Memuat…
PUSKESMAS MANGKANG
Detail Inovasi OPD

SI IMUT GIGI (SOSIALISASI, SCREENING MANDIRI, PEMERIKSAAN DAN EDUKASI PERSONAL KESEHATAN GIGI DAN MULUT)

2 Foto
Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

SI IMUT GIGI merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan oleh Puskesmas Mangkang untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan deteksi dini. Inovasi ini mengintegrasikan kegiatan sosialisasi, penyuluhan interaktif, edukasi personal, screening mandiri kesehatan gigi, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, serta pemanfaatan media digital yang mudah diakses masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan siklus hidup (life cycle approach) yang menyasar bayi, balita, anak sekolah, remaja, dewasa, lansia, serta ibu hamil. Pelaksanaan inovasi juga melibatkan kader kesehatan, guru UKS, dokter kecil, Kader Kesehatan Remaja (KKR), dan lintas sektor lainnya sebagai agen perubahan di masyarakat.

Tujuan Inovasi
Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut.
Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Meningkatkan perilaku menyikat gigi yang benar dan teratur.
Meningkatkan kunjungan masyarakat ke poli gigi.
Menurunkan angka karies gigi dan penyakit periodontal.
Mewujudkan masyarakat yang mandiri dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Keunggulan Inovasi
Menggabungkan edukasi langsung dan edukasi digital.
Menggunakan media edukasi yang menarik seperti video edukasi, poster, pop-up book, dan media sosial.
Melibatkan kader kesehatan, dokter kecil, dan KKR sebagai pelopor kesehatan gigi.
Tersedia screening mandiri kesehatan gigi untuk deteksi dini.
Dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan UKGS, Posyandu, dan program kesehatan lainnya.
Menjangkau seluruh kelompok usia secara komprehensif.

Hasil yang Dicapai : Pelaksanaan inovasi SI IMUT GIGI menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi pada sasaran kegiatan. Inovasi ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan gigi, memperkuat peran kader kesehatan, serta meningkatkan kunjungan ke poli gigi Puskesmas Mangkang. Selain itu, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Dampak Inovasi : Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan gigi. Meningkatnya kebiasaan menyikat gigi dengan benar. Meningkatnya deteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut.
Meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan gigi di Puskesmas. Menurunnya risiko karies gigi dan penyakit periodontal. Terwujudnya budaya hidup sehat dan peduli kesehatan gigi di masyarakat.

Motto Inovasi : "Gigi Sehat, Senyum Hebat, Masa Depan Kuat Bersama SI IMUT GIGI."

Tujuan Inovasi

Tujuan Umum : Mengembangkan dan menerapkan inovasi edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui media interaktif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan karies gigi dan penyakit periodontal di wilayah kerja Puskesmas Mangkang Kota Semarang.

Tujuan Khusus :

a. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang karies gigi dan
penyakit periodontal.
b. Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara menjaga
kesehatan gigi dan mulut yang benar.
c. Membentuk sikap positif masyarakat terhadap pentingnya kesehatan
gigi dan mulut.
d. Meningkatkan perilaku menyikat gigi yang benar (2 kali sehari
dengan teknik yang tepat).
e. Mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi makanan dan
minuman manis.
f. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan
gigi secara rutin.
g. Meningkatkan peran kader kesehatan dalam memberikan edukasi
kesehatan gigi dan mulut.
h. Meningkatkan efektivitas metode edukasi kesehatan gigi melalui
media inovatif (pop-up book dan media digital).
i. Menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat
sebelum dan sesudah diberikan inovasi.
j. Menyediakan model edukasi kesehatan gigi yang dapat diterapkan
secara berkelanjutan di Puskesmas Mangkang
 

 


 

Manfaat Inovasi

1. MANFAAT TEORITIS
Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, inovasi ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan metode edukasi kesehatan berbasis media interaktif yang lebih efektif dan menarik. Hasil inovasi SI IMUT GIGI ini juga dapat memperkaya kajian mengenai hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam upaya pencegahan karies dan penyakit periodontal.
2. MANFAAT BAGI MASYARAKAT
Inovasi SI IMUT GIGI ini membantu masyarakat meningkatkan
pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut secara lebih mudah dipahami. Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini. Selain itu, inovasi ini SI IMUT GIGI dapat mendorong perubahan perilaku menjadi lebih sehat, seperti kebiasaan menyikat gigi yang benar dan rutin. Masyarakat juga diharapkan lebih aktif dalam melakukan pemeriksaan gigi secara berkala. Dengan demikian, risiko terjadinya karies dan penyakit periodontal dapat menurun.
3. MANFAAT BAGI PUSKESMAS MANGKANG
Inovasi SI IMUT GIGI ini dapat menjadi alternatif media edukasi
kesehatan gigi yang lebih menarik dan efektif. Puskesmas dapat
memanfaatkan media ini dalam kegiatan promotif dan preventif, seperti penyuluhan dan program UKGS. Selain itu, inovasi ini dapat meningkatkan cakupan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Media ini juga dapat digunakan secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan dan kader. Dengan demikian, pelayanan kesehatan gigi menjadi lebih optimal.
4. MANFAAT BAGI TENAGA KESEHATAN DAN KADER
Inovasi SI IMUT GIGI ini mempermudah tenaga kesehatan dalam
menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Media yang digunakan lebih interaktif sehingga meningkatkan minat belajar masyarakat. Kader kesehatan juga dapat lebih aktif berperan dalam promosi kesehatan. Selain itu, inovasi ini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan edukasi kader. Hal ini mendukung keberhasilan program kesehatan berbasis masyarakat.
 

Hasil Inovasi

Hasil inovasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut setelah dilakukan intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan proporsi siswa dengan status kesehatan gigi dan mulut yang baik dari 25,7% pada tahun 2024 menjadi 36,0% pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendekatan yang digunakan efektif dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan.
Dari aspek status kesehatan, terdapat penurunan kejadian karies
sekitar 10% pada seluruh jenjang pendidikan serta penurunan penyakit gusi sebesar 5–10%. Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mampu memperbaiki kondisi kesehatan gigi dan mulut secara nyata. Selain itu, peningkatan kunjungan poli gigi dari 3.004 pasien pada tahun 2024 menjadi 3.453 pasien pada tahun 2025 menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Inovasi ini juga terbukti efektif dan efisien karena mampu mencapai
hasil yang optimal dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Keterlibatan kader, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Selain itu, penggunaan media edukasi yang sederhana namun menarik turut mendukung peningkatan pemahaman masyarakat.
Dengan demikian, inovasi kesehatan gigi dan mulut yang dilaksanakan di Puskesmas Mangkang terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat serta menurunkan kejadian karies dan penyakit gusi. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain serta dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
 

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2023-10-10
Implementasi
2024-01-15