Memuat…
DINAS LINGKUNGAN HIDUP
Detail Inovasi OPD

WISCILIK (WISATA CINTA LINGKUNGAN)

Gambar Tidak Tersedia Belum ada foto untuk inovasi ini
Rancang Bangun & Perubahan

Dasar Hukum

    1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
    2. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
    3. Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategis Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
    4. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah
    5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
      Nomor P.10/MENLHK/SETJEN/PLB.0/4/2018 tentang Pedoman Penyusunan Kebijakan dan Strategis Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
    6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah
    7. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah
    8. Peraturan Walikota Semarang Nomor 37 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah
    9. Peraturan Walikota Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik
    10. Peraturan Walikota Semarang Nomor 34 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Semarang Nomor 79 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Dalam Pengelolaan Strategi Daerah Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga
    11. Peraturan Walikota Semarang no 4 tahun 2024 Tentang Rencana Induk Pengelolaan Sampah Tahun 2023 -2042
    12. Instruksi Walikota Semarang no 1 tahun 2024 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga di Kota Semarang.

 Permasalahan

Kota Semarang sebagai salah satu kota besar dan merupakan simpul ekonomi Pulau Jawa juga sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah serta pusat pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar kota Semarang (Kendal, Demak, Ungaran, Purwodadi). Kegiatan maupun aktifitas yang semakin meningkat mengakibatkan volume timbulan sampah yang dihasilkan juga semakin meningkat, menjadikan persoalan yang berdampak terhadap lingkungan hidup. Jumlah penduduk kota Semarang yang relatif besar dengan kepadatan tinggi maka diperlukan adanya penanggulangan yang baik khusunya masalah sampah. Peningkatan jumlah sampah yang masuk ke TPA tanpa diikuti dengan perbaikan dan peningkatan sarana prasarana pengelolaan sampah yang memadai akan mengakibatkan permasalahan sampah menjadi semakin kompleks yang berakibat pada penumpukan sampah di TPA. Timbulan sampah yang dihasilkan Kota Semarang mencapai 1200 ton/hari, ditambah lahan TPA yang sudah overload atau keterbatasan lahan sehingga diperlukan solusi yang tepat guna untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Beberapa solusi untuk mengatasi banyaknya  sampah yang masuk ke TPA sudah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup kota Semarang. Tapi, jika kegiatan untuk mengurangi timbulan sampah hanya dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup sendiri maka tidak akan memiliki dampak signifikan dalam mengurangi timbulan sampah yang ada di kota Semarang. Harus ada peran aktif seluruh masyarakat yang mendukung, agar kegiatan yang  dilakukan Dinas LIngkungan Hidup dapat mengurangi timbulan sampah yang ada.

Isu Strategis

Dari permasalahan di atas, salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang menginisiasi Program Edukasi Pelajar : Wisata Cinta Lingkungan atau disingkat WISCILIK. Program edukasi ini adalah salah satu cara untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan di Dinas Lingkungan Hidup kepada msyarakat luas dalam upaya mengurangi jumlah timbulan sampah yang ada di kota Semarang. Selain Menyampaikan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengurangan jumlah sampah, dalam Program WISCILIK ini pelajar akan dilibatkan langsung dalam kegiatan tersebut sehingga dapat terasa lebih berkesan bagi para pelajar. Alasan mengapa sasaran yang dipilih untuk program edukasi ini adalah pelajar karena pelajar adalah generasi penerus dimasa mendatang. Dengan memperkenalkan cinta lingkungan sejak dini, diharapkan dapat lebih mengakar di hati para pelajar tersebut.

Program edukasi Wisata Cinta Lingkungan tersebut terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan cara-cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang selama ini terus bertambah kepada pelajar sebagai generasi penerus di masa depan. Bentuk kegiatannya mulai dari sosialisasi, melihat proses secara langsung, hingga dilibatkan langsung dalam kegiatan.

Metode Pembaharuan

Inovasi program edukasi “WISCILIK” yaitu kegiatan wisata edukasi yang ada di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang yang bertujuan untuk memberikan edukasi cinta linkungan kepada pelajar dengan berupa pemberian materi dan praktek langsung beberapa cara pengelolaan sampah dan penanaman pohon sebagai bentuk cinta kepada Lingkungan yang ada di sekitar kita.

Keunggulan dan Pembaharuan

  1. Sebagai salah satu cara mensosialisasikan program-program pengurangan timbulan sampah yang ada di Dinas Lingkungan Hidup kota Semarang.
  2. Menumbuhkan pola pikir untuk memanfaatkan sampah yang masih dapat digunakan ataupun dijual kembali.
  3. Menjadikan generasi muda yang cinta terhadap lingkungan
  4. Tersampaikannya program-program yang ada di Dinas Lingkungan Hidup dan dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga masalah sampah yang ada di kota Semarang dapat terselesaikan dengan baik.

