Dasar hukum
PP No. 17 Thn 2015 Tentang Ketahanan Pangan dan Gizi
PerWali Semarang No. 102 Thn 2021 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Sistem Kerja Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang
Permasalahan
Di Tahun 2022 inflasi global dampak pasca pandemi Covid-19 serta perang Rusia – Ukraina menggoncang perekonomian dunia, termasuk Indonesia, dan Kota Semarang secara khusus. Hal ini menyebabkan krisis di tiga sektor utama, yaitu krisis ekonomi, krisis energi dan krisis pangan. Menurut berita resmi statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, tingkat inflasi di Kota Semarang pada bulan Mei, Juni dan Juli 2022 sebesar 3,19%; 4,30?n 4,87% yoy dengan penyumbang utama inflasi adalah makanan minuman dan tembakau. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya harga pangan strategis, sementara daya beli masyarakat kian menurun (BPS, 2022).
Isu Strategis
Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) mendukung pencapaian tujuan 1 SDGs tanpa kemiskian dan tujuan 2 SDGs tanpa kelaparan serta isu yang berkembang saat ini yaitu inflasi dan ketahanan pangan.
Metode Pembaharuan
Sama halnya dengan Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman), Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) juga berkontribusi dengan melakukan intervensi kenaikan harga pangan dapat dilakukan melakui fasilitasi distribusi yang diperkuat dengan adanya PerWali Semarang No. 77 thn 2023 tentang Fasilitasi Distribusi Bahan Pangan Pokok Bagi Masyarakat; selain itu dengan armada keliling yang fleksibel / mobile keterjangkauan ke wilayan-wilayah bisa lebih meningkat.
Keunggulan dan Pembaharuan
Sebelum adanya Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang), sudah dilaksanakan Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) tetapi terbatas untuk kegiatan / event tertentu tetapi dengan adanya Kempling Semar bisa lebih fleksibel dengan menggunakan armada keliling secara mobile selain terjadwal dari Dinas Ketahanan Pangan, penyelenggara juga bisa mengajukan permohonan tanpa harus ada event dan dengan area yang terbatas.
Tahapan Inovasi/Penggunaan Produk
Kegiatan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) dilaksanakan di 177 Kelurahan hingga tingkat RT dengan frekuensi pelaksanaan 4 (empat) titik lokasi/hari:
1. Jangka Pendek di 4 Kecamatan (Semarang Tengaj, Semarang Selatan, Semarang Barat dan Semarang Utara)
2. Jangka Menengaj di 6 Kecamatan
3. Jangka Panjang di 6 Kecamatan
Menurunkan inflasi di Kota Semarang
1. Mengoptimalkan stabilitasi harga pangan oleh Pemerintah Kota Semarang;
2. Mewujudkan alur dan mekanisme stabilitasi harga pangan yang lebih efektif dan efisien;
3. Peningkatan kinerja pada Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan;
4. Peningkatan sinergi dengan pihak swasta atau dunia usaha dalam pengembangan stabilitasi harga pangan guna mengendalikan inflasi;
5. Memberikan manfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan terkait pengembangan stabilitasi harga pangan;
6. Memberikan manfaat bagi media massa guna perluasan informasi terkait pengembangan stabilitasi harga pangan;
7. Peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dalam menjaga stabilitasi harga pangan