Memuat…
PUSKESMAS PUDAK PAYUNG
Detail Inovasi OPD

REBEKA KLENTING

Gambar Tidak Tersedia Belum ada foto untuk inovasi ini
Rancang Bangun & Perubahan
Resik Becik Karo Lingkungan itu Penting adalah sebuah program inovasi dari Kesehatan Lingkungan UPTD Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang dalam upaya pengelolaan sampah domestik UPTD Puskesmas Pudakpayung. REBEKA KLENTING yang akan diterapkan melalui bank sampah dan komposting, sehingga diharapkan masyarakat ataupun pegawai lebih peduli terhadap lingkungan.  Implementasi REBEKA KLENTING berupa pegawai puskesmas melakukan pilah sampah diruangan masing-masing atau membawa barang bekas dari rumah untuk dikumpulkan menjadi bank sampah satu bulan sekali. Selain itu, pengelolaan sampah organik diproses dijadikan kompos padat dan eco enzym. Program inovasi REBEKA KLENTING diharapkan dapat mendukung bank sampah for UHC, yang dimana program tersebut dapat membantu masyarakat dalam penggunaan UHC (Universal Health Coverage). Inovasi ini melibatkan koordinasi dan kolaborasi antar pegawai dan lintas sektoral (kader/kelurahan). REBEKA KLENTING dapat terus berlanjut karena dirancang sesuai kebutuhan, karakteristik dan kondisi UPTD PUSKESMAS PUDAKPAYUNG. Dampak inovasi REBEKA KLENTING adalah mendukung pemberdayaan masyarakat STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pilar ke-4 (Pengelolaan Sampah). Selain itu, dapat meningkatkan perubahan perilaku tidak membuang sampah sembarangan serta memahami pengelolaan sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya.  LATAR BELAKANG Permasalahan sampah yang terus menerus menjadi isu dan perhatian di lingkungan tempat tinggal, perkotaan dan lingkungan kerja menjadi pokok bahasan yang tidak ada habisnya, akar dari permasalahan sampah salah satunya adalah kedisipilnan dalam memilah dan mengelola sampah yang akan dibuang. Puskesmas yang menjadi salah satu sektor penggerak dilini terdepan dalam berhubungan langsung dengan masyarakat menjadikan bentuk sebuah sistem percontohan dalam upaya pengelolaan lingkungan dan pengelolaan sampah dengan baik dan efektif, salah satu program yang sudah berjalan adalah bank sampah, program ini sudah berjalan dan terus dilakuakan evaluasi-evaluasi guna mendapatkan hasil yang semakin baik kedepanya, kerjasama dari berbagai lini seperti kader kesehatan, tokoh-tokoh masyarakat, dan para petinggi lingkungan sampai pada sektor pemangku kebijakan desa ataupun kelurahan, adanya sinergi seperti ini dengan maksud tujuan selain sebagai kontroler didalam pelaksanaan program juga menjadi pendorong agar semuai lini, dari lini terbawah sampai paling atas dapat disiplin dan kontinyu dalam menerapkan program bank sampah. Program bank sampah ini juga sudah berjalan di wilayah Kota Semarang dan dalam hal ini salah satu wilayah yang menjadi kajian dalam program bank sampah salah satunya adalah wilayah Puskesmas Pudakpayung yang terletak di Kecamatan Banyumanik, dimana kecamatan ini memiliki cakupan wilayah cukup luas sampai 16 RW, dengan geografis berlokasi di Wilayah Kota Semarang atas atau perbatasan dengan wilayah Kabupaten Semarang menjadikan semakin banyak faktor-faktor permasalahan yang muncul dalam upaya pengelolaan sampah, seperti lokasi yang jauh ke TPA Jatibarang, keterbatasan penyediaan lahan di TPS terdekat, hingga permasalahan klasik berkaitan kedisiplinan warga dalam membuang dan menjaga lingkungan. Lingkungan Puskesmas Pudakpayung sudah menjalankan program bank sampah mulai dari tahun 2021, dengan berbagai upaya dalam pengeloalaan sampah yang ada di lingkungan Puskesmas Pudakayung yang menjadi sentral untuk percontohan pengelolaan sampah dan pemilahan sampah secara tepat sesuai dengan jenis-jenis sampahnya, sampai pada saat ini tercatat data sampah yang terkumpul meliputi sampah botol, kardus, pipa, besi dan kertas yang tercatat pada bulan Oktober 2023 terhitung dengan total berat sampah 50 kg yang bisa dikelola. Upaya dalam pengelolaan sampah di sektor-sektor pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas tentunya menjadi angin segar dalam upaya kongkrik untuk pengelolaan sampah dengan baik dan tepat. Permasalahan yang timbul seperti ketidak disiplinan warga dalam membuang dan memilah sampah bisa dikurangi melalui sosialisasi yang terus dan konsisten dalam penerapan program