Tahapan Inovasi

Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

No.

Tahapan

Jadwal

1.

 Proposal Kegiatan

  Februari 2024

2.

 Sosialisasi ke sekolah-sekolah

  Maret 2024

   3.

 Ujicoba

  April 2024

4.

 Launching

  Juli 2024

 

Program edukasi ini dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup sebagai kegiatan wisata outingclass bagi pelajar (TK/SD/SMP) yang mau berkunjung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang. Kegiatan ini berisi beberapa jenis kegiatan yang dapat mengajarkan cinta lingkungan bagi para pelajar dan dapat langsung dirasakan oleh pelajar. Karena dalam kegiatan ini siswa dilibatkan secara aktif dalam beberapa kegiatan, tidak hanya penyampaian materi saja yang dapat membuat pelajar/siswa merasa bosan. Beberapa kegiatan yang menjadi rangkaian kegiatan Wisata edukasi ini yaitu :

Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah :

  1. Kegiatan pertama adalah penyampaian materi tentang : Jenis-jenis sampah, bahaya sampah, dari mana sampah berasal, dampak yang akan terjadi jika jumlah sampah tidak dikurangi, dan cara-cara untuk mengurangi timbulan sampah yang ada.
  2.   Kegiatan kedua pelajar akan diajak untuk langsung terjun dalam kegiatan pilah sampah serta pengenalan bank sampah. Disini para pelajar akan diajarkan cara memilah sampah dan diberikan info sampah-sampah mana yang dapat dimanfaatkan dan digunakan kembali, sampah yang dapat dibuat kerajinan, atau sampah yang masih memiliki nilai ekonomis sehinga dapat dijual kembali.
  3.   Kegiatan ketiga adalah budidaya maggot, pelajar diajak melihat secara langung cara budidaya maggot mulai dari telur lalat BSF hingga menjadi maggot, menjadi larva, dan nantinya akan menjadi lalat BSF dewasa yang akan diambil telurnya lagi.
  4.   Kegiatan keempat yaitu kegiatan pembuatan ecoenzim dari smpah organik rumah tangga. Ecoenzim ini selain dapat mengurangi sampah juga dapat digunakan sebagai pupuk alami bagi tanaman disekitar kita sehingga dapat tumbuh lebih subur.
  5.   Kegiatan kelima pelajar akan diajari cara menanam bibit pohon dengan benar, cara pemilihan tanah dan pupuk yang sesuai dengan jenis tanaman yang akan kita tanam. Sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan subur.
  6.   Kegiatan terakhir adalah para pelajar akan di ajak untuk berkeliling menikmati keindahan dan keanekaragaman hayati yang ada di Taman Kehati di Dinas Lingkungan Hidup. Dalam taman tersebut ada berbagai macam pohon buah, bunga dan juga beberapa hewan. Di dalam taman tersebut juga ada gazebo yang dapat digunakan untuk beristirahat melepas Lelah setelah tadi melakukan berbagai kegiatan.    

 

Tujuan Inovasi

Wisata edukasi bertujuan untuk memperkenalkan Dinas Lingkungan Hidup kota Semarang dan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam DLH kepada masyarakat khususnya pelajar. Selain itu, juga dapat mengajarkan dan melatih anak sejak dini untuk mengelola sampah dan mencintai lingkungan, sehingga dapat menjadi generasi muda yang cinta lingkungan.

Manfaat Inovasi

Manfaat Inovasi

Manfaat Kegiatan ini bagi :

Dinas Lingkungan Hidup

  1. Dinas Lingkungan Hidup dapat lebih dikenal oleh masyarakat.
  2. Secara tidak langsung dapat menyampaikan kegiatan atau program kerja yang ada di Dinas Lingkungan Hidup.
  3. Melatih generasi muda yang cinta lingkungan.

Pelajar (masyarakat)

  1. Mendapatkan edukasi tentang pengolahan sampah rumah tangga.
  2. Dapat lebih menghargai lingkungan dengan mengurangi sampah yang dihasilkan.
  3. Mendapat pengetahuan untuk menambah uang jajan, misalnya dengan memilah sampah dan menjual sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Hasil Inovasi

Hasil dari Program WISCILIK (Wisatan Cinta Lingkungan) ini adalah Mendidik generasi muda untuk cinta lingkungan dengan mengurangi jumlah sampah yang ada dengan melakukan pengolahan sampah. Diharapkan di masa depan para generasi ini bisa menemukan cara pengolahan sampah yang lebih baik dari yang sudah ada sekarang. 

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2024-04-01
Implementasi
2024-07-01