WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penderita kanker serviks
terbanyak di dunia dimana diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap
tahun dan angka kematiannya diperkirakan 7.500 kasus per tahun. Kanker payudara memiliki jumlah kasus baru tertinggi di Indonesia sebesar 65.858 kasus atau 16,6 % dari total 396.914 kasus kanker.
Peningkatan kasus kanker serviks dan kanker payudara secara signifikan disebabkan
oleh perubahan dalam gaya hidup masyarakat serta rendahnya cakupan deteksi dini kanker
serviks dan kanker payudara.
Salah satu upaya Puskesmas Padangsari dalam rangka meningkatkan cakupan deteksi dini
kanker serviks dan kanker payudara adalah melalui inovasi DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni
CA ceRvIx dan ca MAMmAe).
DEDI CARI MAMA merupakan inovasi yang bertujuan
untuk meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui
upaya promotif, preventif, rehabilitatif, dan kuratif yang melibatkan berbagai sektor terkait
sehingga dapat meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi
dini kanker serviks dan kanker payudara.
Inovasi DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni CA ceRvIx dan ca MAMmAe) diharapkan
akan meningkatkan jumlah skrining pada sasaran WUS 30-50 tahun bagi peserta FKTP di
Puskesmas Padangsari & Klinik Swasta di Kecamatan Banyumanik. Selain itu hasil pemeriksaan
skrining kanker serviks dan kanker payudara sudah terstandarisasi karena bekerjasama dengan
Laboratorium CITO.
Indikator keberhasilan DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni CA ceRvIx dan ca MAMmAe)
yaitu kegiatan berjalan secara rutin 2 minggu sekali dalam 1 bulan.
Kondisi sebelum adanya inovasi adalah belum adanya layanan pemeriksaan IVA/Papsmear & Sadanis di Puskesmas, sehingga apabila pasien memiliki keluhan akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan penunjang di Laboratorium.
Setelah diadakan kegiatan DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni CA ceRvIx dan ca MAMmAe), maka sasaran WUS yang akan periksa lebih nyaman & mudah karena tidak perlu ke laboratorium. Selain itu, kegiatan ini juga disebarluaskan ke seluruh lintas sektor melalui pesan berantai, sosialisasi di kegiatan masyarakat dan media sosial.
Strategi kami dalam melaksanakan kegiatan DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni CA
ceRvIx dan ca MAMmAe) adalah menjadwalkan kegiatan pemeriksaan IVA/Papsmear & Sadanis
secara rutin di hari Sabtu minggu ke-2 dan minggu ke-4 bagi WUS 30-50 tahun, bekerjasama
dengan Laboratorium CITO berkolaborasi menyelenggarakan Papsmear, menyebarkan informasi
kegiatan DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni CA ceRvIx dan ca MAMmAe) melalui pesan
siaran langsung (broadcast message) dengan sasaran WUS 30-50 tahun, pendaftaran secara digital
melalui link SAYANG VANESSA (Sistem Layanan Digital IVA dan SADANIS CEPAT
DIPERIKSA) serta melakukan penyuluhan di masyarakat (posbindu, posyandu, forum pertemuan
warga).
Tujuan Inovasi
DEDI CARI MAMA merupakan inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui upaya promotif, preventif, rehabilitatif, dan kuratif yang melibatkan berbagai sektor terkait sehingga dapat meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara.
Manfaat Inovasi
Inovasi DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni CA ceRvIx dan ca MAMmAe) diharapkan akan meningkatkan jumlah skrining pada sasaran WUS 30-50 tahun bagi peserta FKTP di Puskesmas Padangsari & Klinik Swasta di Kecamatan Banyumanik.
Hasil Inovasi
Setelah diadakan kegiatan DEDI CARI MAMA (DEteksi DIni CA ceRvIx dan ca MAMmAe), maka sasaran WUS yang akan periksa lebih nyaman & mudah karena tidak perlu ke laboratorium.