Kesehatan ibu dan anak merupakan prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs). Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tergolong tinggi,tujuannya memudahkan akses Kesehatan ibu dan reproduksi untuk mengurangi rasio kematian ibu secara global . Beberapa masalah kesehatan yang sering dialami ibu hamil antara lain anemia, kurang gizi, infeksi, dan gangguan kehamilan lainnya.Masalah-masalah ini dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Penanganan masalah kesehatan ibu dan anak memerlukan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, maupun masyarakat. Beberapa solusi yang dapat diimplementasikan antara lain meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan , hal ini sesuai dengan misi utama Asta Cita ke 4 sebagai landasan untuk mencapai visi "Bersama Menuju Indonesia Emas 2045".SAYANG BUNDAKU (Siap Melayani Satu Gedung ibu dan bayi plus akupressure) adalah inovasi pelayanan kesehatan ibu dan anak di UPTD Puskesmas Kedungmundu di lakukan di dalam satu gedung (gedung KIA) mulai dari pendaftaran, pelayanan sampai pasien pulang semua dilakukan di dalam gedung tersendiri. Kegiatan meliputi pemeriksaan oleh bidan , dokter umum, dokter gigi, pemeriksaan USG,pemeriksaan laboratorium, pelayanan farmasi , konsul gizi,kelas ibu hamil dan akupressure. Tujuan dari inovasi adalah mempermudah akses pelayanan ibu dan anak,sesuai dengan UU no 36 th 2009 yang mengatur secara umum tentang kesehatan, termasuk hak dan kewajiban dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, UU no 4 tahun 2024 kesejahteraan ibu dan anak pada periode kritis seribu hari pertama kehidupan, yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun,Permenkes no 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan kesehatan masa sebelum hamil , masa hamil , persalinan, dan masa setelah melahirkan,Pelayanan Kontrasepsi dan Pelayanan Kesehatan Seksual. Kebaruan dari inovasi SAYANG BUNDAKU adalah memisahkan antara pasien yang sakit dan yang sehat, kolaborasi dengan poli lainnya, pelayanan akupressure pada kelas ibu hamil . Inovasi SAYANG BUNDAKU memberikan dampak untuk pelayanan ibu dan anak karena memberikan pelayanan yang lebih cepat , mudah, nyaman dan professional. Inovasi SAYANG BUNDAKU berdampak bagi UPTD Puskesmas Kedungmundu yaitu meningkatkan cakupan kunjungan ibu dan anak. Inovasi sebagai upaya pada peningkatan pelayanan , sehingga pelayanan menjadi lebih prima. Inovasi SAYANG BUNDAKU memberikan manfaat bagi ibu hamil, masyarakat dan UPTD Puskesmas Kedungmundu karena pasien dimudahkan mendapatkan pelayanan maksimal,diharapkan cakupan kinerja meningkat. Inovasi SAYANG BUNDAKU menjadikan petugas lebih fokus sehingga petugas bisa menggali permasalahan yang di hadapi pasien, cepat mengetahui faktor risiko dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan. Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator utama Angka Kematian Ibu (AKI). AKI adalah semua kematian dalam ruang lingkup tersebut di setiap 100.000 kelahiran hidup.. Pada tahun 2020 terdapat 4.627 kematian ibu , sedangkan pada tahun 2021 terdapat 7.389 kematian ibu di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020. Di Kota semarang tahun 2022 ada 15 Kematian Ibu. Target kinerja angka kematian ibu UPTD Puskesmas kedungmundu tahun 2022 adalah 0 kasus, namun masih ada 1 Kematian Ibu (99%). Upaya AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan ANC yang berkualitas, pertolongan persalinan oleh Nakes di fasilitas kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan KB. Kekhawatiran masyarakat terutama ibu hamil sehat dan bayinya jika berkunjung ke Puskesmas akan tertular penyakit lain, menjadikan komitmen UPTD Puskesmas Kedungmundu memberikan pelayanan yang lebih baik dengan membuat inovasi SAYANG BUNDAKU. Pelayanan ibu dan bayi sehat dipisahkan dengan pasien yang sakit. Dilaksanakan dalam satu gedung , dengan cara memadukan beberapa jenis pelayanan lain untuk menyelenggarakan pelayanan secara bersama sehingga mempermudah akses pelayanan ibu dan anak. Harapannya Cakupan pelayanan ibu dan anak di UPTD Puskesmas Kedungmundu meningkat, pelayanan bisa lebih cepat, mudah, nyaman dan profesional sehingga menciptakan pelayanan prima dan lebih efektif. Kelompok sasaran inovasi SAYANG BUNDAKU adalah semua pasien diruang kesehatan ibu dan anak (KIA). Pasien imunisasi anak, ibu hamil, ibu nifas, bayi baru lahir, PUS dan WUS termasuk calon pengantin.
