Memuat…
PUSKESMAS ROWOSARI
Detail Inovasi OPD

E-LIMINATE (Optimalisasi Eliminasi Kanker Leher Rahim dengan Aplikasi berbasis Website yang Proaktif dan Terintegrasi)

Gambar Tidak Tersedia Belum ada foto untuk inovasi ini
Rancang Bangun & Perubahan

E-Liminate (Optimalisasi Eliminasi Kanker Leher Rahim dengan Aplikasi Berbasis Website yang Proaktif dan Terintegrasi) merupakan inovasi dengan memanfaatkan teknologi yang bertujuan untuk mendukung Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia tahun 2023-2030 yaitu di tahun 2030 75% wanita usia 30-69 tahun melakukan skrining kanker leher rahim dengan HPV DNA co-testing IVA dan mendukung arah program deteksi dini kanker serviks Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2025 dengan target DNA HPV sebesar 13.399 (sesuai Kemenkes). Inovasi E-Liminate berdampak pada prioritas 7 (Falisitasi digital) RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia tahun 2023-2030 yaitu menggunakan perangkat digital yang sesuai untuk memfasilitasi akses terhadap layanan pencegahan dan pengendalian kanker leher rahim untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi program. Bentuk kebaruan inovasi E-Liminate adalah formulir digital catatan medis deteksi dini kanker leher rahim yang sebelumnya pengisian manual dengan kertas ke data digital (datanya tersimpan di database aplikasi untuk akses upload dan download form, integrasi data pelaporan/pencatatan ke kemenkes menjadi akurat) dan akses kapanpun dan dimanapun WUS terhadap hasil pemeriksaan melalui aplikasi, Fitur booking jadwal periksa online yang terintegrasi dengan sistem lacak sampel pemeriksaan DNA untuk WUS di aplikasi dengan notifikasi melalui Whatsapp untuk penyampaian hasil cepat. Penomoran sampel DNA HPV otomatis dari aplikasi untuk memudahkan ATLM dalam proses pengepakan dan mengurangi salah identifikasi sampel,  Notifikasi jadwal pemeriksaan ulang untuk tatalaksana yang sesuai, Fitur konsultasi dengan nakes daring di apps, Media deteksi mandiri pengetahun dan faktor resiko kanker leher rahim melalui kuis di apps. Media digital informasi, edukasi dalam bentuk artikel tentang kanker serviks. Inovasi E-liminate ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan, motivasi dan keikutsertaan wanita usia 30-69 tahun ikut deteksi dini kanker leher rahim menggunakan DNA HPV co-testing IVA sebanyak 84,14%, meningkatkan kepuasan WUS atas kecepatan informasi hasil pemeriksaan maupun akses dokumen medisnya dan juga tenaga kesehatan mendapat kemudahan akses informasi catatan medis klien untuk proses matrikulasi hasil yang tepat serta meningkatkan efisiensi setiap tahapan deteksi dini kanker leher rahim di Puskesmas Rowosari.

DASAR HUKUM

  1. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan: Menekankan pada transformasi layanan kesehatan primer dengan penguatan pada upaya promotif dan preventif (Deteksi Dini).
  2. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2176/2023 Tentang Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim Tahun 2023-2030 dengan 75% WUS (30-69 tahun) diperiksa dengan metode DNA HPV.
  3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025  tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun mencakup deteksi dini kanker, termasuk kanker leher rahim.
  4. Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor 400.7/697 tahun 2025 tentang Penetapan Tenaga Kesehatan Teladan di Pusat Kesehatan Masyarakat Tingkat Kota Semarang.
  5. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Rowosari Nomor 026/SK/V/2024 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Inovasi Puskesmas.
  6. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Rowosari Nomor 026.a/SK/V/2024 Tentang Tim Inovasi E-Liminate.

PERMASALAHAN 

Capaian program skrining dengan DNA HPV co-testing IVA di Puskesmas Rowosari tahun 2024 sebanyak 136 (30%) dari target 455 wanita dengan prosentase terendah kedua dari 39 puskesmas di Kota Semarang dengan 9 (6,6 %) wanita positif HPV DNA dan sebanyak 8 (5,9%) ditemukan IVA positif. sejumlah faktor penting yang berkontribusi pada rendahnya capaian DNA HPV co-testing IVA yaitu:

