Tandur Gula Asem (pelesTAriaN DURian ungGUL lokAl KotA SEMarang)
Terkait keberadaan beberapa variasi genetik dari tumbuhan lokal yang belum diperhatikan dan dilestarikan oleh Pemkot Semarang, sehingga beberapa jenis cenderung sudah sangat langka atau bahkan sudah punah. Seharusnya Dinas Pertanian mengembangbiakan/ membudidayakan untuk mempertahankan plasma nutfah tanaman asli Semarang. Sebagai contoh adanya durian Kholil dan Drian Malika yang menjadi ciri khas durian Semarang. Untuk meningkatkan kualitas buah-buahan di Kota Semarang diperlukan teknologi budi daya dan penanganan pascapanen yang tepat, sehingga produksi dan mutu menjadi lebih baik.
Terdapat beberapa permasalahan (identifikasi isu-isu) terkait durian lokal unggul di Kota Semarang, antara lain :
1. Menurunnya kualitas durian lokal unggul Kota Semarang Laporan petani durian kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mijen maupun BPP Gunungpati yang menyebutkan banyaknya durian lokal khususnya di Kec.Mijen dan Kec.Gunungpati sebagai sentra durian lokal unggul Kota Semarang kualitas durian menurun. Tindak lanjut identifikasi lapangan PPL menurunnya kualitas durian lokal Kota Semarang disebabkan dampak perubahan iklim (DPI), serangan OPT, minimnya aplikasi teknologi pertanian dikarenakan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan petani durian Kota Semarang dan minimnya identifikasi durian lokal unggul Kota Semarang.
2. Menurunnya kuantitas durian lokal unggul Kota Semarang. Berdasarkan data Pertanian Dalam Angka (PDA) Dinas Pertanian Kota Semarang Tahun 2019 jumlah panen durian pada tahun 2018-2019 terjadi penurunan 505 pohon yang disebabkan oleh ditebangnya pohon-pohon durian salah satunya durian lokal unggul “Mutiara Hijau” (Juara I Lomba Festival Buah Tingkat Provinsi Tahun 2016).
3. Sulitnya masyarakat memperoleh bibit durian lokal unggul Kota Semarang. Sulitnya masyarakat memperoleh bibit durian lokal unggul Kota Semarang baik dari pemilik pohon induk durian lokal unggul maupun pedagang bibit durian. Dikarenakan pemilik pohon induk hingga saat ini belum mengembangkan bibit. Terancamnya eksistensi durian lokal unggul Kota Semarang
4. Menurunnya kualitas dan kuantitas durian lokal unggul Kota Semarang dan didorong faktor ekonomi, sebagian pemilik pohon induk durian lokal unggul memilih menebang dan menjual kayu pohon durian, seperti pohon induk durian “Mutiara Hijau” yang berlokasi di Dk.Kaligetas RW 04 Kel.Purwosari Kec.Mijen Kota Semarang juara I lomba Festival Buah Tk. Provinsi Jawa Tengah tahun 2016.
5. Kurangnya identifikasi durian lokal unggul. Salah satu cara identifikasi durian lokal unggul dengan kompetisi lomba yang dapat diselenggarakan oleh komponen stakeholder. Selama pandemi pentas kompetisi lomba durian lokal unggul ditiadakan.
Dari beberapa isu yang sudah diidentifikasi tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan alat analisis isu yaitu ASTRID. Dengan alat analisis ini dapat diketahui core isu atau isu setrategis yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Isu-isu akan diidentifikasi dan dianalisis menggunakan alat analisa “ASTRID” (Aktual, Spesifik, Transformasi, Relevan, Inovatif dan Dapat dilaksanakan). Dengan demikian berdasarkan analisis dengan metode ASTRID, dapat disimpulkan bahwa isu strategis adalah Terancamnya eksistensi durian lokal unggul Kota Semarang. Isu strategis tersebut mengandung unsur : Aktual (A) karena terkait keberadaan beberapa variasi genetik dari tumbuhan lokal yang belum diperhatikan dan dilestarikan oleh Pemkot Semarang, sehingga beberapa jenis cenderung sudah sangat langka atau bahkan sudah punah. Sehingga mendesak mengembangbiakan / membudidayakan durian lokal unggul untuk mempertahankan plasma nutfah tanaman asli Semarang. Sebagai contoh adanya durian kholil dan malika yang menjadi ciri khas durian. Spesifik (S) karena pelestarian Sumber Daya Genetik (SDG) cara untuk mempertahankan plasma nutfah durian lokal sebagai tanaman asli Semarang. Transformasi (T) karena dengan pelestarian SDG (Sumber Daya Genetik) durian lokal unggul kedepannya akan memperbanyak jumlah pohon induk durian lokal unggul. Relevan (R) karena telah melalui kajian akademis tahun 2020 dari Bappeda Kota Semarang bahwa durian lokal unggul Kota Semarang cenderung sudah sangat langka atau bahkan sudah punah sehingga perlu mempertahankan plasma nutfah tanaman asli Semarang. Inovasi (I) Karena selama 13 tahun yang lalu sejak Durian Kholil Juara I Lomba durian lokal unggul Tk.Nasional tahun 2008, belum adanya pengembangan durian lokal unggul secara masif di Kota Semarang. Dapat dilaksanakan (D) karena Kota Semarang masih memiliki eksisting pohon Induk lokal unggul, Dinas Pertanian memiliki SDM yang terampil, SDA Kebun Dinas Plalangan di Gunungpati dan Prasarana dan sarana teknologi yang memadai sehingga pelestarian SDG (Sumber Daya Genetik) durian lokal unggul dapat dilaksanakan untuk mempertahankan plasma nutfah tanaman Kota Semarang. Stakeholder Terkait: Bappeda Kota Semarang Asosiasi Petani Buah Kota Semarang Petani Kelompok Tani Penyuluh Pertanian Swadaya
Tujuan inovasi untuk melestarikan durian malika karena durian malika saat ini berstatus sebagai Pohon Induk Tunggal ( PIT ) yang artinya pohon induk durian malika F1 hanya ada satu di dunia dan berlokasi di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati.
Manfaat inovasi untuk kegiatan jangka panjangnya, apabila perbanyakan bibit yang dilaksanakan ini berhasil dan tunas tumbuh dengan baik dengan perawatan yang optimal diharapkan bibit – bibit durian malika hasil perbanyakan ini akan ditanam di lahan Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang dan di beberapa lahan eks -JSDF yang telah dilimpahkan ke Dinas Pertanian Kota Semarang.
Hasil inovasi yaitu “ Pelestarian Durian Unggul Lokal Asli Kota Semarang ( Tandur Gula Asem ) “