1. Dasar hukum :
- Undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang Pengaturan Inovasi Tekhnologi Kesehatan adalah tentang Kesehatan. Undang-undang ini mengatur berbagai aspek penyelenggaraan kesehatan, termasuk upaya kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, perbekalan kesehatan, teknologi kesehatan, dan lainnya.
- Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Pengaturan Rumah Sakit di Indonesia mengatur tentang penyelenggaraan rumah sakit di Indonesia, termasuk hak dan kewajiban rumah sakit, serta klasifikasi dan perizinannya. Undang-undang ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
- Peraturan Presiden mengenai inovasi daerah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Peraturan ini menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan inovasi di tingkat daerah, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik
-Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 tahun 2022 tentang Akreditasi Rumah Sakit mengatur tentang penyelenggaraan rumah sakit di Indonesia, termasuk hak dan kewajiban rumah sakit, serta klasifikasi dan perizinannya. Undang-undang ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
-Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang kesehatan mengatur tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. Peraturan ini bertujuan untuk menjamin tercapainya prioritas pembangunan nasional di bidang kesehatan,
-Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 tahun 2017 tentang keselamatan pasien mengatur tentang keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan mengurangi risiko cedera pada pasien yang disebabkan oleh tindakan medis
-Perwal Kota Semarang Nomor 84 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Penerapan Standar Pelayanan Minimal Tahun 2023 – 2026 mengatur tentang keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan mengurangi risiko cedera pada pasien yang disebabkan oleh tindakan medis
- Keputusan Direktur Rumah Sakit Daerah K.R.M.T wongsonegoro Semarang nomor 870 tahun 2022 tentang Sistem Monitoring dan Pencatatan Penggantian Alat Secara Periodik.
-Surat Keputusan Kepala RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang No. 871 Tahun 2022 tentang Pembentukan Inovasi SIMONA CANTIK
2. Permasalahan
- Makro (Outcome)à
· Penurunan HAIs <1>
· Penurunan AKB 6.06 per 1000 kelahiran hidup
· Penurunan angka morbiditas 10.71 per 1000 penduduk
· Peningkatan umur harapan hidup menjadi 77.40 tahun
· Peningkatan indeks pembangunan manusia menjadi 84,40 – 84,80
· Peningkatan indeks kepuasan Masyarakat 97%
- Mikro (Output) à
· Menurunkan angka kematian pasien di ICU 20% setiap tahun
· Hari perawatan di ICU turun menjadi < 7>
· Meningkatkan kepatuhan petugas dalam penggantian alat medis di ICU menjadi 100%
· Meningkatkan akurasi pendokumentasian rekam medis pasien secara elektronik tercapai 100% di tahun 2024
· Meningkatkan kepercayaan Masyarakat akan pelayanan rumah sakit
3. INDIKATOR KINERJA SDG’s
Identifikasi Data indikator SDG’s Kota Semarang tahun 2018-2030 Perangkat daerah : RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
|
Kode |
Indikator SDG’s Nasional |
Indikator SDG’s Kota Semarang |
|
1 |
2 |
3 |
|
Tujuan Kehidupan sehat dan sejahtera |
|
|
|
3.1.1 |
Pada tahun 2030, mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup. |
Angka kematian ibu 95.30 dari 100.000 kelahiran hidup |
|
3.2.1 |
Pada tahun 2030, mengakhiri kematian bayi baru lahir dan balita yang dapat dicegah, dengan seluruh negara berusaha menurunkan Angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1000 KH (Kelahiran Hidup) dan Angka Kematian Balita 25 per 1000. |
Angka kematian neonatal 4.8 per 1000 kelahiran hidup |
TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA PADA RPJMD KOTA SEMARANG TAHUN 2021-2026
|
No |
Indikator kinerja daerah |
satuan |
Kondisi kinerja pada awal periode |
Target kinerja |
Target akhir periode RPJMD |
OPD Penanggung jawab |
|||||
|
2020 |
2021 |
2022 |
2023 |
2024 |
2025 |
2026 |
|||||
|
1 |
Angka Kematian ibu (AKI) (per 100.000 kelahiran hidup) |
(per 100.000 kelahiran hidup) |
71,35 |
71,35 |
71,34 |
71,33 |
71,32 |
71,31 |
71,3 |
71,3 |
Dinas Kesehatan |
|
2 |
Angka kematian bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup |
/1000 KH |
6,09 |
6,09 |
6,08 |
6,07 |
6,06 |
6,05 |
6,04 |
6,04 |
Dinas Kesehatan |
|
3 |
Angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup |
% |
7,01 |
7,01 |
7,00 |
6,90 |
6,88 |
6,86 |
6,84 |
6,84 |
Dinas Kesehatan |
|
4 |
Nilai IKM Pelayanan Kesehatan RS |
% |
74 |
75 |
76 |
77 |
78 |
79 |
80 |
80 |
RSWN |
|
5 |
