Rancang Bangun Inovasi KEMILAU HATI (Kawal Semua Ibu Hamil Untuk Cegah Kematian Ibu dan Bayi) Dasar Hukum Undang Undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pemeriksaan Laboratorium Untuk Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2019 Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual Peraturan daerah Kota Semarang Nomor 2 tahun 2015 tentang Keselamatan Ibu dan Anak Permasalahan Permasalahan angka kematian ibu dan bayi dapat dicegah dengan inovasi KEMILAU HATI. Angka Kematian Ibu (AKI) di PUSKESMAS KROBOKAN tahun 2023 yaitu 1 kasus. Angka Kematian Bayi (AKB) di PUSKESMAS KROBOKAN tahun 2023 yaitu 2 kasus. Masih adanya Angka Kematian Ibu dan Bayi masih menjadi permasalahan utama di PUSKESMAS KROBOKAN. Mengatasi masalah di atas, dilahirkan inovasi KEMILAU HATI. Permasalahan-permasalah yang ditemui sebelum penyelenggaraan KEMILAU HATI antara lain: ANC terpadu belum dilaksanakan secara maksimal, dimana petugas gizi tidak selalu standby, pemeriksaan gigi belum optimal dan keterbatasan waktu edukasi saat pemeriksaan dalam Gedung oleh Bidan. Pendampingan ibu hamil dan ibu nifas belum dilakukan secara rutin dan optimal. Respon time saat ada kasus gawat darurat persalinan tergolong lama karena petugas belum tanggap dalam kasus gawat darurat persalinan Jumlah ibu hamil dengan Risiko Tinggi masih tinggi. Isu Strategis Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu target global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia disebabkan oleh faktor langsung dan tidak langsung. Perdarahan, eklampsia, sepsis, dan adanya infeksi merupakan faktor penyebab langsung. Identifikasi dini kehamilan berisiko tinggi dapat membantu menghindari penyebab langsung. Sedangkan penyebab tidak langsung antara lain penyakit ibu yang dapat memperburuk kehamilan, serta kelaparan karena kemiskinan, pendidikan rendah, dan masalah sosial budaya. Kegagalan ibu hamil mengenali tanda bahaya kehamilan secara dini antara lain disebabkan oleh kurangnya pengalaman, serta kurangnya pemahaman atau informasi mengenai tanda bahaya kehamilan dalam Buku KIA. Sehingga masih banyak pandangan dan sikap ibu hamil yang kurang baik tentang kesejahteraan atau kesehatannya, terbukti masih ada pandangan dan sikap ibu hamil yang tidak memperdulikan masalah kesehatannya karena dianggap tidak penting dan hal yang normal. Jumlah ibu hamil dengan risiko tinggi di Puskesmas Krobokan cukup tinggi yaitu 70?ri jumlah total ibu hamil. Hal ini akan menyebabkan bayi yang lahir stunting, BBLR, IUGR, ataupun kematian bayi. Isu-isu strategis pembangunan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai berikut: Peningkatan Kualitas pelayanan Kesehatan Menurunkan AKI dan AKB Metode Pembaharuan Kondisi sebelum adanya inovasi ini Angka Kematian Ibu (AKI) di PUSKESMAS KROBOKAN tahun 2023 yaitu 1 kasus. Angka Kematian Bayi (AKB) di PUSKESMAS KROBOKAN tahun 2023 yaitu 2 kasus, ANC terpadu belum dilaksanakan secara maksimal, dimana petugas gizi tidak selalu standby, pemeriksaan gigi belum optimal dan keterbatasan waktu edukasi saat pemeriksaan dalam Gedung oleh Bidan. Pendampingan ibu hamil dan ibu nifas belum dilakukan secara rutin dan optimal. Respon time saat ada kasus gawat darurat dalam kehamilan /persalinan tergolong lama karena petugas belum tanggap dalam kasus gawat darurat persalinan Jumlah ibu hamil dengan Risiko Tinggi masih tinggi Kondisi setelah adanya inovasi ini Menurunnya AKI & AKB di wilayah kerja Puskesmas Krobokan Pelayanan ANC terpadu yang berkualitas Peningkatan Pendampingan Ibu hamil & Ibu nifas, Penurunan Jumlah Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi Keunggulan/Kebaharuan Menurunnya AKI & AKB di wilayah kerja Puskesmas Krobokan Pelayanan ANC terpadu yang berkualitas Peningkatan Pendampingan Ibu hamil & Ibu nifas, Terpenuhinya kecepatan layanan kasus gawat darurat kehamilan/ persalinan Penurunan Jumlah Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi Cara Kerja Inovasi Rencana Program Inovasi Audiensi dan Sosialisasi KEMILAU HATI Pelaksanaan Program Inovasi KEMILAU HATI merupakan Rangkaian Pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu dan kolaboratif, pendampingan ibu