SIWASIAT (SISTEM INFORMASI PENGAWASAN INSPEKTORAT)
Adalah suatu system terpadu terdiri dari beberapa system pengawasan berbasis website yang dimiliki Inspektorat Kota Semarang yaitu Simwas (Sistem Pengawasan) Auditor , serta Simwas PPUPD, Adapun system pengawasan yang lain juga akan dikembangkan ke depannya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Ide pembuatan Simwas ini sudah bergulir sejak 2019 silam semenjak dirasa bahwa beberapa pekerjaan yang dilakukan oleh para auditor / PPUPD yang sebagian besar adalah terkait administrasi maupun dokumentasi bisa dilakukan secara berulang – ulang / monoton. Selain itu juga terdapat proses administrasi dari Naskah Hasil Pemeriksaan menjadi Laporan Hasil Pemeriksaan yang waktu dikarenakan pihak verifikator dari bagian evalap hingga tanda tangan Inspektur yang masih dilakukan secara manual atua memerlukan kehadian secara fisik di kantor untuk memproses dokumen tersebut.
Dalam hal proses pemeriksaan terdapat beberapa kasus para auditor / PPUPD juga mengalami kehilangan data,dokumen, atau berkas terkait pemeriksaan dikarenakan hilangnya softcopy atau file yang diberikan oleh obrik saat melaksanakan pengawasan.
Kehilangan file tersebut dikarenakan kerusakan file, media penyimpanan (FD), ataupun kerusakan dari PC / Laptop yang digunakan oleh pemeriksa. Bahkan tidak jarang juga terjadi kerusakan secara fisik karena media penyimpanan , laptop, atau PC itu hilang, jatuh , atau rusak saat proses pemeriksaan,
Hal tersebut membuat pekerjaan dari para pemeriksa menjadi terganggu, sehingga timbul suatu ide bahwa pekerjaan – pekerjaan tersebut seharusnya bisa dikerjakan secara efektif, efisien, dan ekonomis serta bisa dilakukan di manapun, kapanpun, dan dari manapun.
Sehingga munculah ide untuk mengubah pekerjaan tersebut yang semula dilakukan secara manual menjadi secara digital. Pekerjaan tersebut tidak terikat harus berada di kantor, harus menggunakan computer/ laptop di kantor, atau hanya bisa diakses di jam kantor. Dan yang paling penting bahwa setiap proses administrasi tersebut tercatat secara digital atau sistematis dari tahap awal pemeriksaan hingga proses penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan.
Proses awal dari inovasi diawali dengan penjabaran proses bisnis yang ada di Inspektorat Kota Semarang. Proses bisnis Inspektorat yang berawal dari penerbitan surat penugasan pemeriksaan hingga terbitnya Laporan Hasil Pemeriksaan merupakan proses yang amat panjang dan melibatkan semua unsur yang ada di Inspektorat.
Diawali dengan proses penerbitan Surat Penugasan Pemeriksaan yang berawal dari Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (Program yang sudah direncakan) atau permintaan dari pihak luar untuk pemeriksaan tertentu. Proses tersebut melibatkan bagian Perencanaan dan Pihak External.
Kemudian dari Surat Penugasan itu , tim operasional akan melakukan pemeriksaan pada obyek pemeriksaan. Dalam tim tersebut juga terdapat pembagian tugas dan hierarchy dari anggota tim, ketua tim, pengendali teknis, wakil penanggung jawab, dan penanggung jawab. Dokumen pemeriksaan dari anggota tim hingga disetujui oleh penanggung jawab harus terdokumentasi secara baik dan terdapat proses verifikasi bertingkat.
Kemudian dokumen tersebut juga akan melewati proses verifikasi pada bagian secretariat hingga disetujui oleh Inspektur.
Dokumen yang telah ditandatangani tersebut selanjutnya akan dikirimkan kepada OPD / obyek pemeriksaan untuk selanjutnya akan mereka komentari dan akan dilanjutkan tindak lanjut berdasarkan rekomendasi yang telah tercantum di laporan hasil pemeriksaan.
Proses itu semua yang semula dilakukan secara manual dengan menggunakan kertas kerja manual, laporan secara manual, akan dilakukan secara digital melalui proses input pelaporan melalui website , kemudian verifikasi secara online, dan persetujuan yang ditanda tangani secara online
Begitu juga dengan OPD / obrik juga akan melakukan perekaman bukti tindak lanjut melalui website sehingga mereka dapat memantau secara online progress temuan dan tindak lanjut yang telah mereka lakukan.
Data – data yang diinput baik dari pemeriksa maupun OPD / obrik akan menjadi database yang berguna bagi Pemerintah Kota Semarang khususnya di bidang pengawasan, karena dari database tersebut diharapkan kita akan mengetahui pada bidang apa, atau titik apa Pemerintah Kota Semarang masih memiliki kelemahan yang tentunya akan berpengaruh pada kebijakan pengawasan yang akan dilakukan ke depannya untuk mengatasi kelemahan tersebut. Database tersebut juga berguna dalam menindak lanjuti temuan BPK yang menjadi salah satu penilaian kinerja Inspektorat sebagai OPD di bidang pengawasan.
Sehingga ke depannya dengan penerapan pengawasan berbasis digital melalui website pengawasan tersebut diharapakan proses pengawasan yang dilakukan Inspektorat akan semakin efektif, efisien, dan ekonomis guna mencapai Semarang yang semakin hebat.
Untuk saat ini SIWASIAT dalam proses uji coba dengan berbagai macam trial error serta penambahan - penambahan fitur yang diperlukan guna mendukung proses pemeriksaan di Inspektorat Kota Semarang.
Menciptakan pengawasan yang efektif, efisien, dan ekonomis
Mempermudah proses pemeriksaan
Pemeriksaan yang berkualitas dan efektif