Kegiatan inovasi SAYANG BUNDAKU bertujuan untuk memisahkan pasien sehat dengan pasien yang sakit yang dirancang umtuk dilaksanakan dalam satu gedung dengan cara memadukan beberapa jenis pelayanan untuk menyelenggarakan pelayanan secara bersama sehingga mempermudah akses pelayanan ibu dan anak. Harapannya cakupan pelayanan ibu dan anak di UPTD Puskesmas Kedungmundu meningkat pelayanan bisa lebih cepat, mudah, nyaman dan professional sehingga menciptakan pelayanan prima dan lebih efektif.
Inovasi SAYANG BUNDAKU berdampak pada: Masyarakat Inovasi SAYANG BUNDAKU bedampak pada masyarakat yaitu ibu dan bayinya tidak perlu khawatir tertular suatu penyakit , efektifitas waktu, mendapatkan pelayanan komprehensif dalam satu tempat. Petugas Inovasi SAYANG BUNDAKU menjadikan petugas lebih fokus sehingga petugas bisa menggali permasalahan yang di hadapi pasien, cepat mengetahui faktor risiko dan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan. UPTD Puskesmas Kedungmundu Inovasi SAYANG BUNDAKU berkonstribusi untuk meningkatkan kunjungan dan penilaian kerja UPTD Puskesmas Kedungmundu (PKP) sehingga capaian kinerja diharapkan bisa 100 % pada akhir tahun dan meminimalisir keluhan Dinas Kesehatan Kota Semarang Inovasi SAYANG BUNDAKU berkonstribusi untuk meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kota Semarang dengan menurunkan angka anemia, KEK, dan Stunting di Kota Semarang khususnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kedungmundu.
Setelah dilakukan inovasi SAYANG BUNDAKU dampak positif bagi masyarakat ditunjukan dengan kondisi sebelum (before) dan sesudah (after) yang bisa dilihat dalam tabel berikut : NO. Uraian Sebelum Sesudah 1 Lokasi pelayanan Pelayanan jadi satu dengan pasien umum dan pasien sakit Terpisah dengan pasien sakit, sehinga meminimalisir risiko tertular penyakit 3 Jumlah kunjungan < 1000>1000 pasien 4 Nilai kepuasan Tahun 2022 Kurang puas 30% Puas 70 % Tahun 2023 Kurang Puas 5 % Puas 95 ]ukungan lintas program Hanya Inovasi Sayang bundaku Ada inovasi lain yang mendukung program dalam 1 gedung Berdasarkan data diatas dampak inovasi SAYANG BUNDAKU dapat dilihat dari lokasi pasien yang awalnya menjadi satu dengan pasien sakit menjadi terpisah dari pasien yang sakit. waktu tunggu dan pelayanan menjadi lebih singkat, Pembayaran tindakan yang semula di loket utama menjadi di loket KIA, Pemeriksaan dan konsultasi pelayanan lain tidak usah ke masing-masing poli tersebut.