Memuat…
DINAS KESEHATAN
Detail Inovasi OPD

SEMAR BETUL (Semarang Berantas Tuberkulosis)

Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan
Setiap orang memiliki resiko untuk tertular penyakit, salah satunya Tuberkulosis. TBC dapat menyerang semua golongan umur, mulai anak, dewasa hingga lansia. Dimana sebagian besar pasien TBC masuk dalam usia 25 - 54 tahun yang merupakan usia produktif. Dalam rentan usia ini pekerjaan yang dijalani pasien terganggu karena kondisi kesehatan yang menurun, sehingga menyebabkan tingkat produktivitas yang menurun pula. Tingginya kejadian TBC ini berpengaruh terhadap pendapatan per kapita di suatu daerah, sehingga menyumbang angka kemiskinan.
 
Tahun 2019 Kota Semarang mengalami permasalahan dalam penanganan TBC sebagai berikut :
1. Tingginya angka kematian (Case Fatality Rate / CFR) (4,15%)
2. Rendahnya akses pengobatan pasien TBC hingga selesai (87,41%)
3. Rendahnya angka keberhasilan pengobatan (TSR / Treatment Success Rate) (75,60%)
4. Tingginya kejadian gagal pengobatan (0,53%)
5. Rendahnya cakupan pengobatan / Treatment Coverage (80,1%)
 
Penanganan TBC masih terpusat dan hanya dilakukan oleh fasilitas kesehatan yang melayani saja, hal ini menyebabkan pasien tidak terdampingi di lingkungan keluarga dan menyebabkan kejadian mangkir (terlambat minum obat), putus berobat, dan gagal pengobatan. Simpulan permasalahan dibutuhkan penanganan TBC yang komprehensif, cepat dan tepat. Berkaca dari hal tersebut, Dinas Kesehatan membangun inovasi SEMAR BETUL yaitu upaya pengendalian TBC berbasis wilayah tinggal yang terintegrasi dengan dukungan sistem informasi digital.

SEMAR BETUL lahir tahun 2019, dengan angka kematian TBC yang tinggi saat itu. Gagasan pengendalian berbasis wilayah muncul karena Puskesmas tidak bisa mengetahui warga di wilayahnya yang sakit TBC, sehingga pemantauan pengobatan belum berjalan maksimal. Maka dari itu SEMAR BETUL lahir untuk meningkatkan peran puskesmas sebagai penanggungjawab masalah kesehatan di wilayah dengan informasi yang diperolah cepat dan akurat dengan dukungan platform digital. Puskesmas bertanggungjawab atas pemantauan pengobatan pasien TBC di rumah, penanganan kontak erat dan mencegah agar pasien tidak mangkir pengobatan. SEMAR BETUL efektif dalam mengurangi kejadian lost to follow up menjadi sebesar 5,65?n mengurangi angka gagal pengobatan menjadi 0,1% pada tahun 2022. Keunikan SEMAR BETUL yaitu penanganan TBC berbasis kewilayahan dan berkelanjutan serta tersedia pemetaan untuk dapat menentukan wilayah rentan. Dengan SEMAR BETUL penanganan TBC menjadi lebih cepat, lebih mudah diterapkan, data lebih lengkap, lebih efektif dilaksanakan, kegiatan yang berkesinambungan dan mencakup sasaran yang luas. Penanganan TBC berbasis kewilayahan baru dilakukan oleh SEMAR BETUL, hal ini sejalan dengan perkembangan dalam era digitaliasi dengan langkah - langkah baru yaitu penanganan pasien yang mangkir pengobatan, penanganan kontak erat dan pemantauan pengobatan pasien. Seluruh data tersebut tercatat dan terlaporkan realtime dalam sistem informasi. Penjadwalan pengobatan masuk dalam SI-PEJABAT untuk mencegah pasien LFU.
Tujuan Inovasi
SEMAR BETUL bertujuan menurunkan angka kematian TBC dan menurunkan kejadian gagal pengobatan, dengan penanganan berbasis wilayah yang berkelanjutan dan terintegrasi. SEMAR BETUL dilaksanakan dengan penanganan pasien tidak hanya dilakukan oleh faskes pengobatan saja, namun Puskesmas wilayah kerja memastikan pasien menyelesaikan pengobatan hingga sembuh. Hal ini selaras dengan target Kota Semarang dengan meningkatkan cakupan pengobatan lebih dari 90%, dan turunnya gagal pengobatan hingga berkontribusi pada peningkatan produktivitas pasien TBC yang harus menjalani pengobatan selama minimal 6 (enam) bulan sehingga berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Kota Semarang.
 
Manfaat Inovasi
SEMAR BETUL berdampak meningkatkan angka keberhasilan pengobatan menjadi 82,23% sehingga berdampak turunnya angka kematian menjadi sebesar 2,09% yaitu 25 kasus kematian dari 1199 total seluruh kasus TBC sampai dengan bulan April 2023. Selain itu angka Cakupan Pengobatan tahun 2022 sebesar 100,52?ri target estimasi yang ditentukan oleh Kemenkes. Hal ini sangat penting karena selama masa pandemi yang lalu cakupan pengobatan sangat rendah. Turunnya kejadian gagal pengobatan pasien TBC menjadi 0,1?rdampak pada meningkatnya produktifitas penderita sehingga turut berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan menjadi 79.870 jiwa pada tahun 2022.
Hasil Inovasi
SEMAR BETUL memfasilitasi layanan penanggulangan Tuberkulosis yang berbasis wilayah kerja Puskesmas, sehingga setiap pasien Tuberkulosis di Kota Semarang beserta kontak eratnya akan terdampingi oleh Puskesmas, selain tetap dipantau juga oleh fasilitas kesehatan tempat pasien dirawat. Pemantauan pengobatan yang terintegrasi ini mencegah kejadian pasien mangkir dan putus obat di Kota Semarang.

