Memuat…
DINAS KESEHATAN
Detail Inovasi OPD

PITERPAN (Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang)

Gambar Tidak Tersedia Belum ada foto untuk inovasi ini
Rancang Bangun & Perubahan

Dasar Hukum

  • Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan;
  • Perpres No.72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting;
  • Permenkes No. 25 tahun 2024 tentang Upaya Kesehatan Anak.
  • Permenkes No 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan.
  • Surat Edaran Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Nomor HK.03.03/V/0595/2016 tentang Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur.
  • Surat Edaran No. 965/3946 Tahun 2022 tentang penguatan Tim Pembina UKS/M tingkat Kabupaten/Kota, kecamatan dan Tim Pelaksana UKS/M di Sekolah Madrasah serta penggerakan minum tablet tambah darah (TTD).

Permasalahan

Masalah kesehatan dan gizi anak menjadi perhatian di Kota Semarang yaitu prevalensi anemia remaja putri 29,19%, masalah malnutrisi anak sebesar 6,07?ngan rincian 0,88% gizi lebih (obesitas), 5,19% gizi kurang, remaja putri mendapat dan mengkonsumsi tablet tambah darah 94,15%, remaja putri di skrining anemia dengan pemeriksaan Hb sebesar 96,84%.

Masalah kesehatan pada remaja tersebut jika tidak teratasi dengan baik akan berdampak luas pada status gizi masyarakat, memperburuk kesehatan fisik dan mental remaja, membatasi akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, meningkatkan berbagai masalah kesehatan seperti resiko stunting seperti malnutrisi, anemia, penyakit tidak menular usia remaja meningkat  berdampak pada tiga generasi sehingga berdampak pada produktivitas ekonomi menyebabkan kemiskinan sehingga mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Kota Semarang menurun.

 

Isu Strategis

Isu-isu strategis pembangunan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai berikut:

  • Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan yang komprehensif
  • Meningkatkan status gizi pada anak usia sekolah remaja
  • Menurunkan masalah kesehatan dan masalah malnutrisi anak usia sekolah dan remaja
  • Memperluas jangkauan penerima makan bergizi gratis anak sekolah

Metode Pembaharuan

Inovasi PITERPAN menghadirkan kebaruan dalam program gizi multi sektoral anak sekolah, program Makan Bergizi Gratis dengan memperluas pelayanan dan edukasi kesehatan terpadu dengan melibatkan kolaborasi lintas program, lintas sektoral dan mitra Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Keunggulan/Kebaharuan

Keunggulan:

  • Literasi Kesehatan melalui edukasi kesehatan.
  • Pelayanan Skrining Kesehatan untuk deteksi dini penyakit.
  • Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja sebagai Agent of Change.
  • Pembinaan Sekolah Sehat yang terintegrasi dengan TRIAS UKS/M
  • Pembiasaan aktivitas fisik rutin, makan sarapan pagi, minum tablet tambah darah remaja putri bersama satu minggu sekali di sekolah
  • Keterlibatan peran aktif orangtua.

Kebaharuan :

  • Kemitraan lintas sektor dalam memfasilitasi pengabdian masyarakat
  • Kolaborasi lintas program meningkatkan capaian kinerja
  • Monitoring evaluasi Makan Bergizi Gratis.
  • Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah dan guru.
  • Inspeksi Kesehatan Lingkungan sekolah
  • Stikerisasi Kantin Sehat
  • Ketrampilan dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar.

Tahapan Inovasi 

 

1. Perencanaan Program Inovasi

  • Menentukan tempat kegiatan PITERPAN
  • Membentuk Tim PITERPAN, membuat Surat Keputusan, Standar Prosedur Operasional.
  • Advokasi sosialisasi stakeholder terkait
  • Koordinasi kegiatan dengan sekolah, puskesmas dan tim edukasi
  • Inspeksi Kesehatan Lingkungan sekolah, pembinaan sekolah sehat pengawasan kantin sekolah.
  • Pengambilan dan pemeriksaan sampel jajanan kantin sekolah

 

