“The Great AMBULANCE HEBAT” KOTA SEMARANG”
I. PENDAHULUAN
Sehat merupakan kebutuhan dasar masyarakat sebagaimana amanat dalam Undang- Undang Dasar 1945 yang menjadi tanggung jawab pemerintah, swasta maupun masyarkat itu sendiri. Untuk mewujudkan masyarakat yang sehat pemerintah berupaya melalui peningkatan mutu pelayanan baik pada fasilitas pelayanan kesehatan maupun melalui sistem jejaring rujukan antar fasilitas pelayanan kesehatan.
Sejak tahun 2000 Kementerian Kesehatan RI telah mengembangkan konsep Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) memadukan penanganan gawat darurat mulai dari tingkat pra rumah sakit sampai tingkat rumah sakit dan rujukan antara rumah sakit dengan pendekatan lintas program dan multisektoral. Penanggulangan gawat darurat menekankan respon cepat dan tepat dengan prinsip
Time Saving is Life and Limb Saving.
Public Safety Care (PSC) sebagai ujung tombak
safe community adalah sarana publik/masyarakat yang merupakan perpaduan dari unsur pelayanan ambulans gawat darurat, unsure pengamanan (kepolisian) dan unsur penyelamatan. PSC merupakan penanganan pertama kegawatdaruratan yang membantu memperbaiki pelayanan pra RS untuk menjamin respons cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit yang dituju.
Sejak tahun 2016 Ambulan Hebat memberikan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Semarang terhadap kasus kegawatdaruratan medis, kegawatdaruratan maternal dan kecelakaan lalu lintas yang berkaitan life saving dengan tujuan menurunkan angka kematian dan kepada mencegah kecacatan permanen pada pasien
Gb 1 : Walikota meresmikan Layanan Si Cepat Ambulan
<!--[endif]---->Tepat tanggal 17 Januari 2017 Walikota dan Wakil Walikota Semarang meresmikan
Si Cepat Ambulan Hebat. Pemberian nama “Si Cepat” sendiri dilakukan oleh Walikota Semarang yang berarti “Reaksi Cepat”, dengan maksud inilah yang didambakan oleh masyarakat Kota Semarang, tersedia suatu unit layanan profesional yang siap 24 Jam sehari, 7 hari seminggu, dan
gratis, memberikan layananbantuan terhadap penanganan kegawatdaruratan medis, kegawat daruratan ibu hamil dan bayi serta kecelakaan, cukup dengan mengakses layanan nomer telepon (1500-132).
Dinas Kesehatan Kota Semarang, mempersiapkan unit layanan ini pada pertengahan tahun 2016 dengan mengadakan 5 (lima) unit mobil ambulan berspesifikasi gawat darurat level 2, 11 (sebelas) orang tenaga dokter umum, 25 (dua puluh lima) orang tenaga bidan, 25 (dua puluh lima) orang tenaga perawat, 25 (dua puluh lima) orang Supir, 5 (lima) orang tenaga Operator dan 4 (empat) orang tenaga Administrasi.
<!--![endif]---->
I. PERMASALAHAN
Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan Kesehatan. Dengan adanya program PIS PK (Program Indonesia sehat dengan Pendekatan Keluarga) sebagai program prioritas Kesehatan, maka dibutuhkan tenaga Kesehatan yang mampu mendorong dan mendukung program Kesehatan tersebut.
Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Semarang 2019, sepuluh besar penyakit di puskesmas adalah ISPA, faringitis, hipertensi, Diabetus mellitus, gastritis, demam, sindrom sakit kepala, diare, gangguan jaringan otot dan gangguan jaringan lunak lainnya. Sedangkan sepuluh besar penyakit di Rumah Sakit adalah Thypus, gastritis, diare, bronkitis, DHF, cancer mamae, dyspepsia, demam, ISPA dan diabetes mellitus. Berdasarkan data tersebut angka kesakitan penyakit- penyakit non gawatdarurat tidak menular juga cukup tinggi. Puskesmas perlu dukungan dalam penanganan terhadap penyakit-penyakit non gawatdarurat tersebut.
