Rancang Bangun & Perubahan
Trans Semarang merupakan salah satu layanan transportasi umum yang disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang dan banyak digunakan oleh warga kota Semarang dan sekitarnya dalam bepergian dikarenakan tarif yang relatif terjangkau, ketepatan waktu, serta armadanya yang telah berpendingin udara. Trans Semarang beroperasi (rata-rata) dari jam 05.30 - 17.40 WIB (dihitung dari keberangkatan pertama dan keberangkatan terakhir dari masing masing pool / terminal), Serta layanan rute malam yang beroperasi sampai dengan pukul 23.00 WIB. Dengan adanya animo/antusias warga yang cukup tinggi untuk menggunakan Trans semarang sebagai penunjang mobilitasnya, serta dukungan pemerintah daerah dalam kemajuan di bidang transportasi sehingga pemerintah kota semarang perlu melakukan inovasi layanan diantaranya melakukan inovasi klasifikasi tarif sebagai bentuk kepedulian Pemerintah daerah untuk menekan kenaikan dan pemerataan ekonomi dengan memberikan subsidi tarif. Pada awalnya klasifikasi tarif Trans Semarang hanya dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu tarif Umum Sebesar Rp.3.500,- ( tiga ribu lima ratus rupiah ) dan Tarif Pelajar sebesar Rp.1.000,-, ( seribu rupiah ). Pada tahun 2019 klasifikasi Tarif dirubah menjadi Tarif Umum Sebesar Rp.3.500,- ( tiga ribu lima ratus rupiah ) dan Tarif Lanjut Usia,Tarif Veteran, Tarif Mahasiswa, Tarif Pelajar Sebesar Rp.1.000,- ( seribu rupiah ), sesuai Peraturan Walikota Nomor 54 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Semarang Nomor 16A Tahun 2017 Tentang Tarip Bus Rapid Transit Trans Semarang tanggal 7 november 2019. Dan selanjutnya saat ini mengacu pada Peraturan Walikota Semarang Nomor 39 Tahun 2022 yaitu Tarif Umum yaitu Rp. 3.500,00 (tiga ribu lima ratus rupiah), untuk pembayaran secara non tunai (cashless); dan Rp. 4.000,00 (empat ribu rupiah), untuk pembayaran secara tunai, untuk tarif khusus sebesar Rp. 1.000,00 (seribu rupiah) untuk Lanjut Usia, Veteran, Mahasiswa, Pelajar, Pengguna KIA, Anak dibawah umur lima tahun dan Penyandang Disabilitas. Trans Semarang (sering disebut BRT atau BRT Trans Semarang sebagai istilah populer) adalah sistem transportasi perkotaan berbasis jalan di Kota Semarang dan sekitarnya. Layanan ini dioperasikan guna mengurai kemacetan di Kota Semarang serta untuk mengakomodir mobilitas masyarakat menuju pusat kota dan destinasi wisata yang ada di Kota Semarang. Hal yang membedakan Trans Semarang dengan layanan bus kota lainnya adalah armada berpintu tinggi ( high deck ) saat ini sehingga pengguna jasa menggunakan Halte khusus yang sering disebut dengan Shelter . Dengan adanya Sarana dan Prasarana tersebut, selanjutnya pemerintah kota semarang berinovasi pada layanan yang inklusif, yaitu dengan memberikan inovasi Armada yang yang ramah Disabilitas yang dapat digunakan untuk para penyandang disabilitas, dengan Spesifikasi Armada Bus Sedang Low Entry Sejumlah 3 Unit Serta Armada Mikro 1 Unit Sehingga memudahkan para penyandang Disabilitas untuk menggunakan layanan Transportasi yang inklusif. Dan pada akhirnya akan menghasilkan pelayanan serta menaikkan minat semua kalangan masyarakat untuk menggunakan Transportasi umum. Serta dapat menekan perekonomian masyarakat dengan memberikan subsidi tarif pada layanan Transportasi berbasis jalan Trans Semarang.