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Meningkatnya akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan (Angka Harapan Hidup) |
Tahun |
77,34 |
77,39 |
77,44 |
77,49 |
77,54 |
77,59 |
77,62 |
77,62 |
Dinas Kesehatan |
Dampak Inovasi Matriks relevansi dengan RPJMN
|
No |
Misi ASTA CITA |
Program ASTA CITA |
KEGIATAN |
INDIKATOR CAPAIAN |
Keterangan |
|
1 |
Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; Kualitas SDM para pengelola program kesejahteraan social. |
Peningkatan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata melalui peningkatan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan. |
Program penurunan angka kematian ibu
Program penurunan angka kematian bayi
Program penurunan angka infeksi |
Angka kematian ibu kurang dari 70 tiap 100.000 kelahiran hidup Angka kematian neonatal 12 per 1000 kelahiran hidup
Kurang dari 1.5% |
Terpenuhi di tahun 2024
Terpenuhi di tahun 2024
Terpenuhi di tahun 2024 |
|
|
|
Usia harapan hidup menurut Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2025-2029 target peningkatan mencapai 75 tahun |
Peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan |
Peningkatan akses layanan kesehatan |
Terpenuhi di tahun 2024 |
|
|
|
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berupa umur panjang dan sehat, pengetahuan dan standart hidup layak |
Peningkatan layanan kesehatan |
Peningkatan fasilitas kesehatan serta peningkatan layanan kesehatan |
Terpenuhi di tahun 2024 |
4. Metode Kebaharuan
· Tabel before-after
|
Indikator |
Sebelum inovasi (2021) |
Setelah Inovasi (2024) |
Keterangan |
|
Angka kematian pasien di ICU |
30 ?ri seluruh jumlah pasien yang dirawat di ICU |
20 ?ri seluruh jumlah pasien yang dirawat di ICU |
Memenuhi target |
|
Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup |
6,09 |
6,03 |
Memenuhi target |
|
Penurunan angka morbiditas per 1000 penduduk |
10,71 |
7.64 |
Memenuhi target |
|
Peningkatan umur harapan hidup menjadi 77.40 tahun |
77.39 |
77.54 |
Memenuhi target |
|
Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 kelahiran hidup |
71,35 |
71,28 |
Memenuhi target |
|
Angka kejadian infeksi ( Hais ) |
Lebih dari 5 % |
< 1> |
Memenuhi target |
|
Lama rawat pasien ICU ( LOS ICU ) |
7-10 hari |
3-5 hari |
Memenuhi target |
|
Angka kepatuhan petugas terhadap penggantian alat medis |
50 % |
100 % |
Memenuhi target |
|
Indeks Kepuasan Masyarakat |
94 % |
97,30 % |
Memenuhi target |
|
Persentase pasien yang dilakukan penggantian alat tepat waktu |
50 % |
100 % |
Memenuhi target |
|
Meningkatkan akurasi pendokumentasian rekam medis pasien secara elektronik 100% di tahun 2024 |
50 % |
100% |
Memenuhi target |
|
System monitoring dan pendokumentasian |
Manual |
Digital |
Memenuhi target |
5.Kebaharuan Keunggulan
Tabel Komparasi Kebaruan (gagasan, teknik, manajerial)
|
-ASPEK |
INOVASI AWAL ( PUSPA GENIT ) |
INOVASI SIMONA CANTIK |
|
|
Gagasan |
Fokus pada pemantauan dan sistem pelaporan kejadian infeksi berbasis digital |
Tambahan pada upaya pencegahan infeksi dengan penguatan sistem monitoring |
|
|
Teknis |
1. Input data yang terintegrasi dengan rekam medis elektronik
2. Monitoring berlanjut sampai dengan pasien pulang dirumah |
1. Input data di rekam medik elektronik dan dengan penambahan Implentasi Langsung Dengan Menempelkan Label Warna Sesuai Hari Diganti (LESUNG PILAR HATI) 2. Monitoring dilakukan hanya pada saat pasien di rumah sakit 3. Informasi perkembangan pasien di informasikan kepada keluarga dengan aplikasi Sirindu sehingga Tingkat kepuasan keluarga pasien menjadi |
|
|
meningkat |
|
||
|
Manajerial |
SDM yang terlibat perawat, tim PPI, tim SIMRS |
SDM yang terlibat perawat, tim PPI, tim SIMRS |
|
|
Pembiayaan diambil dari rumah sakit |
Pembiayaan diambil dari rumah sakit |
||
Cara Kerja :
Implementasi Inovasi SIMONA CANTIK berpedoman pada prosedur sebagai berikut :
Perawat sebagai pelaksana langsung melakukan 2 kegiatan yaitu
1. LESUNG PILAR HATI (Implentasi Langsung Dengan Menempelkan Label Warna Sesuai Hari Diganti )
Senin-merah
Selasa-jingga
Rabu-kuning
Kamis-hijau
Jumat-biru
Sabtu-nila
Minggu-ungu
2. SIMENTAL ( Sistem Dokumentasi Digital ) yaitu proses input data tanggal pemasangan di rekam medik elektronik, secara otomatis sistem akan menampilkan tanggal penggantian, jika sudah melewati tanggalnya, sistem akan berubah menjadi “Status Selesai”
3. BORDIRWATI ( Kolaborasi dan Koordinasi antar tim yaitu Perawat, PPI, dan IT ) sesuai dengan tugasnya, perawat sebagai pelaksana kegiatan, tim PPI mengontrol kegiatan dan melakukan evaluasi hasil, sedangkan tim IT sebagai penyedia sistem layanan digitalnya.