2. Pelaksanaan Program Inovasi

  • Mempersiapkan peserta didik melakukan aksi bergizi (pembiasaan melakukan aktivitas fisik rutin dengan senam bersama, sarapan bersama, minum tablet tambah darah remaja putri bersama, pemberdayaan kader kesehatan remaja)
  • Pemberdayaan pelajar sebagai agent of change.
  • Stikerisasi kantin sehat (apabila hasil memenuhi syarat)
  • PITERPAN in class dengan memberikan kelas edukasi kesehatan ada pre-post tes
  • Pemeriksaan Skrining kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) siswa,dan guru.
  • Melakukan tatalaksana sesuai hasil pemeriksaan dan memberi rujukan
  • Tindak lanjut hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis
  • Feedback hasil pemeriksaan kesehatan ke sekolah

3. Monitoring dan Evaluasi Inovasi PITERPAN

  • Melakukan penilaian peningkatan pengetahuan anak sekolah
  • Monitoring dan evaluasi kegiatan inovasi PITERPAN.

 

 

Tujuan Inovasi

TUJUAN:

Inovasi PITERPAN bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif, status kesehatan anak usia sekolah dan remaja melalui pelayanan dan edukasi kesehatan yang dilakukan secara terpadu di sekolah dengan kolaborasi lintas program dan lintas sektoral yaitu :

  • Menurunkan prevalensi anemia remaja putri (target13,69%)
  • Menurunkan prevalensi masalah malnutrisi anak (target 2,31%)
  • Meningkatkan Cakupan remaja putri mendapatkan dan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) seminggu sekali (target 90%.)
  • Menurunkan prevalensi penyakit tidak menular pada anak usia sekolah dan remaja
Manfaat Inovasi

Manfaat Inovasi PITERPAN

Inovasi PITERPAN memberikan berbagai manfaat antara lain:

1. Bagi anak sekolah dan remaja:

  • Mendapatkan akses layanan Kesehatan yang berkualitas  dan komprehensif pada anak usia sekolah remaja di sekolah
  • Terpantau pertumbuhan dan perkembangan secara fisik dan psikologis
  • Deteksi dini penyakit dan masalah kesehatan siswa melalui skrining penyakit
  • Pembiasaan melakukan aktivitas fisik, makan sarapan bekal sehat
  • Mendapatkan pemantauan dan pengawasan minum tablet tambah darah seminggu sekali di sekolah
  • Mendapatkan literasi kesehatan melalui edukasi kesehatan PITERPAN
  • Berani menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat
  • Pembentukan karakter hidup sehat

2. Bagi Satuan Pendidikan:

  • Mengimplementasi Gerakan Sekolah Sehat
  • Meningkatkan stratifikasi UKS/M
  • Memperluas publikasi sekolah

3. Bagi Multisektor:

  • Meningkatkan capaian program dan kinerja
  • Meningkatkan hasil kinerja Dinas Kesehatan Kota Semarang atau Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan Kota Semarang
  • Meningkatkan pengabdian masyarakat
  • Memperluas publikasi capaian program Kesehatan melalui publikasi artikel atau jurnal oleh pihak luar
Hasil Inovasi

HASIL INOVASI PITERPAN antara lain:

1. Output:

  • Penurunan prevalensi anemia remaja putri (target 13,69%)
  • Penurunan prevalensi masalah malnutrisi (target 2,31%).

2. Outcome:

  • Peningkatan cakupan rematri diskrining anemia pemeriksaan Hb (target 99%)
  • Peningkatan cakupan rematri mendapat dan mengkonsumsi TTD seminggu sekali (target 90%).
  • Penurunan kasus penyakit tidak menular (target 37%).

DAMPAK INOVASI

Berdampak pada penurunan masalah malnutrisi anak sekolah remaja sehingga status gizinya menjadi lebih baik. Keadaan ini mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Kota Semarang meningkat dari tahun 2022 (84,08%) dan tahun 2024 (85,24%). Peningkatan ini mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat menjadi lebih baik sehingga usia harapan hidup menjadi lebih panjang dan sehat mempengaruhi standar hidup layak. 

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2023-09-20
Implementasi
2023-09-22