Dasar Hukum
Inovasi PERI KENCANA dibentuk sebagai implementasi kebijakan nasional, Provinsi Jawa Tengah, dan Kota Semarang dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus. Inovasi ini mendukung pencapaian target Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan, pelaksanaan GERMAS, penguatan transformasi layanan primer, serta prioritas pembangunan kesehatan yang tercantum dalam RKPD Kota Semarang Tahun 2024–2026 melalui kegiatan konseling, edukasi kesehatan, skrining faktor risiko, dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi masyarakat.
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengamanatkan upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, serta pengendalian penyakit tidak menular (PTM) secara terpadu.
2. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang mendorong peningkatan aktivitas fisik, deteksi dini faktor risiko penyakit, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pengendalian penyakit tidak menular.
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, yang mengamanatkan Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan, termasuk promosi kesehatan, skrining faktor risiko, dan pengendalian PTM.
4.Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang mewajibkan pemerintah daerah memberikan pelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus melalui deteksi dini dan pemantauan kesehatan.
5.Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025–2045, yang mengarahkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan upaya promotif dan preventif.
6. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024, 2025, dan 2026, yang memprioritaskan: peningkatan kualitas sumber daya manusia; penguatan pelayanan kesehatan primer; pengendalian penyakit tidak menular; peningkatan perilaku hidup sehat masyarakat.
7.Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2024 tentang RPJPD Kota Semarang Tahun 2025–2045, yang menetapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan derajat kesehatan masyarakat sebagai arah pembangunan jangka panjang daerah
8.Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 35 Tahun 2024 tentang RKPD Kota Semarang Tahun 2025, yang menjadi pedoman pembangunan daerah tahun 2025, termasuk bidang kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat
Inovasi ini berkontribusi pada pencapaian indikator kinerja penyelenggara inovasi yang selaras dengan RPJMN, RPJMD, dan Renstra Dinas Kesehatan secara spesifik pada peningkatan cakupan pelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi dan DM sesuai standar dan peningkatan pengendalian faktor risiko PTM. Melalui edukasi digital yang terintegrasi dengan aktivitas fisik (senam Prolanis), terjadi peningkatan kepatuhan kontrol, perbaikan indikator kesehatan peserta, akses layanan kesehatan primer yang berkualitas.
Inovasi PERI KENCANA lahir dari permasalahan tingginya kasus hipertensi dan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas yang belum diimbangi dengan optimalnya deteksi dini, kepatuhan kontrol, dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan penyakit. Selain itu, hipertensi dan diabetes melitus merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan, kematian, serta pembiayaan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi yang mampu mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan konseling, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan rutin sehingga penyakit dapat dideteksi lebih awal, dikendalikan dengan baik, dan komplikasi dapat dicegah.
E-book PERI KENCANA terintegrasi dengan video senam Prolanis memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya media edukasi dan layanan inovatif yang efektif bagi peserta. E-book ini menyajikan materi edukasi hipertensi dan Diabetes Melitus tipe II secara komprehensif, mudah dipahami, dan dapat dicetak maupun diakses secara digital, sehingga memudahkan peserta dengan berbagai kebutuhan.
Integrasi video senam Prolanis memungkinkan peserta berpartisipasi secara interaktif dalam aktivitas fisik yang mendukung pengendalian penyakit kronis, sekaligus meningkatkan motivasi dan kepatuhan terhadap kontrol rutin. Dengan desain yang atraktif dan praktis, e-book ini tidak hanya mempermudah tenaga kesehatan dalam memberikan konseling, tetapi juga mendorong peserta untuk aktif belajar dan menerapkan gaya hidup sehat secara berkelanjutan, sehingga diharapkan berdampak positif pada pengendalian tekanan darah, kadar gula darah, dan kualitas hidup pasien.
Buku PERI KENCANA terintegrasi dengan video senam Prolanis menghadirkan layanan inovatif dan interaktif yang menarik bagi peserta, memudahkan edukasi, konseling, dan pemantauan kesehatan secara aktif
Cara kerja inovasi :
Tahapan implementasi :
Inovasi PERI KENCANA bertujuan meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan Prolanis di UPTD Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang melalui penyediaan media edukasi digital yang komprehensif, mudah diakses, dan berkelanjutan. Inovasi ini memperkuat pemahaman hipertensi dan DM tipe II, kepatuhan kontrol rutin dan terapi, serta mendorong partisipasi aktif kegiatan Prolanis, termasuk senam secara mandiri/kelompok. Outcome yang diharapkan :
Output yang diharapkan :
Inovasi ini berkontribusi pada pencapaian indikator kinerja penyelenggara inovasi yang selaras dengan RPJMN, RPJMD, dan Renstra Dinas Kesehatan secara spesifik pada peningkatan cakupan pelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi dan DM sesuai standar dan peningkatan pengendalian faktor risiko PTM. Melalui edukasi digital yang terintegrasi dengan aktivitas fisik (senam Prolanis), terjadi peningkatan kepatuhan kontrol, perbaikan indikator kesehatan peserta, akses layanan kesehatan primer yang berkualitas.
Hubungan Inovasi dengan Asta Cita dan Program Prioritas Presiden
Inovasi ini sejalan dengan Asta Cita ke 5 dan Program Prioritas Presiden, khususnya dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif serta transformasi layanan kesehatan. Melalui peningkatan edukasi, promotif, dan preventif pada pasien hipertensi dan Diabetes Melitus tipe II, inovasi ini mendukung upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada pencegahan dan penguatan layanan primer.
Inovasi ini juga mendukung transformasi digital pelayanan publik, melalui pemanfaatan media elektronik untuk memperluas akses edukasi kesehatan. Dengan meningkatnya kepatuhan kontrol dan aktivitas fisik peserta Prolanis, inovasi PERI KENCANA berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pencapaian program prioritas pemerintah di bidang kesehatan
|
Indikator |
Sebelum Inovasi |
Setelah Inovasi |
Keterangan |
|
Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Peserta |
Nilai rata-rata pretest: 59,32 |
Nilai rata-rata posttest: 83,97 |
Terjadi peningkatan signifikan |
|
Tingkat Kepuasan Peserta |
Belum dilakukan survei |
- 88% sangat puas dengan kualitas pelayanan - 87% menyatakan konseling dan edukasi sangat jelas - 82% buku mudah digunakan - 95% menganggap e-book bermanfaat - 93% termotivasi mengikuti video senam |
Survei menunjukkan respon sangat positif terhadap media edukasi dan kegiatan Prolanis. |
|
Perbaikan Indikator Kesehatan Peserta |
Mayoritas peserta memiliki gula darah dan tekanan darah tidak terkendali |
- 83/88 peserta (94,31%) mengalami penurunan GDP - 85/88 peserta (96,6%) mengalami penurunan tekanan darah hingga terkendali |
Inovasi berkontribusi pada peningkatan pengendalian hipertensi dan DM tipe II. |
hasil inovasi
3. Perbaikan Indikator Kesehatan Peserta