Dengan Inovasi SIMONA CANTIK berhasil menurunkan secara signifikan angka infeksi di rumah sakit dari 5 % menjadi < 1>
6. Tahapan Pengembangan
Inovasi SIMONA CANTIK (Sistem Monitoring dan Pencatatan Penggantian Alat secara Periodik) Di RSD K.R.M.T Wongsonegoro merupakan Inovasi yang ide dan perumusan masalahnya lahir di tahun 2022 tepatnya bulan Oktober, lalu di bulan November 2022 TIM SIMONA CANTIK mulai dibentuk, uji coba pengimplementasian Inovasi tersebut dilaksanakan di tahun 2022 bulan Desember, hingga tahun 2023. Pada tahun 2024 setelah kurang lebih 2 tahun di implementasikan Inovasi SIMONA CANTIK ini mengalami beberapa perubahan dan pengembangan termasuk didalamnya TIM SIMONA CANTIK dan SOP nya guna menjadikan Inovasi tersebut meningkatkan mutu dan pelayanan di ruangan.
Inovasi SIMONA CANTIK bertujuan untuk menurunkan prevalensi angka kematian di rumah sakit, meningkatkan patient safety, menurunkan angka HAIs, menurunkan lama hari perawatan di ruang intensif, peningkatan kepuasan dan kepercayaan pelayanan di rumah sakit, sehingga meningkatkan umur harapan hidup dan meningkatkan indeks Pembangunan manusia di Kota Semarang.
Outcome yang diharapkan:
1. Penurunan HAIs <1>
2. Penurunan AKB 6.06 per 1000 kelahiran hidup
3. Penurunan angka morbiditas 10.71 per 1000 penduduk
4. Peningkatan umur harapan hidup menjadi 77.40 tahun
5. Peningkatan indeks pembangunan manusia menjadi 84,40 – 84,80
6. Peningkatan indeks kepuasan Masyarakat 97% Output yang diharapkan:
1. Menurunkan angka kematian pasien di ICU 20% setiap tahun
2. Hari perawatan di ICU turun menjadi < 7>
3. Meningkatkan kepatuhan petugas dalam penggantian alat medis di ICU menjadi 100%
4. Meningkatkan akurasi pendokumentasian rekam medis pasien secara elektronik tercapai 100% tahun 2024
5. Meningkatkan kepercayaan Masyarakat akan pelayanan rumah sakit
Manfaat Inovasi,
Bagi Pasien : Dapat meningkatkan pemantauan terhadap kondisi pasien selama masa rawat sehingga mengurangi resiko trauma yang timbul
Bagi Tenaga Kesehatan : Dapat mempermudah perawat / bidan saat melakukan monitoring penggantian alat-alat medis yang terpasang pada pasien sehingga dapat mengimplementasikannya secara komprehensif
Bagi Rumah Sakit : Dapat meningkatkan pelayanan dalam hal ini proses monitoring alat medis terhadap pasien rawat inap secara periodik serta dapat meminimalkan cost dan memperpendek masa perawatan
|
Indikator |
Sebelum inovasi (2021) |
Setelah Inovasi (2024) |
Keterangan |
|
Angka kematian pasien di ICU |
30 ?ri seluruh jumlah pasien yang dirawat di ICU |
20 ?ri seluruh jumlah pasien yang dirawat di ICU |
Memenuhi target |
|
Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup |
6,09 |
6,03 |
Memenuhi target |
|
Penurunan angka morbiditas per 1000 penduduk |
10,71 |
7.64 |
Memenuhi target |
|
Peningkatan umur harapan hidup menjadi 77.40 tahun |
77.39 |
77.54 |
Memenuhi target |
|
Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 kelahiran hidup |
71,35 |
71,28 |
Memenuhi target |
|
Angka kejadian infeksi ( Hais ) |
Lebih dari 5 % |
< 1> |
Memenuhi target |
|
Lama rawat pasien ICU ( LOS ICU ) |
7-10 hari |
3-5 hari |
Memenuhi target |
|
Angka kepatuhan petugas terhadap penggantian alat medis |
50 % |
100 % |
Memenuhi target |
|
Indeks Kepuasan Masyarakat |
94 % |
97,30 % |
Memenuhi target |
|
Persentase pasien yang dilakukan penggantian alat tepat waktu |
50 % |
100 % |
Memenuhi target |
|
Meningkatkan akurasi pendokumentasian rekam medis pasien secara elektronik 100% di tahun 2024 |
50 % |
100% |
Memenuhi target |
|
System monitoring dan pendokumentasian |
Manual |
Digital |
Memenuhi target |
Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan inovasi ini di harapkan tenaga medis lebih disiplin dalam penggantian alat medis dan memudahkan untuk memonitoring alat medis yang sudah waktunya diganti. Meminimalisir risiko infeksi dan kejadian sepsis pada pasien sehingga meminimalkan cost dan memperpendek waktu perawatan.