Pada tahun 2019 kepadatan penduduknya sebesar 4.780 jiwa per km2 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu 4.465 jiwa per km2. Secara geografis wilayah Kota Semarang terbagi menjadi dua yaitu daerah dataran rendah (Kota Bawah) dan daerah perbukitan (Kota Atas). Kota Bawah merupakan pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan dan industri, sedangkan Kota Atas lebih banyak dimanfaatkan untuk perkebunan, persawahan, dan hutan. Karena sebagai pusat kegiatan maka Kota Bawah memiliki pemukiman yang padat. Hal ini menyebabkan layanan Ambulan Hebat sangat sulit menjangkau masyarakat Kota Bawah, dengan armada mobil ambulan yang besar maka akan sulit menjangkau rumah pasien dengan akses jalan yang sempit.
Pada awal bulan maret 2020, di Indonesia ditemukan pasien penyakit menular pernafasan yaitu Covid-19 (Corona Virus Disease-19). Kota Semarang termasuk kota di Indonesia dengan kasus Covid-19 yang tinggi. Data kasus Covid-19 di Kota Semarang per tanggal 29 Maret 2020 adalah Orang Dengan Pemantauan (ODP) sejumlah 884 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 133 orang dan pasien positif Covid-19 sejumlah 28 orang (hidup : 23 orang, meninggal : 5 orang) (sumber : https://siagacorona.semarangkota.go.id).
Dari beberapa permasalahan tersebut diatas Ambulan Hebat yang selama ini hanya terfokus pada pelayanan kegawat daruratan medis, kegawat daruratan maternal/neonatal dan Kecelakaan lalu lintas perlu dikembangkan untuk juga memberikan pelayanan kasus bencana, kasus teroris, kasus non gawat darurat serta di musim pandemic Covid-19 ini tuntutan untuk juga melayani kasus Covid-19 dalam rangka mencapai visi misi Kota Semarang.
I. INOVASI SEBAGAI SOLUSI
Ambulan Hebat merupakan pusat pelayanan kesehatan yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal kegawatdaruratan medis, yang dapat di hubungi dalam waktu singkat di manapun berada dan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk
mendapatkan respon cepat. Yang dimaksud kegawat daruratan medis adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera untuk penyelamatan nyawa.
Selama ini Strategi yang telah dilakukan dalam pelaksananaan pelayanan Ambulan Hebat terhadap masyarakat di Kota Semarang telah dilakukan hal-hal berikut :
- Pengadaan sarana dan prasarana Ambulan Hebat, berupa 5 (lima) armada Ambulan Gawat Darurat StageDua
- Perekrutan tenaga Ambulan Hebat yang meliputi : dokter umum, perawat, bidan, sopir, operator dan administrasi yang telah mendapatpelatihan
- Pembuatan SOP / Standar Operasional Prosedur AmbulanHebat.
- Sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait juga telah dilaksanakan, meliputi penyampaian pada saat pertemuan, pembuatan leaflet, banner dan juga dengan sosialisasi langsung Ambulan Hebat CFD (Car Free Day) atau saat ada kegiatanpameran.
Gb 2 : Car Free Day
<!--[endif]----><!--![endif]----><!--[endif]----> <!--![endif]---->
Sejak awal beroperasinya Ambulan Hebat di Kota Semarang sampai sekarang, beberapa masalah muncul seperti permintaan penanganan non gawatdarurat yang tidak bisa ditangani oleh puskesmas, sulitnya menjangkau tempat pasien dengan wilayah Kota Semarang yang padat dan jalan yang sempit serta adanya pandemi kasus Covid-19. Berdasarkan hal tersebut menyebabkan Ambulan Hebat perlu melakukan inovasi. Inovasi Ambulan Hebat utuk menjawab masalah tersebut adalah The Great Ambulan Hebat.
<!--[endif]---->The Great Ambulan Hebat merupakan pengembangan layanan Ambulan Hebat seperti Ambulan Siaga, layanan KONTER (Konsul Dokter), layanan Motor dan layanan rujukan pasien Covid-19. Berikut adalah strategi pelaksanaan “The Great Ambulan Hebat” :
<!--![endif]---->