bank sampah, selain itu peningkatan dan inovasi juga dilakukan guna konsistensi dalam upaya pengelolaan sampah di lingkungan Puskesmas Pudakpayung ini agar dapat berjalan dengan baik dan terus menerus, adapun program-program inovatif dan lanjutan dalam pengelolaan sampah ini pastinya tetap harus diadakan, salah satu trobosan program terbaru guna keberlanjutan pengelolaan sampah ini adalah Program “REBEKA KLENTING” dengan kepanjangan dan makna “Resik Becik Karo Lingkungan itu Penting”, adalah sebuah program inovasi dari Kesehatan Lingkungan UPTD Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang dalam upaya pengelolaan sampah domestik UPTD Puskesmas Pudakpayung. REBEKA KLENTING yang akan diterapkan melalui bank sampah dan komposting, sehingga diharapkan masyarakat ataupun pegawai lebih peduli terhadap lingkungan. Implementasi REBEKA KLENTING berupa pegawai puskesmas melakukan pilah sampah diruangan masing-masing atau membawa barang bekas dari rumah untuk dikumpulkan menjadi bank sampah satu bulan sekali. Selain itu, pengelolaan sampah organik diproses dijadikan kompos padat dan eco enzym. Program inovasi REBEKA KLENTING diharapkan dapat mendukung bank sampah for UHC, yang dimana program tersebut dapat membantu masyarakat dalam penggunaan UHC (Universal Health Coverage). Inovasi ini melibatkan koordinasi dan kolaborasi antar pegawai dan lintas sektoral (kader/kelurahan). REBEKA KLENTING dapat terus berlanjut karena dirancang sesuai kebutuhan, karakteristik dan kondisi UPTD PUSKESMAS PUDAKPAYUNG. Dampak inovasi REBEKA KLENTING adalah mendukung pemberdayaan masyarakat STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pilar ke-4 (Pengelolaan Sampah). Selain itu, dapat meningkatkan perubahan perilaku tidak membuang sampah sembarangan serta memahami pengelolaan sampah rumah tangga sesuai dengan wujud dan jenisnya. Inovasi REBEKA KLENTING merupakan inovasi sangat inovatif. Bentuk kebaruan dari inovasi REBEKA KLENTING berupa : Melakukan sosialisasi di tingkat puskesmas yaitu pada rapat mini lokakarya maupun rapat UKM untuk diinfomasikan kepada lintas program dan seluruh pegawai puskesmas pudakpayung akan adanya inovasi REBEKA KLENTING dari upaya kesehatan lingkungan puskesmas pudakpayung. Pemilahan sampah berupa sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sampah daun-daunan diolah menjadi pupuk kompos dan ecoenzym. Sampah anorganik berupa botol plastik, kardus, minyak dan lain-lainnya. Bank Sampah dilaksanakan rutin setiap bulan sekali, karena REBEKA KLENTING merupakan pengembangan dari bank sampah yang telah dilaksanakan sebelumnya. Setiap bulan pegawai membawa barang bekas untuk dilakukan penimbangan. Sampah organik salah satunya diolah menjadi ecoenxym. Cairan ecoenzym selain menjadi pupuk dapat dibuat menjadi cairan pembersih, desinfektan, hand sanitizer dan pestisida. Dari bank sampah tersebut maka hasil yang diperoleh diperuntukkan untuk pembiayaan UHC bagi masyarakat yang terpilih (masyarakat yang kurang mampu) Inovasi REBEKA KLENTING ini memiliki keunikan sebagai hasil kreativitas dari UPTD Puskesmas Pudakpayung. Inovasi ini memaksimalkan sarana prasarana yang ada koordinasi dan kolaborasi baik antar petugas ataupun lintas sektoral Implementasi inovasi ini diterbitkan sejak tahun 2022. Inovasi REBEKA KLENTING mencakup Puskesmas Pudakpayung. Untuk tahapan dalam inovasi ini : Sampah anorganik : Petugas kebersihan dan pegawai puskesmas pudakpayung melakukan pemilahan sampah yang dihasilkan setiap harinya. Petugas kebersihan dan pegawai puskesmas meletakkan sampah yang sudah dipilah sesuai tempat yang sudah disediakan Pegawai puskesmas pudakpayung membawa sampah bekas (botol, kardus, kertas, minyak dan lainnya) H-1 yang sudah diinfokan sebelumnya oleh sanitarian  Setelah sampah sudah terpilah dan terkumpul sesuai jenisnya dilakukan koordinasi dengan pihak ketiga untuk dilakukan penimbangan bank sampah Sampah organik : Basahi daun kering kemudian diberikan cairan EM4 Setelah itu, sampah daun kering dimasukkan dalam tong komposting Campur rata dan simpan didalam tempat yang teduh Ecoenzym : Mencampurkan 1 gula/molases, 3 bagian sampah dari kulit buah, 10 bagian air. Campuran tersebut didiamkan selama 3 bulan didalam wadah plastik kedap udara. Jika Ph sudah dibawah 4 berarti ecoenzym sudah siap dipanen.
