Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Berdasarkan Perpres no 72 tahun 2021 terkait percepatan penurunan stunting dimana percepatan penurunan stunting dilakukan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronasi diantara kementrian / lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah kota / kabupaten, pemerintah desa dan pemangku kepentingan. Berdasarkan hasil survei status gizi indonesia (SSGI) prevalensi stunting di kota Semarang sebesar 10,4 % pada tahun 2022. Berdasarkan lapoaran di bulan Januari 2024 jumlah stunting di wilayah kerja Puskesmas Genuk sebanyak 13 balita dengan presentase balita stunting 0,5 %.
Penyebab masih lambatnya penurunan Stunting di wilayah kerja puskesmas Genuk karena kurangnya pengetahuan ibu balita dikarenakan ibu balita sibuk bekerja, berangkat kerja pukul 6 pagi dan pulang pukul 6 petang, ssaat ibu sampai rumah dalam kondisi kelelahan, Sehingga pengasuhan dipegang oleh sang nenek yang masih menerapkan kebiasaan merawat balita jaman dulu.
Inisiasi Inovasi NASI GORENG berwal dari masih adanya balita stunting di wil kerja puskesmas Genuk, dimana banyak ibu balita yang tidak tau cara mengatasinya dan bingung mau menanyakan kepada siapa. Dengan adanya inovasi NASI GORENG (Implementasi Pelayanan Konsultasi Gizi Online dan Tumbuh Kembang) di UPTD Puskesmas Genuk dapat menurunkan Stunting sebagai jembatan pemberian informasi bagi ibu balita yang kurang mempunyai pengetahuan mengenai cara pencegahan terjadinya stunting.
Konsultasi ini berupa konsulatsi online menggunakan whatsapp vidio yang sebelumnya akan dilakukan assessment gizi melalui whatsapp chat jika hasil assessment gizi curiga stunting akan dibuatkan jadwal konsultasi gizi online dan selanjutnya akan dilaksanakan konsultasi gizi sesuai SPO yang sudah dibuat.
Adanya konsultasi gizi online ini dapat menurunkan angka stunting di wilayah kerja puskesmas genuk. Salah satu penyebab stunting di wilayah kerja puskesmas genuk karena hampir semua orang tua sibuk bekerja di pabrik yang berangkat pagi dan pulang malam. Dalam hal ini orang tua tidak memeliki waktu datang ke puskesmas untuk memantau status gizi dan tumbuh kembang anaknya. Yang akhirnya saat anak sudah mengalami stunting orang tua tidak mengetahui cara merawatnya. Dengan adanya program NASI GORENG diharapkan dapat memberikan kemudahan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi bagi orang tua yang sibuk bekerja sehingga tidak salah pemberian nutrisi dan stimulasi sehingga dapat menurunkan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Genuk.
Tujuan Inovasi NASI GORENG :
1. Menurunkan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Genuk dan meningkatkan pengetahuan Ibu balita
Manfaat dari adanya program NASI GORENG antara lain:
Sebelum adanya inovasi NASI GORENG Jumlah ibu balita yang datang ke poli gizi 5 balita/ bulan ( 0,17 %) Setelah dilakukanya implementasi inovasi NASI GORENG selama satu bulan jumlah ibu balita yang datang ke poli gizi meningkat menjadi 10 balita/bulan dan ibu balita yang melakukan konsultasi gizi online sebanyak 5 ibu balita / minggu sehingga total dalam 1 bulan sebanyak 20 ibu balita yang melakukan konsultasi gizi online, sehingga presentase ibu balita yang melakukan konsultasi gizi mencapai 1,07 %. Sehingga Terjadi peningkatkan jumlah ibu balita yang melaukan konsultasi gizi sebanyak 0,9%.