Rancang Bangun Inovasi
LEBARAN KETUPAT
Layanan tErpadu BerbAsis masyarakat dalam Rangka penanggulangAN penyaKit TBC dEngan digiTalisasi pemantaUan intensif keberhasilanPengobATan pasien TBC
Permasalahan utama yang dihadapi dalam upaya penanggulangan penyakit TBC yaitu “Tidak tercapainya angka keberhasilan pengobatan pasien TBC (TSR) di Puskesmas Bulu Lor” yang dijabarkan dalam permasalahan dan akar masalah sebagai berikut :
Isu-isu strategis pembangunan Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai berikut:
Keunikan inovasi LEBARAN KETUPAT adalah adanya sistem digitalisasi dalam pemantauan pengobatan pasien TBC, berbeda dari sebelumnya yang hanya menggunakan kartu pengobatan yang ditulis oleh petugas kesehatan secara manual. Pemanfaatan teknologi digital ini memudahkan petugas dalam mengendalikan serta memantau keberhasilan pengobatan pasien. Pada sisi pasien sistem digitalisasi ini dapat bermanfaat sebagai pengingat untuk pengambilan obat serta kontrol ke puskesmas. Inovasi ini juga memiliki nilai tambah dalam bentuk efisiensi pelayanan kesehatan pasien TBC yaitu petugas tidak perlu lagi mengingatkan pasien satu per satu pada hari sebelumnya untuk mengambil obat atau kontrol ke puskesmas. Selain itu, dengan adanya pelayanan pengiriman obat pada pasien yang berhalangan datang ke puskesmas untuk mengambil obat dapat meningkatan efektifitas pelayanan kepada pasien TBC.
Inovasi LEBARAN KETUPAT memiliki sebuah kebaruan yaitu dalam hal pemanfaatan teknologi digital dimana belum banyak fasilitas kesehatan yang memanfaatkan teknologi digital dalam penerapan sistem pengobatan pasien TBC. Beberapa fasilitas kesehatan seperti puskesmas hanya mengandalkan kartu pengobatan dan komunikasi antar petugas dan pasien dengan whatsapp saja. Namun inovasi ini sudah memanfaatkan teknologi digital selain whatsapp yaitu aplikasi CALENDAR yang ada pada smartphone pasien atau PMO untuk menjadi pengingat (reminder) bagi pasien atau PMO untuk mengambil obat atau kontrol ke puskesmas.
Prosedur inovasi LEBARAN KETUPAT adalah sebagai berikut :
Inovasi LEBARAN KETUPAT bertujuan untuk meningkatkan treatment success rate TBC dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam sistem onitoring pengobatan.
Outcome yang diharapkan dari inovasi ini adalah adanya peningkatan presentase angka keberhasilan pengobatan TBC di Puskesmas Bulu Lor secara konsisten melampaui target nasional yaitu 90% serta adanya peningkatan kesadaran pasien TBC untuk menyelesaikan pengobatannya hingga tuntas dan dinyatakan sembuh sehingga dapat menghentikan resiko penularan bagi orang lain dan mengurangi resiko resistensi pengobatan bagi dirinya sendiri.
Inovasi Lebaran Ketupat memiliki output yang sangat solutif ditunjukkan dengan transformasi sistem pengobatan TBC dari manual menjadi digital serta penyediaan fasilitas pengantaran obat gratis bagi pasien TBC yang sangat mendukung keberhasilan pengobatan pasien TBC. Di sisi lain, keaktifan peran kader TBC dan PMO dalam pemantauan pengobatan pasien TBC juga meningkat di atas 50?ngan berjalannya inovasi ini.
Upaya mencapai TSR TBC 100% melampaui target nasional sangat berkontribusi pada upaya pencapaian target dan indikator SDG’s di Kota Semarang.
Ide inovasi LEBARAN KETUPAT berawal dari permasalahan tentang tidak tercapainya angka keberhasilan pengobatan TBC di Puskesmas Bulu Lor tahun 2022 (hanya 89,1?ri target 90%), serta belum ada pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pengobatan pasien TBC. Inovasi LEBARAN KETUPAT merupakan solusi yang sangat inovatif untuk mengatasi masalah sistem pengobatan pasien TBC di Puskesmas Bulu Lor. Inovasi ini memberikan manfaat yang sangat signifikan dalam hal pelayanan dan pengobatan pasien TBC. Manfaat dari inovasi LEBARAN KETUPAT adalah sebagai berikut :
Inovasi LEBARAN KETUPAT mampu meningkatkan angka keberhasilan pengobatan pasien TBC di Puskesmas Bulu Lor tahun 2023 menjadi 94% melebihi target nasional. Dampak tersebut ditunjukan dengan kondisi sebelum (before) dan sesudah (after) berbasis indikator kinerja Puskesmas sebagai berikut :
|
No |
Indikator |
Sebelum |
Sesudah |
Keterangan |
|
2022 |
2023 |
|||
|
1. |
Angka keberhasilan pengobatan pasien TBC |
33 pasien , target 37 pasien (89,1%) |
64 pasien, target 68 pasien, 94% |
Peningkatan angka keberhasilan pengobatan |
|
2. |
Sistem pengobatan pasien TBC |
Manual dengan kartu pengobatan |
Digitalisasi dengan reminder melalui smartphone
|
Mengurangi resiko pasien lupa mengkonsumsi obat |
|
3 |
Efektifitas pelayanan pengobatan bagi pasien TBC |
Belum ada jasa layanan pengantaran obat |
Layanan pengantaran obat secara gratis |
Peningkatan efektifitas pelayanan pengobatan bagi pasien TBC |
Inovasi LEBARAN KETUPAT selaras dengan Misi Asta Cita ke-4 yaitu Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi, olahraga, kesetaraan gender serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas. Di samping itu, inovasi ini juga berkontribusi pada program prioritas Presiden yang ke-4 yaitu meningkatkan layanan kesehatan dan obat untuk rakyat , dimana inovasi LEBARAN KETUPAT dalam hal ini telah menyediakan layanan kesehatan yang efektif dan efisien bagi pasien TBC, dengan adanya digitalisasi sistem pengobatan pasien TBC.
Inovasi LEBARAN KETUPAT merupakan inovasi di bidang kesehatan yang sudah terbukti mampu memberikan dampak positif dalam sistem pelayanan pengobatan pasien TBC. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya target angka keberhasilan pengobatan TBC yang melampaui target nasional (94%). Inovasi ini juga telah meningkatan efektifitas layanan pengobatan pasien TBC dengan adanya notifikasi /reminder pada smartphone pasien yang sudah disetting oleh petugas, sehingga dapat mengurangi resiko pasien lupa untuk minum obat atau kontrol ke puskesmas. Di sisi lain, Inovasi ini juga memberikan kemudahan bagi pasien TBC dengan menyediakan jasa pengantaran obat secara gratis. Layanan ini memberikan manfaat bagi pasien TBC yang berhalangan untuk mengambil obat di puskesmas sehingga dapat mencegah resiko pasien TBC putus pengobatan/mangkir.