Sistem informasi Tuberkulosis berbasis wilayah kerja Puskesmas di Kota Semarang yang berguna untuk membantu puskesmas dan rumah sakit agar memudahkan dalam pencatatan dan pelaporan. Setiap fasilitas kesehatan mencatat pasien yang dirawat dan pemantauan pengobatannya. Puskesmas sebagai penanggungjawab wilayah kerja akan menindaklanjuti serta mencatat hasil pelaksanaan investigasi kasus, informasi kontak erat, pemberian terapi pencegahan, kunjungan rumah pasien, kunjungan mangkir, kunjungan putus obat, hingga penyuluhan.

Dalam SEMAR BETUL terdapat fitur:
  1. Dashboard yang berisi grafik perkembangan kasus Tuberkulosis per bulan masing-masing fasilitas kesehatan
  2. Pasien berdasarkan tempat tinggal yang berisi daftar pasien yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas tersebut beserta informasi NIK, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat domisili, kelurahan domisili, fasilitas kesehatan tempat pengobatan, hasil TCM, hasil tes mikroskopis, hasil skoring, hasil foto thorax, tanggal lapor, serta tanggal mulai pengobatan. Daftar pasien tersebut dapat diexport dan diunduh dalam bentuk excel
  3. Pasien berdasarkan faskes yang berisi daftar pasien yang berobat di fasilitas kesehatan tersebut beserta informasi NIK, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat domisili, kelurahan domisili, fasilitas kesehatan tempat pengobatan, hasil TCM, hasil tes mikroskopis, hasil skoring, hasil foto thorax, tanggal lapor, serta tanggal mulai pengobatan. Daftar pasien tersebut dapat diexport dan diunduh dalam bentuk excel
  4. SIM-RS yang berisi daftar pasien Tuberkulosis yang diambil dari data SIM-RS rumah sakit secara otomatis yang dilengkapi dengan informasi kode ICD-10, diagnosa, NIK, tanggal lahir, alamat domisili, kelurahan domisili, fasilitas kesehatan tempat pengobatan, hasil TCM, hasil tes mikroskopis, hasil skoring, hasil foto thorax, tanggal lapor, serta tanggal mulai pengobatan. Daftar pasien tersebut dapat diexport dan diunduh dalam bentuk excel
  5. Jadwal pasien yang berisi jadwal pengambilan obat pasien yang belum terlaksana berisi nama pasien, fasilitas kesehatan tempat pengobatan, NIK, tanggal lahir, nama pengawas menelan obat (PMO), nomor telepon PMO, alamat domisili, kelurahan domisili, dan tanggal rencana ambil obat
  6. Mangkir yang berisi daftar pasien mangkir (terlambat mengambil obat 3 hari) yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas tersebut berisi detail nama fasilitas kesehatan tempat pengobatan, NIK, tanggal lahir, nama PMO, nomor telepon PMO, alamat domisili, kelurahan domisili, tanggal jadwal ambil obat, tanggal mangkir, dan tanggal kunjungan investigasi mangkir oleh Puskesmas. Pada menu ini terdapat fitur pengisian hasil kunjungan mangkir bagi pasien yang ternotifikasi belum ambil obat dan harus dikunjungi atau dihubungi oleh Puskesmas wilayah kerja. Data ini dapat diexport dan diunduh dalam bentuk excel, CSV, dan PDF
  7. Putus obat yang berisi daftar pasien putus obat yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas tersebut berisi detail nama fasilitas kesehatan tempat pengobatan, NIK, tanggal lahir, nama PMO, nomor telepon PMO, alamat domisili, kelurahan domisili, tanggal jadwal ambil obat, tanggal putus obat, dan tanggal kunjungan investigasi putus obat oleh Puskesmas. Pada menu ini terdapat fitur pengisian hasil kunjungan investigasi putus obat bagi pasien yang ternotifikasi putus obat dan harus dikunjungi atau dihubungi oleh Puskesmas wilayah kerja. Data ini dapat diexport dan diunduh dalam bentuk excel, CSV, dan PDF
  8. Data penyuluhan yang berisi data hasil penyuluhan yang dilakukan oleh Puskesmas tersebut dalam periode waktu tertentu berisi detail penyuluhan yaitu tanggal, jam, petugas pelaksana, jabatan, materi, media, lokasi hingga koordinat lokasi, sasaran, jumlah peserta, lingkup, serta dokumentasi penyuluhan. Data ini dapat diexport dan diunduh dalam bentuk excel
  9. Tambah penyuluhan yang merupakan fitur untuk menambah laporan penyuluhan yang akan ditampilkan pada fitur data penyuluhan
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2019-09-01
Implementasi
2019-10-31