Dasar Hukum
Permasalahan
Masalah kesehatan dan gizi anak menjadi perhatian di Kota Semarang yaitu prevalensi anemia remaja putri 29,19%, masalah malnutrisi anak sebesar 6,07?ngan rincian 0,88% gizi lebih (obesitas), 5,19% gizi kurang, remaja putri mendapat dan mengkonsumsi tablet tambah darah 94,15%, remaja putri di skrining anemia dengan pemeriksaan Hb sebesar 96,84%.
Masalah kesehatan pada remaja tersebut jika tidak teratasi dengan baik akan berdampak luas pada status gizi masyarakat, memperburuk kesehatan fisik dan mental remaja, membatasi akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, meningkatkan berbagai masalah kesehatan seperti resiko stunting seperti malnutrisi, anemia, penyakit tidak menular usia remaja meningkat berdampak pada tiga generasi sehingga berdampak pada produktivitas ekonomi menyebabkan kemiskinan sehingga mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia Kota Semarang menurun.
Isu Strategis
Isu-isu strategis pembangunan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai berikut:
Metode Pembaharuan
Inovasi PITERPAN menghadirkan kebaruan dalam program gizi multi sektoral anak sekolah, program Makan Bergizi Gratis dengan memperluas pelayanan dan edukasi kesehatan terpadu dengan melibatkan kolaborasi lintas program, lintas sektoral dan mitra Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Keunggulan/Kebaharuan
Keunggulan:
Kebaharuan :
Tahapan Inovasi
1. Perencanaan Program Inovasi
2. Pelaksanaan Program Inovasi
3. Monitoring dan Evaluasi Inovasi PITERPAN
TUJUAN:
Inovasi PITERPAN bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif, status kesehatan anak usia sekolah dan remaja melalui pelayanan dan edukasi kesehatan yang dilakukan secara terpadu di sekolah dengan kolaborasi lintas program dan lintas sektoral yaitu :
Manfaat Inovasi PITERPAN
Inovasi PITERPAN memberikan berbagai manfaat antara lain:
1. Bagi anak sekolah dan remaja:
2. Bagi Satuan Pendidikan:
3. Bagi Multisektor:
HASIL INOVASI PITERPAN antara lain:
1. Output:
2. Outcome:
DAMPAK INOVASI
Berdampak pada penurunan masalah malnutrisi anak sekolah remaja sehingga status gizinya menjadi lebih baik. Keadaan ini mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Kota Semarang meningkat dari tahun 2022 (84,08%) dan tahun 2024 (85,24%). Peningkatan ini mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat menjadi lebih baik sehingga usia harapan hidup menjadi lebih panjang dan sehat mempengaruhi standar hidup layak.