Memuat…
DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA
Detail Inovasi OPD

PANAH ASMARA (PELAYANAN KB BERGERAK GRATIS DI KOTA SEMARANG) GUNA MENGOPTIMALKAN PELAYANAN KB PASCA PERSALINAN PADA DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KB KOTA SEMARANG

3 Foto
Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

Program Keluarga Berencana atau yang sering disebut sebagai KB di Indonesia telah diakui sebagai salah satu program yang sukses di dunia dalam hal kesehatan reproduksi. Program KB memberikan dampak yang signifikan pada pertumbuhan penduduk di Indonesia sejak dicanangkannya pada masa Orde Baru. KBPP merupakan metode kontrasepsi pada masa nifas sampai dengan enam minggu atau 42 hari setelah melahirkan. Rendahnya penggunaan KBPP berpotensi besar terjadinya Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada ibu pasca persalinan. Jarak kehamilan yang terlalu dekat sangat beresiko terhdapa kesehatan ibu dan bayi, seperti kelahiran premature, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) hingga dapat meningkatkan resiko terjadinya stunting pada anak. Oleh sebab itu, KBPP merupakan suatu upaya strategis dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Total Fertility Rate (TFR), menurunkan angka kemiskinan ekstrim serta menurunkan prevalensi stunting. Hasil dari pelaksanaan aksi perubahan dengan judul “PANAH ASMARA” Guna Mengoptimalkan Pelayanan KB Pasca Persalinan Pada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang, telah terlaksana dengan rencana dengan mewujudkan terjangkaunya layanan KB Pasca Persalinan di seluruh kecamatan Kota Semarang. Selain itu dengan keberhasilan aksi perubahan ini telah mewujudkan peningkatan kualitas hidup warga Kota Semarang melalui pengendalian penduduk dan mendorong capaian RPJMD dalam aspek kesehatan dan masyarakat. Dan juga adanya penghematan waktu dan anggaran dalam pencapaian program, menyediakan menyediakan dan memenuhi data cakupan KB yang lebih akurat dan waktu terbarukan, meningkatkan capaian program strategis pemerintah, serta memperkuat fungsi evaluasi, monitoring, dan pembinaan lapangan, serta kemudahan akses layanan KB dari mana saja, meningkatkan kesadaran kolektif akan pemahaman pentingnya KB, serta perlindungan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang lebih baik.

Tujuan Inovasi

Tujuan Umum yang akan dicapai dari rencana aksi perubahan ini adalah terjangkaunya layanan KB Pasca Persalinan di seluruh kecamatan Kota Semarang, dengan target capaian sebagai berikut :

1) Capaian Jangka Pendek Dalam jangka 60 hari diharapkan dapat terbentuk tim pelaksana KB Pasca Persalinan di 1 Kecamatan dan terbangun komitmen kerjasama pelaksanaan KB Pasca Persalinan di 1 Rumah Sakit. Sosialisasi dan promosi KB Pasca Persalinan yang mudah diakses masyarakat. Tersedianya jadwal dan proses pendaftaran layanan, peningkatan integrasi dan kolaborasi dengan pihak lainnya, serta monitoring dan evaluasi peningkatan kualitas pelayanan.

2) Capaian Jangka Menengah Dalam jangka waktu enam bulan berikutnya diharapkan dapat terlaksana KB Pasca Persalinan di 5 Kecamatan sehingga dapat dihasilkan wilayah prioritas yang belum terlayani. Adanya peningkatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait KB Pasca Persalinan.

3) Capaian Jangka Panjang Dalam jangka waktu 12 sampai 18 bulan berikutnya, informasi layanan KB Pasca Persalinan berbasis digital secara menyeluruh di Kota Semarang, meningkatnya cakupan peserta KB, menambah keterjangkauan layanan KB Pasca Persalinan, dan mulai terbangunnya kesadaran kolektif tentang pentingnya KB.

Manfaat Inovasi

Pelaksanaan aksi perubahan judul “PANAH ASMARA” Guna Mengoptimalkan Pelayanan KB Pasca Persalinan Pada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang, memberikan manfaat kepada beberapa stakeholder, antara lain :

1) Manfaat untuk Pemerintah Kota Semarang Meningkatkan kualitas hidup warga Kota Semarang melalui pengendalian penduduk dan mendorong capaian RPJMD dalam aspek kesehatan dan masyarakat. Dan juga adanya penghematan waktu dan anggaran dalam pencapaian program. Terdapat penghematan anggaran sebesar Rp. 3.312.000.000,- (Tiga Milyar Tiga Ratus Dua Belas Juta Rupiah).

2) Manfaat untuk Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Dapat menyediakan dan memenuhi data cakupan KB yang lebih akurat dan waktu terbarukan, meningkatkan capaian program strategis pemerintah, serta memperkuat fungsi evaluasi, monitoring, dan pembinaan lapangan.

3) Manfaat untuk Bidang Keluarga Berencana Disdalduk KB Meningkatkan akses layanan KB yang lebih merata, bantuan dalam edukasi dan pendambingan bagi masyarakat, serta dukungan data dan evaluasi kinerja.

4) Manfaat untuk Dunia Usaha Memberikan peluang penyediaan kebutuhan program KB Pasca Persalinan bagi pelaku usaha yang berkaitan dan dukungan terhadap program bersama pemerintah yang dapat meningkatkan citra baik perusahaan.

5) Manfaat Bagi Akademisi / Perguruan Tinggi Menjadi tempat lahan penelitian dan pengabdian bagi masyakarat melalui basis data lapangan, serta kolaborasi dengan akademisi.

6) Manfaat Bagi Media Massa Menjadi mitra edukasi esame dalam promosi KB, memberikan akses informasi lapangan berita positif dan edukatif serta, dukungan kampanye KB berbasis komunitas dan lokalitas.

7) Manfaat untuk Masyarakat Kemudahan akses layanan KB dari mana saja, meningkatkan kesadaran kolektif akan pemahaman pentingnya KB, serta perlindungan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang lebih baik.

Hasil Inovasi

Hasil Inovasi
1. Pelayanan KB dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat, dengan mendekatkan pelayanan (yaitu menggunakan Mobil Unit Pelayanan/ MUYAN)

2. Penurunan angka TFR di Kota Semarang, dari 2,00 di Tahun 2024 menjadi 1,76 di Tahun 2025

3. Peningkatan Peserta KB Aktif, dari 76,00 di Tahun 2024 menjadi 77,74 di Tahun 2025

4. Penurunan angka unmeetneed, dari 8,5 di tahun 2024 menjadi 5,12 di tahun 2025

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2025-06-09
Implementasi
2025-07-14