  1. Pengetahuan (kurangnya kesadaran, rendahnya literasi kesehatan, dan rendahnya persepsi risiko kanker leher rahim) WUS tentang pemeriksaan HPV DNA co-testing IVA di wilayah kerja puskesmas Rowosari.
  2. Hambatan akses (waktu dan tempat pemeriksaan DNA HPV) di wilayah Puskesmas Rowosari belum optimal.
  3. Proses pendokumentasian data deteksi dini kanker serviks manual (menurunkan efisiensi kerja dan proses pencatatan dan pelaporan, data sulit di akses secara cepat oleh petugas dan WUS ,hasil sulit dilakukan supervisi jarak jauh).
  4. Alur komunikasi hasil laporan deteksi kanker serviks dari tenaga kesehatan ke WUS tidak jelas dengan informasi hasil dikirim dengan waktu lama.
  5. Kurang mudahnya akses WUS dalam konsultasi hasil dan tatalaksana pada tenaga kesehatan

ISU STRATEGIS 

....

IDE DASAR DAN KEBARUAN (NOVELTY)

Inovasi E-Liminate sebagai inovasi kesehatan dengan aplikasi berbasis website memiliki ide dasar dan kebaruan diantaranya :  

  1. KEUNIKAN 
  • Formulir catatan medis skrining deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dari Kemenkes dibuat elektronik dan dapat dicetak hardfile setelah ada hasil pemeriksaan.
  • Hasil skrining kanker serviks (TeleDoIVA) dan payudara dapat diunggah di hasil pemeriksaan yang dapat diakses dan disupervisi jarak jauh.
  • Fitur jadwal (booking) pemeriksaan deteksi kanker serviks online melalui aplikasi
  • Terdapat fitur tracing (lacak) untuk akses tahapan proses sampel pasien yang up-to-date untuk pasien.
  • Terdapat fitur notifikasi di setiap tahapan proses pemeriksaan sampel pasien melalui Whatsapp pasien.
  • Fitur konsultasi pada nakes puskesmas Rowosari (bidan, dokter) .
  • Terdapat fitur tes pengetahuan dan tes deteksi faktor resiko kanker leher rahim mandiri online di aplikasi.
  • Fitur digital Informasi edukasi pada aplikasi yang berbasis bukti dan proaktif

 

1. NILAI TAMBAH

Booking pemeriksaan online dan pengisian formulir catatan medis deteksi dini kanker serviks secara daring meningkatkan efisiensi pelayanan terutama dalam aspek lama antrian, hal ini memberikan kemudahan saat pelayanan dilakukan diluar gedung (Puskesmas), keberadaan notifikasi melalui Whatsapp pada setiap tahap pemeriksaan sampel DNA HPV mengurangi kecemasan pasien selama menunggu hasil, dan data informasi pasien yang tersimpan di database bisa digunakan langsung oleh petugas untuk pelaporan dan pencatatan  di link laborat, Dinas Kesehatan, Provinsi dan Kemenkes.

2. KEBARUAN (NOVELTY)

Bentuk kebaruan inovasi E-Liminate antara lain ditunjukkan dengan tabel komparasi sebelum dan sesudah inovasi sebagai berikut:

INDIKATOR

SEBELUM INOVASI

SETELAH INOVASI

Sistem pendaftaran peserta deteksi kanker serviks di Puskesmas

  • Whatsapp PJ kanker serviks puskesmas
  • Tidak ada format baku
  • Respon petugas lama

Sistem pendaftaran/booking jadwal pemeriksaan online di menu booking apps  

Formulir Catatan medis pra-deteksi kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara

Ditulis manual saat pasien datang ke tempat pemeriksaan

Formulir digital melalui aplikasi yang dapat diakses peserta deteksi secara fleksibel

Nakes menulis ulang data di formulir ke Google spreadsheet untuk pelaporan data online ke kemenkes

Nakes dapat mendownload data form pasien di database apps dan dapat di gunakan untuk pelaporan digital ke DKK dan Kemenkes dengan minim error / typo ( data manual)

Penyimpanan dokumen formulir (1 lembar kertas setiap pasien) mudah hilang dan penyimpanan tidak rapi

Formulir digital tersimpan dalam database (data lebih akurat, akses mudah dan praktis, analisa data lebih mudah).

