Angka Kematian Ibu di Kota Semarang pada tahun 2023 terdapat sekitar 16 kasus. Angka Kematian Ibu (AKI) diakibatkan karena risiko yang dihadapi oleh ibu selama masa kehamilan hingga persalinan. Beberapa faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil meliputi kondisi sosial ekonomi yang menjadi salah satu indikator terhadap status gizi ibu hamil, kesehatan yang kurang baik pada saat sebelum maupun dalam masa kehamilan, adanya komplikasi pada kehamilan dan saat melahirkan, adanya ketersediaan fasilitas kesehatan khususnya pelayanan terhadap prenatal dan obstetri. Sebagai upaya pencegahan komplikasi yang dapat berdampak menjadi Angka Kematian Ibu (AKI) salah satunya adalah melalui pemeriksaan ANC yang rutin dan sesuai standar. Ibu Hamil dapat melakukan Pemeriksaan ANC minimal 6 kali. Diantaranya 1 kali di Trimester pertama (pemeriksaan dengan dokter dan USG), 2 kali di Trimester kedua, dan 3 kali di trimester ketiga (ANC ke 5 pemeriksaan dengan dokter dan USG). Menurut Data K1 ibu hamil wilayah Kerja Puskesmas Manyaran pada tahun 2023 sejumlah 506 jiwa, jumlah K4 adalah 509 jiwa, Jumlah K6 adalah 509 jiwa (capaian yang didapatkan tidak memenuhi sasaran kinerja), Jumlah AKI 1 kasus penyebab Pre eklampsia. Indikator Kematian ibu tidak mencapai target (90%) dan Angka Kematian Bayi mencapai 6 kasus (94%). Penyebab Permasalahan yang sering ditemui antara lain Mayoritas ibu hamil bekerja dan tidak bisa leluasa meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Fasyankes melaksanakan ANC Terpadu, Merasa kerepotan dengan anak yang lain yang masih kecil, Tidak bisa menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan, karena tidak ada yang mengantar, tidak memiliki kendaraan, tidak memiliki aplikasi ojek online, jauh dari transportasi umum, dan berbagai alasan lainnya, Kurangnya dukungan dari pasangan (suami) dan keluarga/ kerabat. Mengatasi masalah di atas, dilahirkanlah inovasi PECINAN KOTA SEMARANG. PECINAN KOTA SEMARANG mulai dijalankan pada September 2023. Dengan penerapan inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi upaya penurunan kasus kematian Ibu dan Anak dengan deteksi dini resiko kehamilan menggunakan metode jemput bola pada kelompok sasaran.
Inovasi PECINAN memiliki keunikan sebagai hasil kreativitas dari Upaya Kesehatan Masyarakat Program Kesehatan Keluarga Puskesmas Manyaran Semarang. Inovasi ini berbasis orientasi pelayanan dan kolaborasi lintas program dan lintas sektor secara gotong-royong sehingga mampu memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk melakukan perbaikan tiada henti dengan penggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama yaitu penurunan kasus kematian ibu dan kematian bayi. Prosedur dari inovasi ini adalah mengkolaborasikan peran lintas program dan lintas sektor dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat (ibu hamil) untuk meningkatkan capaian kunjungan K1, K4 dan deteksi dini risiko pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Dengan penerapan inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi upaya penurunan kasus kematian Ibu dan Anak dengan deteksi dini resiko kehamilan menggunakan metode jemput bola pada kelompok sasaran. Memberikan akses dan jangkauan lebih mudah untuk pasien mendapatkan pelayanan kesehatan selama periode kehamilan. Melalui INOVASI PECINAN KOTA SEMARANG ini diharapkan Setiap ibu hamil dapat melaksanakan Program ANC Terpadu. Program ANC Terpadu ini merupakan program pelayanan kesehatan terpadu bagi ibu hamil warga Kota Semarang, yang mencakup pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gigi, pemeriksaan laboratorium, dan konsultasi gizi. Pemeriksaan kehamilan 10T dengan Bidan, Pemeriksaan Laboratorium berupa Hb, Gula Darah, Golongan darah, protein urine dan reduksi urine, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gigi dengan dokter gigi, dilanjutkan dengan skrining resiko kehamilan dan pre eklampsia dengan dokter umum, dan Konsultasi Gizi dengan nutrisionist. Pemeriksaan kehamilan Dengan adanya ANC Terpadu ini, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan lengkap dan dengan akses pelayanan yang mudah dan lebih dekat dengan Masyarakat. Selain itu, Pecinan juga diharapkan mampu meningkatkan cakupan Kunjungan pertama di Trimester 1 (K1), Kunjungan keempat (K4), Kunjungan keenam (K6), dan persalinan terdata di wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Sehingga ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Manyaran semua terdata dan terdampingi.
