Memuat…
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH K.R.M.T WONGSONEGORO
Detail Inovasi OPD

SI IMOET (Sistem Informasi Monitoring Emergency On Time)

Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan
Pelayanan gawat darurat merupakan pelayanan yang dapat memberikan tindakan yang cepat dan tepat pada seseorang atau kelompok orang yang dapat meminimalkan angka kematian dan mencegah terjadinya kecacatan. Upaya peningkatan pelayanan gawat darurat ditujukan untuk menunjang pelayanan dasar, sehingga dapat menanggulangi pasien yang dalam kondisi kegawatdaruratan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana. Dengan meningkatnya jumlah penderita gawat darurat, maka diperlukan peningkatan pelayanan gawat darurat, baik pelayanan sebelum di rumah sakit maupun pelayanan di rumah sakit. Organisasi Instalasi Gawat Darurat didasarkan pada organisasi multidisiplin, multi profesi dan terintegrasi, dengan struktur organisasi fungsional yang terdiri dari unsur pemimpin dan unsur pelaksana, yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan terhadap pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat, dengan wewenang penuh yang dipimpin oleh dokter. RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang merupakan Rumah Sakit kelas B, dan masuk dalam klasifikasi pelayanan Instalasi Gawat Darurat Level III. Dengan status tersebut menggerakkan Instalasi Gawat Darurat RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang untuk meningkatkan mutu pelayanannya, salah satu langkah untuk meningkatkan mutu pelayanannya adalah dengan menetapkan indikator mutu unit yaitu pemberian waktu pelayanan pasien IGD tidak lebih dari 2 jam dan pemberian informasi berkelanjutan secara digital kepada pasien dan keluarga. Sejak januari 2021 sampai dengan juni 2022 total kunjungan pasien IGD sebanyak 50.256 pasien, dan jumlah pasien yang disurvey sebanyak 12530 pasien berdasarkan data observasi yang dilakukan. Jumlah pasien dengan lama waktu pelayanan IGD > 3 jam sebanyak 366 pasien. Waktu pelayanan tercepat adalah 30 menit dan terlama 20 jam 40menit, sedangkan ratarata pelayanan membutuhkan waktu 1 jam 59 menit. Lamanya waktu pelayanan berdasarkan data observasi dikarenakan waktu tunggu ruang rawat inap yang masih penuh, memanjangnya waktu konsulan DPJP yakni rata rata 1 jam 3 menit dan penunjang 1 jam 52 menit. Waktu pelayanan gawat darurat yang memanjang / < 3 jam beresiko terjadinya komplain oleh pasien dan keluarga. Salah satu penyebab komplain akibat pelayanan yang memanjang tersebut adalah minimalnya informasi dan edukasi kepada keluarga penyebab memanjangnya waktu pelayanan. Saat ini salah satu inovasi IGD yang sudah berjalan untuk mencapai indicator mutu unit IGD adalah dengan menampilkan running teks pada medifist yang muncul pada 60 menit pertama tindakan. Sistim ini di buat sebagai pengingat tenaga medis baik dokter perawat dan penunjang di IGD bahwasanya pasien sudah lebih dari 2 jam dan harus segera di tindak lanjuti. Seiring berjalanya waktu ternyata indicator mutu pelayanan 2 jam tidak hanya semata-mata dibutuhkan oleh unit/petugas , akan tetapi pasien dan keluarga membutuhkan kepastian waktu dan kepastian status pelayanan apa yang saat ini mereka jalani di IGD, apakah menunggu penunjng , apakah menunggu kamar rawat inap dan lain sebagainya, sehingga hal ini bisa menjadi sebuah ancaman terjadinya complain. Seiring dengan pesatnya perkembangan era digital, maka rumah sakit juga dituntut untuk memberikan suatu inovasi dan kreatifitas untuk mengatasai masalah yang ada secara digitalisasi. Salah satu inovasi tersebut adalah Sistem Informasi Monitoring Emergency On Time atau lebih mudah di kenal dengan istilah SI IMOET. SI IMOET (Sistem Informasi Monitoring Emergency On Time) merupakan inovasi pelayanan dari unit gawat darurat untuk memberikan informasi dan pesan kepada pasien dan keluarga terkait berada di tahap mana status pelayanan yang diberikan saat ini yang ditampilkan secara digitalisasi berupa running text pada monitor TV yang di sediakan di IGD dan ruang tunggu, sistim ini menerapkan digital skill dan digital ethic tanpa mengesampingkan digital savety karena informasi yang diberikan hanya berupa no.CM dan keterangan di tahap mana status pelayanan diberikan tanpa mencantumkan nama dan penyakit pasien. Berdasarakan data-data tersebut diatas, maka IGD tertarik mengambil inovasi tentang SI IMOET (Sistem Informasi Monitoring Emergency On Time) untuk memberikan informasi secara on time terkait pelayanan pasien di IGD
Tujuan Inovasi
  1. Sebagai salah satu upaya pencapaian mutu IGD yaitu pemberian pelayanan Tidak lebih dari 2 jam
  2. Menggali dan mengurai penyebab beberapa pasien dengan respon time yang memanjang
  3. Menghindari penumpukkan pasien di IGD
  4. Memberikan pelayanan yang efektif dan efisien
  5. Memberikan pesan dan informasi kepada pasien dan keluarga posisi pelayanan saat ini (on time) terhadap dirinya (pasien)
  6. Menghindari komplain pasien dan keluarga
  7. Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga
Manfaat Inovasi
Bagi Pasien :
  1. Adanya SI IMOET dapat meminimalkan kebingungan dan kesalahpahaman pasien dan keluarga terkait pelayanan yang diberikan, karena informasi diberikan secara transparan dan ontime secara digital lewat monitor TV
  2. Tercapainya hak pasien yaitu memperoleh informasi dan edukasi terkait status pelayanan saat ini
  3. Meningkatnya kepuasan pasien dan keluarga, karena proses pelayanan selalu dimonitoring dan dievaluasi setiap bulan sehingga perbaikan pelayanan dilakukan secara berkelanjutan.
Bagi Petugas :
  1. Meningkatkannya semangat kerja karena setiap waktu tindakan akan selalu di evaluasi
  2. Meningkatnya kerjasama antar petugas untuk saling mengingatkan satu sama lain agar memberikan pelayananan tidak lebih dari 2 jam sesuai dengan indikator mutu IGD.
  3. Menigkatnya indek penilaian kerja petugas akibat menurunnya angka complain pasien dan keluarga di IGD yang disebabkan oleh kurangnya informasi dan edukasi.
Hasil Inovasi
  1. Mempermudah bagian pelayanan dalam menggali dan mengurai penyebab beberapa pasien dengan respon time yang memanjang
  2. Meningkatnya kepercayaan public terhadap RSD K.R.M.T Wongsonegoro kota Semarang
  3. Tercapainya indikator unit dapat meningkatkan kepuasan pasien yang sekaligus berdampak terhadap meningkatnya jumlah kunjungan pasien rumah sakit
  4. Terwujudnya pelayanan prima, karena memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik dengan selalu memberikan inovasi dan perbaikan tiada henti
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2022-04-01
Implementasi
2021-07-15