Pencatatan hasil pemeriksaan deteksi kanker serviks dan payudara 

 

  • Manual, penggambaran subjektif oleh nakes
  • Peserta deteksi tidak bisa melihat kembali data hasil pemeriksaan
  • Nakes upload hasil TeleDoIVA dan penggambaran secara digital ke apps
  • Akses hasil pemeriksaan terbuka untuk peserta deteksi 24 jam melalui apps

Pemantauan pemeriksaan sampel oleh pasien 

Tidak ada

Pemantauan daring melalui fitur tracing (via apps) yang terintegrasi dengan notifikasi otomatis (via whatsapp)

Penomoran tabung sampel pemeriksaan DNA HPV 

Manual oleh tim laborat

Otomatis melaui apps setelah pengisian formulir data, minim salah identifikasi

Konsultasi hasil pemeriksaan deteksi kanker serviks dan payudara 

Datang langsung ke puskesmas

Daring melalui whatsapp yang di sediakan di menu konsultasi di apps

Informasi kanker leher rahim (serviks) dan pemeriksaan deteksi dini HPV DNA

Poster/ Flyer yang di upload di Instagram puskesmas

Terdapat menu artikel, tes online mandiri, tes pengetahuan dan faktor risiko di apps

 

TAHAPAN INOVASI/ PENGGUNAAN E-LIMINATE 

Adapun tahap pelaksanaan inovasi meliputi

  1. Petugas menemukan permasalahan pelayanan pada masyarakat
  2. Petugas menyusun ide dan konsep
  3. Petugas berkoordinasi dengan lintas profesi terkait perancangan ide
  4. Petugas merancang instrument inovasi
  5. Petugas menerapkan inovasi
  6. Petugas memonitor dan mengevaluasi berjalannya inovasi

Strategi implemetasi inovasi E-liminate mencangkup tahapa berikut :

  1. Tahap perancangan aplikasi berbasis website.
  2. Tahap persiapan dan edukasi
  • Melakukan sosialisasi bagi tenaga kesehatan dan staff puskesmas Rowosari dan lintas sektor (pertemuan kader dan pertemuan jejaring) terkait prosedur teknis dan keunggulan inovasi untuk peningkatan kompetensi dan penerimaan.
  • Membentuk Tim Inovasi E-liminate yang terdiri dari tim pelaksana, pengawas dan tim penunjang.
  • Menyusun standar prosedur operasional (SPO) baru yang mengintegrasikan alur kerja inovasi ke dalam sistem pelayanan rutin.

3Tahap uji coba dan penerapan

  • Menerapkan uji coba inovasi dengan uji fungsionalitas aplikasi berbasis website E-liminate dengan pembuatan test case (skenario pengujian) dengan login password salah, mengisi formulir lengkap), uji tautan m uji  formulir, uji database, uji alur, dan uji kompatibilitas.
  • Mengimplementasikan sistem inovasi E-Liminate pada peserta deteksi dini kanker serviks di poli KIA puskesmas dan dilanjutkan implementasi oleh peserta dari jarak jauh (rumah masing-masing).
  • Melibatkan aktif linsek, kader, peserta dan keluarga dalam edukasi penggunaan inovasi E-liminate baik secara online dan offline.

4. Tahap monitoring dan evaluasi

  • Melakukan monitoring berkala harian dengan observasi langsung  dan bulanan terkait tingkat adaptasi inovasi oleh tim pelaksana menggunakan checklist kepatuhan.
  • Mengukur dampak inovasi sesuai tujuan dan kepuasan pasien melalui survei kepuasan.
  • Mengadakan rapat evaluasi untuk mengidentifikasi hambatan teknis dan memberi solusi cepat.

4. Tahap keberlanjutan

  • Mengintegrasikan inovasi E-Liminate ke dalam rencana usulan kegiatan (RUK) setiap tahunnya untuk menjamin kesinambungan inovasi.
  • Mendorong pemanfaatan aplikasi E-liminate untuk direplikasi oleh fasilitas pelayanan yang melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan DNA HPV co-testing IVA.
  • Mengupayakan dukungan  anggaran operasional untuk pemeliharaan aplikasi secara berkelanjutan (tahunan).

 

 

Tujuan Inovasi
  1. Tujuan Umum

Mengoptimalkan capaian eliminasi kanker leher rahim dengan pemeriksaan DNA HPV co-testing IVA di wilayah kerja Puskesmas Rowosari melalui implementasi inovasi digital "E-Liminate" guna mendukung target Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim tahun 2023-2030.

