya LIDYA DIMARI yaitu:

  1. Cakupan pemeriksaan HIV di Kota Semarang meningkat sebesar 20,9%
  2. Cakupan penemuan kasus HIV baru di Kota Semarang meningkat sebesar 40,4%
  3. Cakupan ODHIV (Orang dengan HIV) yang mengakses pengobatan ARV meningkat sebesar 24,9%
  4. Cakupan akses pencegahan HIV dengan PrEP meningkat dari yang sebelumnya (Tahun 2021) tidak ada pasien yang mengakses, namun di tahun 2023 sebesar 340 orang berisiko tertular HIV (44,4%) telah mengakses PrEP di Kota Semarang
  5. Cakupan pemeriksaan Viraload di Kota Semarng meningkat sebesar 39%
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2022-10-03
Implementasi
2022-08-17