Tujuan Inovasi
Upaya dalam pengelolaan sampah di sektor-sektor pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas tentunya menjadi angin segar dalam upaya kongkrik untuk pengelolaan sampah dengan baik dan tepat. Permasalahan yang timbul seperti ketidak disiplinan warga dalam membuang dan memilah sampah bisa dikurangi melalui sosialisasi yang terus dan konsisten dalam penerapan program bank sampah, selain itu peningkatan dan inovasi juga dilakukan guna konsistensi dalam upaya pengelolaan sampah di lingkungan Puskesmas Pudakpayung ini agar dapat berjalan dengan baik dan terus menerus, adapun program-program inovatif dan lanjutan dalam pengelolaan sampah ini pastinya tetap harus diadakan, salah satu trobosan program terbaru guna keberlanjutan pengelolaan sampah ini adalah Program “REBEKA KLENTING” dengan kepanjangan dan makna “Resik Becik Karo Lingkungan itu Penting”, adalah sebuah program inovasi dari Kesehatan Lingkungan UPTD Puskesmas Pudakpayung Kota Semarang dalam upaya pengelolaan sampah domestik UPTD Puskesmas Pudakpayung. REBEKA KLENTING yang akan diterapkan melalui bank sampah dan komposting, sehingga diharapkan masyarakat ataupun pegawai lebih peduli terhadap lingkungan. Implementasi REBEKA KLENTING berupa pegawai puskesmas melakukan pilah sampah diruangan masing-masing atau membawa barang bekas dari rumah untuk dikumpulkan menjadi bank sampah satu bulan sekali. Selain itu, pengelolaan sampah organik diproses dijadikan kompos padat dan eco enzym. Program inovasi REBEKA KLENTING diharapkan dapat mendukung bank sampah for UHC, yang dimana program tersebut dapat membantu masyarakat dalam penggunaan UHC (Universal Health Coverage). Inovasi ini melibatkan koordinasi dan kolaborasi antar pegawai dan lintas sektoral (kader/kelurahan). REBEKA KLENTING dapat terus berlanjut karena dirancang sesuai kebutuhan, karakteristik dan kondisi UPTD PUSKESMAS PUDAKPAYUNG. Dampak inovasi REBEKA KLENTING adalah mendukung pemberdayaan masyarakat STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pilar ke-4 (Pengelolaan Sampah). Selain itu, dapat meningkatkan perubahan perilaku tidak membuang sampah sembarangan serta memahami pengelolaan sampah rumah tangga sesuai dengan wujud dan jenisnya.  
Manfaat Inovasi
Dampak inovasi REBEKA KLENTING adalah (1) sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dalam bidang kesehatan lingkungan khususnya menerapkan dan pemberdayaan masyarakat melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar ke-4, (2) dapat meningkatkan pengetahuan khususnya dalam perubahan perilaku tidak membuang sampah sembarangan dan cara pengelolaan sampah rumah tangga. Untuk lebih menjaga dan meningkatkan inovasi REBEKA KLENTING, inovasi ini telah dievaluasi atau dinilai oleh berbagai pihak. Evaluasi ditekankan pada sejauh mana kemampuan inovasi REBEKA KLENTING dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan puskesmas khususnya kesehatan lingkungan. Metode evaluasi yang dilakukan dengan melihat data laporan dan evaluasi pelaksanaan REBEKA KLENTING, capaian kinerja Puskesmas Pudakpayung. Evaluasi juga dilihat dari pelaksanaan, jumlah yang diproduksi serta produk yang dihasilkan. Hasil evaluasi memberikan rekomendasi perbaikan dan penyempurnaan secara berkelanjutan, untuk pelaksanaan REBEKA KLENTING lebih baik kedepannya. Setelah dilaksanakan, inovasi REBEKA KLENTING telah memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan upaya kesehatan masyarakat khususnya kesehatan lingkungan Puskesmas Pudakpayung  
Hasil Inovasi
Setelah dilaksanakan, inovasi REBEKA KLENTING telah memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan upaya kesehatan masyarakat khususnya kesehatan lingkungan Puskesmas Pudakpayung, antara lain ditunjukkan dengan jumlah data penimbangan bank sampah sebagai berikut : No Bulan Jenis Sampah (kg) Botol Kardus Kertas Besi Logam Plastik Pipa dll 1 Januari 7,5 56 50 0 4,3 0 0 5 2 Februari 6 55 34 0 5 4 14 8 3 April 0 36 35 10 0 49 10 0                    
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2023-11-02
Implementasi
2024-01-02