Memuat…
PUSKESMAS ROWOSARI
Detail Inovasi OPD

SEMASA ABADI ( Sistem Deteksi Masa Kadaluwarsa Sediaan Farmasi Terintegrasi Berbasis Digital )

4 Foto
Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

Kadaluwarsa obat adalah obat yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan yang menandakan obat tersebut sudah tidak layak dikonsumsi/digunakan (Kemkenkes RI, 2021). Berdasarkan Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian tahun 2021, proses pengelolaan obat di puskesmas merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Hal tersebut sesuai dengan pedoman dari World Health Organization (WHO), dimana obat yang telah kadaluwarsa memiliki dampak yang serius, sehingga diperlukan sistem pengontrolan pengelolaan obat (WHO, 2006). Jurnal International of Health and Pharmaceutical juga menyatakan adanya penanda yang dapat membedakan untuk obat yang mendekati kadaluwarsa (Rezeki, 2022). Didukung dengan salah satu strategi pembangunan kesehatan yang dilakukan Pemerintah yaitu dengan meningkatkan pengawasan obat (Dinkes, 2021). Dalam Peraturan BPOM, juga disebutkan bahwa sistem pengawasan obat belum berjalan dengan optimal (BPOM, 2020). Banyaknya kasus terkait obat kadaluwarsa mengharuskan kita untuk lebih ketat dalam pengelolaan sediaan farmasi. Kasus tahun 2019 di Semarang, ditemukan repacking obat kadaluwarsa oleh salah satu distributor. Kasus di Tangerang tahun 2022 terdapat petugas kesehatan yang memberikan obat kadaluwarsa hingga dikonsumsi balita. Inovasi ini mendorong Tujuan Pembangunan Berkala terutama tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Inovasi ini sangat berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya keamanan sediaan farmasi. Inovasi ini juga sangat mengefisiensi waktu dan nilai sediaan farmasi karena masa kadaluwarsa terdeteksi sejak dini dan real time. Bentuk kebaruan dari inovasi SEMASA ABADI ini berupa metode mendeteksi potensi kadaluwarsa sediaan farmasi terintegrasi berbasis digital. Selama ini hanya dilakukan pencatatan stok dan masa kadaluwarsa sediaan farmasi secara manual maka tidak ada warning system deteksi dini masa kadaluwarsa sediaan farmasi. Hal tersebut akan lebih sangat meningkatkan resiko jumlah sediaan farmasi yang kadaluwarsa dan meningkatkan potensi pemberian obat kadaluwarsa sampai ke tangan pasien. Namun, sekarang deteksi dini sediaan farmasi dapat dilakukan jauh lebih dini dan lebih update melalui SEMASA ABADI. Bukan lagi secara manual atau menggunakan google sphreadsheet, inovasi ini sangat aplikatif dalam pengelolaan sediaan farmasi, sehingga memudahkan dalam penggunaannya. Dengan menggunakan handphone, sediaan farmasi yang telah memiliki barcode dilakukan proses penginputan data dan masa kadaluwarsa akan secara otomatis muncul sesuai dengan kategori kadaluwarsa. Data tersebut akan ter-update secara real time baik jumlah stok, jumlah rupiah dan kategori masa kadaluwarsa. Inovasi SEMASA ABADI memiliki keunggulan yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga informasi didapat dengan sangat mudah, cepat dan akurat. Selain itu, secara langsung juga akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya keamanan sediaan farmasi. Inovasi ini dapat sangat mudah untuk di adaptasi dan di aplikasikan ke fasilitas pelayanan kesehatan khususnya farmasi. Inovasi ini merupakan sebuah early warning system masa kadaluwarsa sediaan farmasi. Inovasi ini sangat mudah, cepat, dan akurat sehingga status kadaluwarsa sediaan farmasi dapat diketahui secara real time. Inovasi ini menggunakan perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), terbagi menjadi 3 kategori : kategori merah untuk sediaan farmasi dengan masa kadaluwarsa < 6> 12 bulan. Data kadaluwarsa sediaan farmasi akan tersimpan saat dilakukan proses input penerimaan stok sediaan farmasi dan akan terlihat pada tampilan awal software dan terbagi menjadi 3 kategori kadaluwarsa. Data akan terhubung dengan handphone dan dapat diketahui langsung oleh petugas. Beberapa fitur tersedia dalam aplikasi SEMASA ABADI, seperti fitur pengeluaran sediaan farmasi, sehingga data yang disajikan akan otomatis update, beserta masa kadaluwarsanya.

Tujuan Inovasi

Tujuan Umum : Tujuan dari Inovasi ini adalah mendeteksi lebih dini masa kadaluwarsa pada sediaan farmasi dengan memanfaatkan teknologi digital Tujuan Khusus : 1. Mengindentifikasi masa kadaluwarsa dan potensi kerugian pada sediaan farmasi kurang dari 6 bulan, 6 – 12 bulan dan lebih dari 12 bulan 2. Memudahkan petugas farmasi dalam mengelola sediaan farmasi 3. Menjamin mutu dari keamanan obat kepada pasien

Manfaat Inovasi

Melalui inovasi SEMASA ABADI (Sistem Deteksi Masa Kadaluwarsa Sediaan Farmasi Terintegrasi Berbasis Digital) maka monitoring terhadap kadaluwarsa obat dapat dilakukan secara real time, efektif dan efisien serta membantu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia

Hasil Inovasi

Dari hasil inovasi terjadi penurunan prosentase sediaan farmasi yang kadaluwarsa, pada tahun 2021 terdapat 2,95% sediaan farmasi yang kadaluwarsa, setelah adanya inovasi terdapat penurunan prosentase sediaan farmasi yang kadaluwarsa yaitu 0.68% pada tahun 2022 dan 0.38% pada tahun 2023.

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2022-07-01
Implementasi
2022-07-01