Memuat…
Bidang Pelayanan Kesehatan DKK
Detail Inovasi OPD

RADEN PATAH

Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

Dasar : Undang–Undang Nomor 20 tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional.

Dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai instansi pemerintah daerah, Dinas Kesehatan Kota Semarang menghadapi berbagai tantangan dalam peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan. Permasalahan utama meliputi:prevalensi balita stunting 1,7%,kejadian kematian ibu 19 Kasus,prevalensi masalah gizi anak 1,66,DBD 70 Kasus dengan 2 kasus kematian,angka kemiskinan sebesar 4,25%,indeks pembangunan manusia sebesar 84,08 dan mekanisme evaluasi dan umpan balik kolaborasi dengan perguruan tinggi < 1>

Inovasi RADEN PATAH bekerja melalui sistem layanan terpadu yang responsif,implementatif,dan kolaboratif. Cara Kerja Inovasi RADEN PATAH sebagai berikut :

  1. Pengembangan Kebijakan Kesehatan. Tujuan: Merumuskan kebijakan berbasis data dan riset. Peran Dinkes : Mengimplementasikan kebijakan dan menyediakan kebutuhan data. Peran PT : Memberi masukan berbasis riset dan teori.
  2. Pemetaan Masalah Kesehatan Wilayah. Tujuan : Identifikasi sebaran masalah kesehatan. Peran Dinkes : Menyediakan data primer dan sekunder. Peran PT : Mengolah dan menganalisis data spasial.
  3. Database Bersama untuk Surveillance dan Monitoring Kesehatan. Tujuan : Mengintegrasikan data kesehatan lokal untuk keperluan analisis dan perencanaan. Peran Dinkes : Menyediakan dan memverifikasi data lapangan. Peran PT : Merancang sistem dan melakukan analisis data.
  4. Inovasi Teknologi Kesehatan. Tujuan : Mendorong inovasi layanan kesehatan berbasis riset. Peran Dinkes : Mendukung regulasi. Peran PT : Menyediakan tenaga ahli, mahasiswa magang, dan hasil riset.

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Semarang berhasil melalui inovasi RADEN PATAH dibuktikan dengan menurunnya prevalensi stunting 1%, menurunnya AKI 14 Kasus, menurunnya Prevalensi Masalah Gizi Anak 1,04, menurunnya IR DB 19.000 per 100.000 penduduk dan CFR 1,8%, menurunnya angka kemiskinan 4,03 ?n meningkatnya indeks pembangunan manusia 85,24. Serta meningkatnya : indeks pembangunan manusia dan mekanisme evaluasi dan umpan balik kolaborasi dengan perguruan tinngi. Hal ini setara dengan peningkatan target indikator RPJMN 2020 – 2024. Inovasi RADEN PATAH selaras dengan Misi Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat kesehatan.

 

Tujuan Inovasi

Inovasi RADEN PATAH bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting, menurunkan angka kematian/kesakitan ibu dan masalah gizi anak, menurunkan kasus demam berdarah, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan indeks pembangunan manusia dan meningkatkan evaluasi dan feedback kolaborasi.

Outcome yang diharapkan:

  1. Menurunkan prevalensi stunting menjadi 1%;
  2. Penurunan AKI 71.32 per 100.000 KH;
  3. Penurunan prevalensi masalah gizi anak menjadi 1,04;
  4. Penurunan IR DB 19 per 100.000 penduduk dan CFR <1>
  5. Menurunkan angka kemiskinan menjadi 3,84 % – 4,04 %;
  6. Meningkatkan indeks pembangunan manusia menjadi 84,40 – 84,80;
  7. Meningkatkan evaluasi dan feedback kolaborasi menjadi 2 kali/tahun.

Output yang diharapkan:

  1. Mahasiswa yang melaksanakan melaksanakan magang di Dinas Kesehatan dan Puskesmas dengan target 50 % Perguruan Tinggi Di Kota Semarang;
  2. Pelaksanaan penelitian isu kesehatan masyarakat meningkat 10 % setiap tahun;
  3. Perguruan tinggi melaksanakan pengabdian masyarakat untuk membantu program penyuluhan kesehatan dan program layanan kesehatan dengan target 1 wilayah kerja setiap Puskesmas.
Manfaat Inovasi

Outcome yang diharapkan:

  1. Menurunkan prevalensi stunting menjadi 1%.
  2. Penurunan AKI 71.32 per 100.000 KH
  3. Penurunan prevalensi masalah gizi anak menjadi 1,04
  4. Penurunan IR DB 19 per 100.000 penduduk dan CFR <1>
  5. Menurunkan angka kemiskinan menjadi 3,84 % – 4,04 %
  6. Meningkatkan indeks pembangunan manusia menjadi 84,40 – 84,80
  7. Meningkatkan evaluasi dan feedback kolaborasi menjadi 2 kali/tahun
Hasil Inovasi

Output yang diharapkan:

  1. Mahasiswa yang melaksanakan magang di Dinas Kesehatan dan Puskesmas dengan target 50 % Perguruan Tinggi Di Kota Semarang 
  2. Pelaksanaan penelitian isu kesehatan masyarakat meningkat 10 % setiap tahun.
  3. Perguruan tinggi melaksanakan pengabdian masyarakat untuk membantu program penyuluhan kesehatan dan program layanan kesehatan dengan target 1 wilayah kerja setiap Puskesmas.
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2022-01-03
Implementasi
2023-04-01