hamil, ibu nifas dan bayi baru lahir secara optimal, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil berisiko KEK dan ibu hamil KEK. Inovasi KEMILAU HATI memiliki nilai tambah dalam bentuk efisiensi anggaran dan memiliki kemudahan dalam menyebarkan informasi seputar kesehatan ibu dan anak. Ada Kebaruan inovasi KEMILAU HATI dengan pemanfaatan teknologi berupa: SIMPUS elektronik, whatsapp group, USG, pendampingan ke rumah Ibu hamil dan Ibu Nifas, Kelas Ibu Hamil serta Pemberian Makanan Tambahan. SIMPUS untuk pencatatan pasien terintegrasi antar poli melalui menu rujukan internal sebagai media komunikasi antar poli. Pemantauan via WA group ibu hamil yaitu grup ibu hamil dan nifas yang ada dalam wilayah binaan Puskesmas Krobokan untuk saling berbagi informasi seputar kesehatan ibu dan anak serta untuk menyebarkan informasi dari Puskesmas misalnya jika ada kegiatan kelas ibu hamil, kelas ibu balita dan informasi lainnya. Ultrasonografi (USG) pada kehamilan berguna untuk menunjang penilaian klinis yang tepat dan akurat. Pendampingan ke rumah Ibu Hamil dan Ibu Nifas yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Kelas Ibu Hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran. Pemberian Makanan Tambahan untuk ibu hamil beresiko KEK dan Ibu Hamil KEK untuk memperbaiki gizi ibu hamil serta mencegah terjadinya stunting serta kematian ibu dan kematian bayi. Monitoring dan Evaluasi Program Inovasi Puskesmas Krobokan melakukan monitoring dan evaluasi pada MiniLokakarya Bulanan dengan Metode evaluasi yang dilakukan dengan melihat data jumlah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di PUSKESMAS KROBOKAN, jumlah laporan data ibu hamil tercatat dan pendampingan Ibu hamil melalui Sistem Informasi Gasurkes Pelayanan Online (SIGASPOL), jumlah persalinan dan rujukan persalinan di PUSKESMAS KROBOKAN, dan jumlah kematian ibu dan bayi. Evaluasi juga dilihat dari jumlah keluhan dan nilai kepuasan pasien terhadap pelayanan ibu dan anak
Menurunnya AKI & AKB di wilayah kerja Puskesmas Krobokan Pelayanan ANC terpadu yang berkualitas Peningkatan Pendampingan Ibu hamil & Ibu nifas, Terpenuhinya kecepatan layanan kasus gawat darurat kehamilan/ persalinan Penurunan Jumlah Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi
<!-- x-tinymce/html -->
Permasalahan AKI dan AKB di PUSKESMAS KROBOKAN diselesaikan dengan dibuktikan dengan menurunnya angka kematian ibu (capaian 2023: 2; capaian 2024:1) dan menurunnya angka kematian bayi (capaian 2023: 11; capaian 2024:2). Setelah dilaksanakan, inovasi KEMILAU HATI telah memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan Kesehatan ibu dan anak di PUSKESMAS KROBOKAN, antara lain ditunjukkan dengan kondisi sebelum (before) and sesudah (after) berbasis indikator kinerja sebagai berikut: No Indikator Before After Tindak Lanjut 1. Jumlah kematian ibu cut off 27 Juni 2024 1 0 Penurunan angka kematian ibu 2. Jumlah kematian bayi cut off 27 Juni 2024 2 2 stabil angka kematian bayi 3. Capaian pendampingan ibu hamil cut off 27 Juni 2024 94,60% Peningkatan capaian pendampingan ibu hamil 4. Capaian pendampingan ibu nifas cut off 27 Juni 2024 94,6?,2% Peningkatan capaian pendampingan ibu nifas 5. Capaian pendampingan neonatus cut off 27 Juni 2024 1000% Peningkatan capaian pendampingan neonatus 6. Jumlah ibu hamil Risiko tinggi 655% Penurunan jumlah ibu hamil dengan risiko tinggi Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan KEMILAU HATI memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan ibu hamil. Dibuktikan dengan penurunan Jumlah kematian ibu tahun 2023 terdapat 1 orang kematian ibu akibat DOA (keterlambatan pengambilan Keputusan), dan hanya 0 kematian tahun 2024. Hal ini merupakan dampak dari pelaksanaan program KEMILAU HATI yang telah berjalan baik. Kondisi ini membawa manfaat yang sangat luas di masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan bersalin. Masyarakat mendapatkan pelayanan ibu hamil yang berkualitas, serta pelayanan persalinan yang aman dan nyaman. Hal ini juga berdampak pada kelahiran anak yang normal, sehat, terhindar dari stunting dan masalah Kesehatan lainnya karena mendapat asuhan dan pelayanan neonatus yang tepat.