Kartu Cashless Trans Semarang Khusus Penyandang Disabilitas
Latar belakang pengguna Jasa Transportasi yang beragam dari berbagai golongan kondisi sosial dan budaya khususnya dalam pelayanan Transaksi keuangan (Pembayaran). Banyak ditemukannya kesulitan dalam mengidentifikasi kartu oleh penumpang berkebutuhan khusus (Penyandang Disabilitas) Sehingga BLU UPTD Trans Semarang sebagai pengelola Trans Semarang dirasa perlu untuk memberikan kemudahan pelayanan yang inklusif
Trans Semarang merupakan salah satu layanan transportasi umum yang disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang dan banyak digunakan oleh warga kota Semarang dan sekitarnya dalam bepergian dikarenakan tarif yang relatif terjangkau, Aman dan Nyaman. Dengan adanya animo/antusias warga yang cukup tinggi untuk menggunakan Trans semarang sebagai penunjang mobilitasnya, serta dukungan pemerintah daerah dalam kemajuan di bidang transportasi sehingga pemerintah kota semarang perlu melakukan inovasi layanan diantaranya melakukan inovasi klasifikasi tarif yang mengacu pada Peraturan Walikota Semarang Nomor 39 Tahun 2022 yaitu Tarif Umum yaitu Rp. 3.500,00 (tiga ribu lima ratus rupiah), untuk pembayaran secara non tunai (cashless); dan Rp. 4.000,00 (empat ribu rupiah), untuk pembayaran secara tunai, untuk tarif khusus sebesar Rp. 1.000,00 (seribu rupiah) untuk Lanjut Usia, Veteran, Mahasiswa, Pelajar, Pengguna KIA, Anak dibawah umur lima tahun dan Penyandang Disabilitas.
.
Dengan adanya Klasifikasi tarif yang baru tersebut, selanjutnya pemerintah kota semarang berinovasi pada layanan yang inklusif, yaitu dengan memberikan inovasi kartu cashless yang dapat digunakan untuk para penyandang disabilitas, dengan mencetak kartu yang diberikan huruf Braille sehingga para penyandang disabilitas dapat mengidentifikasi kartu tersebut. Dan pada akhirnya akan menghasilkan layanan dan minat masyarakat yang lebih meningkat. Serta dapat menekan perekonomian masyarakat dengan memberikan subsidi tarif pada layanan Transportasi berbasis jalan Trans Semarang yang inklusif.
Kondisi sebelum adanya inovasi ini Banyak ditemukannya kesulitan dalam mengidentifikasi kartu oleh penumpang berkebutuhan khusus (Penyandang Disabilitas)
Kondisi setelah adanya inovasi ini
kartu yang diberikan huruf Braille sehingga Penumpang berkebutuhan Khusus (Penyandang Disabilitas) dapat mengidentifikasi kartu tersebut.
6. Cara Kerja Inovasi