A. Latar Belakang
Pembangunan karakter generasi muda merupakan salah satu prioritas utama dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.
Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang berkembang pesat, tantangan pembentukan karakter semakin kompleks.
SMP Negeri 17 Semarang sebagai salah satu lembaga pendidikan di Kota Semarang memiliki komitmen kuat dalam
mengembangkan karakter peserta didik. Dengan visi "Terwujudnya peserta didik yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia,
berprestasi, berbudaya, berwawasan lingkungan, dan berkarakter kebangsaan.", sekolah ini berupaya mewujudkan
pendidikan yang holistik dan bermakna.
Program SIJAGO KAIH hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Keunikan program ini terletak pada integrasinya dengan kearifan lokal Jawa yang mengandung nilai-nilai luhur dan telah teruji sepanjang masa.
"Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani" — Ilmu dicapai melalui usaha dan tekad yang kuat
B. Dasar Hukum
UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU No. 28/2014 tentang Hak Cipta
Perpres No. 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
Permendikbud No. 20/2018 tentang PPK pada Satuan Pendidikan Formal
Peraturan Menteri tentang Kurikulum Merdeka
Program Profil Pelajar Pancasila
Kebijakan Dinas Pendidikan Kota Semarang
C. Tujuan dan Manfaat
TUJUAN:
Membangun 7 kebiasaan positif secara konsisten melalui jurnal harian digital
Mengintegrasikan kearifan lokal Jawa dalam pendidikan karakter modern
Menyediakan platform kolaboratif untuk siswa, orang tua, wali kelas, dan admin
Menghasilkan Laporan Bulanan perkembangan karakter yang komprehensif dan terverifikasi
MANFAAT:
Pemangku Kepentingan
1. Siswa : Membangun kedisiplinan dan karakter melalui refleksi harian berbasis filosofi Jawa
2. Orang Tua : Memantau perkembangan anak secara real-time, memberikan komentar dan TTD verifikasi
3. Wali Kelas : Data objektif perkembangan karakter untuk pembinaan, catatan, dan laporan
4. Admin Sekolah : Mengelola sistem terpusat, rekap per kelas, konfigurasi dinamis, AI asisten
5. Dinas Pendidikan : Model best practice pendidikan karakter berbasis digital dan kearifan lokal.
D. Keunggulan Aplikasi SIJAGO KAIH
Aplikasi SIJAGO KAIH adalah platform jurnal digital berbasis web yang dikembangkan untuk SMP Negeri 17 Semarang.
Karakteristik utama:
Progressive Web App (PWA) — akses via browser tanpa instalasi
Responsif — optimal di smartphone, tablet, dan komputer
Real-time — data tersinkronisasi langsung antar pengguna
Multi-role — mendukung 4 peran: Siswa, Orang Tua, Wali Kelas, Admin.
Aplikasi SIJAGO KAIH adalah platform web progresif (PWA) yang terintegrasi Android & iOS via Capacitor,
mengombinasikan:
• Pengisian jurnal 7 kebiasaan harian oleh siswa (dengan foto bukti + validasi EXIF).
• Validasi berlapis Wali Kelas dan Orang Tua (tanda tangan digital + komentar).
• Pelaporan otomatis bulanan & semesteran (DOCX/PDF F4).
• Integrasi kearifan lokal Jawa (pepatah harian, filosofi hidup).
• Multi-tenant SaaS: satu platform, banyak sekolah, isolasi data per school_id.
E. Diagram Alur Lengkap
BERANDA: pilih Peran (SISWA/WALIKELAS/ADMIN)
LOGIN: siswa: kelas, no.urut + pin 4 digit, walikleas: pasword
ISI JURNAL HARIAN: Skor 1-3 + foto bukti + simpan
Monitoring ortu: review + komentar + ttd
Walikelas: tinjau data + catatan + ttd wali
TUJUAN:
1. Membangun 7 kebiasaan positif secara konsisten melalui jurnal harian digital
2. Mengintegrasikan kearifan lokal Jawa dalam pendidikan karakter modern
3. Menyediakan platform kolaboratif untuk siswa, orang tua, wali kelas, dan admin
4. Menghasilkan Laporan Bulanan perkembangan karakter yang komprehensif dan terverifikasi
Manfaat
1. Siswa : Membangun kedisiplinan dan karakter melalui refleksi harian berbasis filosofi Jawa
2. Orang Tua : Memantau perkembangan anak secara real-time, memberikan komentar dan TTD verifikasi
3. Wali Kelas : Data objektif perkembangan karakter untuk pembinaan, catatan, dan laporan
4. Admin Sekolah : Mengelola sistem terpusat, rekap per kelas, konfigurasi dinamis, AI asisten
5. Dinas Pendidikan : Model best practice pendidikan karakter berbasis digital dan kearifan lokal.
Hasil Inovasi:
• Terbangunnya budaya sekolah berbasis data dan transparansi.
• Penguatan kolaborasi tri-pusat pendidikan (sekolah, keluarga, siswa).
• Pelestarian kearifan lokal Jawa di ruang digital sehari-hari.
• Model best practice replikasi untuk sekolah lain di bawah binaan Kemendagri & Dinas Pendidikan.