  1. Tujuan Khusus
  • Meningkatkan cakupan sasaran skrining DNA HPV co-testing IVA
  • Mengukur peningkatan aksesibilitas hasil deteksi dini kanker serviks melalui fitur notifikasi, kualitas pelayanan, dan kepuasan WUS dalam skrining kanker leher rahim.
  • Meningkatkan pengetahuan dengan proaktif
  • Memberikan kemudahan akses informasi, dan efisien tahapan alur pelaksanaan  secara sistematis dan manajemen data sasaran dengan pencatatan digital yang lebih aman dibanding pencatatan manual
  • Digitalisasi form catatan medis  untuk meminimalkan risiko data loss serta mempermudah pelaporan capaian program kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Manfaat Inovasi

Inovasi ini dapat bermanfaat pada beberapa sektor diantaranya:

1. Bagi Pemberi Layanan Kesehatan (Puskesmas)

  • Transformasi Digital Manajemen Data: Menggantikan sistem pencatatan manual yang rentan terhadap human error dengan database berbasis website yang terpusat, terintegrasi, dan memiliki tingkat akurasi data yang tinggi.
  • Optimalisasi Fungsi Surveillance: Memudahkan tenaga kesehatan (Bidan, Dokter, dan ATLM) dalam melakukan monitoring dan evaluasi capaian skrining secara real-time, sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih presisi dan tepat sasaran.
  • Efisiensi Alur Kerja: Memangkas waktu administratif dalam pemetaan sasaran WUS (Wanita Usia Subur) usia 30-69 tahun, sehingga tenaga kesehatan dapat lebih berfokus pada kualitas layanan klinis dan edukasi pasien.
  • Peningkatan Mutu Layanan: Mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Puskesmas dalam pemenuhan target Standar Pelayanan Minimal (SPM) terkait deteksi dini kanker.

 

2. Bagi Lintas Sektor

  • Penguatan Jejaring Koordinasi: Menyediakan platform informasi yang transparan bagi lintas sektor (Camat, Lurah, RW/RT) untuk memantau status kesehatan warga di wilayahnya terkait risiko kanker serviks.
  • Efektivitas Kader Kesehatan: Memberikan panduan data yang jelas bagi kader di lapangan dalam melakukan penjangkauan proaktif, sehingga upaya penggerakan masyarakat menjadi lebih terstruktur dan tidak tumpang tindih.
  • Dukungan Pengambilan Kebijakan: Menjadi instrumen advokasi bagi pemangku kepentingan di tingkat lokal untuk mengalokasikan sumber daya atau dukungan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan riil di wilayah kerja berdasarkan data E-Liminate.

3. Bagi Masyarakat

  • Peningkatan Aksesibilitas Informasi: Memudahkan masyarakat mendapatkan akses layanan deteksi dini yang proaktif, di mana warga tidak lagi hanya menunggu layanan tetapi dijangkau secara sistematis oleh sistem.
  •  Perlindungan Kesehatan Jangka Panjang: Meningkatkan peluang kesembuhan melalui penemuan lesi pra-kanker secara dini melalui metode DNA HPV co-testing IVA yang lebih sensitif.
  • Edukasi dan Kesadaran mandiri: Menumbuhkan budaya sadar kesehatan ( health awareness ) di kalangan wanita usia 30-69 tahun melalui pendekatan digital yang lebih modern dan informatif.
  • Efisiensi Biaya dan Waktu: Mengurangi beban ekonomi masyarakat akibat biaya pengobatan kanker stadium lanjut melalui tindakan preventif yang terkelola dengan baik sejak dini di tingkat pelayanan primer.
Hasil Inovasi

Indikator

Sebelum inovasi

Sesudah inovasi

Prosentase peningkatan

Jumlah pendaftaran skrining kanker serviks secara online/aplikasi

2

153

100 %

Jumlah pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan DNA HPV co-testing IVA

0

452

Signifikan

Jumlah wanita mengetahui  tingkat risiko kanker serviks pada dirinya

0

605

Signifikan

Jumlah wanita memahami pengetahuan kanker serviks

13

605

Signifikan

Jumlah wanita mendapat hasil pemeriksaannya

1

452

100 %

Jumlah wanita yang terdeteksi hasil positif dan mendapat tindak lanjut

 

1

34

100 %

Standar response time hasil laboratorium DNA HPV ke peserta pemeriksaan

 

Standar 14 hari 

Standar 12 hari 

14,29 %

Jumlah konsultasi tindak lanjut peserta melalui aplikasi

0

34

Signifikan

Jumlah kepuasan terhadap pelayanan deteksi dini kanker serviks

 

0

52

Signifikan

 

 

 

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2024-06-01
Implementasi
2025-02-01