PECINAN KOTA SEMARANG mulai dijalankan pada September 2023. Dengan penerapan inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi upaya penurunan kasus kematian Ibu dan Anak dengan deteksi dini resiko kehamilan menggunakan metode jemput bola pada kelompok sasaran. Dengan melakukan deteksi resiko kehamilan yang semakin dini diharapkah mampu menekan angka komplikasi ibu hamil, sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di iwlayah kerja puskesmas Manyaran. Melalui INOVASI PECINAN KOTA SEMARANG ini diharapkan Setiap ibu hamil dapat melaksanakan Program ANC Terpadu. Program ANC Terpadu ini merupakan program pelayanan kesehatan terpadu bagi ibu hamil warga Kota Semarang, yang mencakup pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gigi, pemeriksaan laboratorium, dan konsultasi gizi. Pemeriksaan kehamilan 10T dengan Bidan, Pemeriksaan Laboratorium berupa Hb, Gula Darah, Golongan darah, protein urine dan reduksi urine, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gigi dengan dokter gigi, dilanjutkan dengan skrining resiko kehamilan dan pre eklampsia oleh dokter umum, dan Konsultasi Gizi oleh nutrisionist. Pemeriksaan kehamilan Dengan adanya ANC Terpadu ini, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan lengkap dan dengan akses pelayanan yang mudah dan lebih dekat dengan Masyarakat. Selain itu, Pecinan juga diharapkan mampu meningkatkan cakupan Kunjungan pertama di Trimester 1 (K1), Kunjungan keempat (K4), Kunjungan keenam (K6), dan persalinan terdata di wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Sehingga ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Manyaran semua terdata dan terdampingi.
Untuk lebih menjaga dan meningkatkan inovasi PECINAN, inovasi ini telah dievaluasi atau dinilai oleh berbagai pihak. Evaluasi ditekankan pada sejauh mana kemampuan inovasi PECINAN dalam menurunkan angka Kematian Ibu dan meningkatkan cakupan K4 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Manyaran Semarang, yang menjamin masyarakat kelompok sasaran yaitu ibu hamil mendapatkan pelayanan kesehatan deteksi awal resiko kehamilan sehingga dapat menurunkan resiko Angka Kematian Ibu. Metode evaluasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk melihat progres pencapaian penurunan Angka Kematian Ibu sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah dalam mendukung upaya Angka Kematian Ibu di Indonesia. Evaluasi juga dilakukan melalui tinjauan eksternal oleh Kecamatan Semarang Barat yang bertujuan untuk mendapatkan umpan balik atas kinerja dan kualitas dukungan lintas sector yang diberikan kepada masyarakat. Hasil evaluasi memberikan rekomendasi perbaikan dan penyempurnaan secara berkelanjutan, yang telah disikapi langsung oleh Puskesmas Manyaran guna meningkatkan kinerja penurunan Angka Kematian Ibu di wilayah kerja Puskesmas Manyaran Semarang. Adanya Penguatan kerjasama dan kemitraan penatalaksanaan ibu hamil resiko tinggi dengan cara melibatkan lintas sektor terkait, yaitu : Kecamatan, Kelurahan, PKK, FKK dan LPMK. Profesionalisme pengelolaan pencegahan dan penatalaksanaan ibu hamil resiko tinggi, dilakukan dengan cara standarisasi pelayanan program Kesehatan Ibu dan pengukuran mutu pelayanan program Kesehatan Keluarga di fasilitas jejaring Puskesmas (Klinik, Dokter Praktek Swasta, Bidan Praktek Swasta.) Penguatan manajemen program dan system rujukan, dilakukan dengan manajemen terpadu program Kesehatan ibu dan anak dan system rujukan pada jejaring Puskesmas (Klinik, Bidan Praktek Swasta dan Dokter Klinik Swasta). Penguatan peran serta linsek dan tokoh masyarakat dilakukan dengan cara pembuatan kebijakan internal dan menggugah kepedulian tokoh masyarakat dan warga untuk bergotong royong membantu dalam pematauan dan pendampingan serta memberikan dukungan bagi ibu hamil. Desiminasi program ANC Terpadu untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, dilakukan dengan cara pemanfaatan media sosial dan media lainnya di masyarakat sebagai media sosialisasi dan penyampaian informasi program ANC Terpadu kepada masyarakat. Pelayanan Kesehatan ibu hamil dan konsultasi ibu hamil, melalui pemeriksaan kehamilan maupun pemeriksaan laboratorium sebagai deteksi awal resiko kehamilan. Terbukti inovasi PECINAN sukses meningkatkan cakupan K1 dan K4 di wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Oleh karena itu, Inovasi PECINAN dengan berbagai keunggulannya sangat potensial diterapkan didaerah lain dengan persoalan yang sama. Dengan peningkatan cakupan K1 dan K4 ibu hamil, deteksi awal resiko kehamilan dapat sedini mungkin diketahui dan dikendalikan. Harapannya, ibu hamil hingga masa nifas akan selalu terpantau kondisi kesehatannya, dan dapat menekan Angka kematian Ibu serta Angka Kematian Bayi.