Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022 tentang Penanggulangan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) bahwa HIV/AIDS dan IMS masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial ekonomi, sehingga diperlukan upaya penanggulangan dengan dukungan lintas sektor dan masyarakat untuk mencapai eliminasi HIV/AIDS dan IMS.
Jawa Tengah termasuk lima besar Provinsi dengan kasus HIV tertinggi di Indonesia setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Papua. Epidemi HIV/AIDS di Jawa Tengah sejak 1993 sampai September 2019 sebanyak 30.465 kasus dengan 17.559 kasus HIV, 12.906 kasus AIDS dan 1.915 di antaranya meninggal dunia.
Tahun 2018 capaian tes HIV di Puskesmas Poncol belum mencapai target (72%), penemuan kasus HIV baru 78%, ODHIV akses ARV hanya 60%. Adanya kasus HIV tidak terdeteksi dan rendahnya ODHIV akses ARV menjadi rantai penyebaran HIV/AIDS sehingga diperlukan upaya inovatif untuk menemukan kasus HIV. Tahun 2023, capaian tes viral load hanya 51%, capaian ODHIV dengan virus tersupresi 75.8?n kematian akibat HIV/AIDS sejumlah 6 orang. Dalam rangka percepatan penanggulangan HIV/AIDS perlu dilakukan pengembangan inovasi.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu : (1) Koordinasi dan kolaborasi lintas program dan lintas profesi internal Puskesmas dalam Tim PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan) untuk kegiatan skrining HIV/AIDS melalui VCT extra time, (2) Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan, swasta (perhotelan/karaoke/pub/spa) serta masyarakat (WPA) untuk pelaksanaan kegiatan skrining HIV/AIDS melalui VCT Mobile dengan sasaran lebih luas mencakup setiap orang dengan risiko terinfeksi HIV/AIDS, (3) Koordinasi dan kolaborasi dengan LSM menjangkau populasi kunci dan pendampingan ODHIV, (4) Layanan WA Bussiness (ICE CREAM, Intensive care for Consultation, Report, Evaluation, ARV access and Monitoring) yang memberi kemudahan ODHIV akses ARV, optimalisasi monitoring pemantauan pengobatan, kemudahan konsultasi dan media penyampaian hasil evaluasi pengobatan, (5) Monitoring dan evaluasi internal Puskesmas, eksternal oleh LSM dan Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA mendukung Tujuan SDG’s ketiga yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Target 3.3 dalam tujuan SDG’s ketiga yaitu : Pada tahun 2030, mengakhiri epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria, dan penyakit tropis yang terabaikan, dan memerangi hepatitis, penyakit bersumber air, serta penyakit menular lainnya. Indikator 3.3.1 yaitu jumlah infeksi baru HIV per 1000 penduduk tidak terinfeksi (Incidence rate HIV), angka Insidensi HIV memberikan gambaran ukuran kemajuan dalam pencegahan penularan HIV.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA mendukung Asta Cita yang ke empat yaitu : Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Inovasi GEMPOL PRIMADONA juga berdampak dan selaras dalam mendukung pencapaian Program Prioritas Presiden yang ke tujuh yaitu Pelayanan Kesehatan untuk semua dan program prioritas poin 2 yaitu pemeriksaan kesehatan gratis bagi kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV sehingga dapat meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas pada 2045.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA dilakukan untuk menemukan kasus HIV yang ada di lingkungan masyarakat dan di lingkungan kerja yang ada di wilayah Puskesmas Poncol. Penemuan kasus HIV secara aktif ini memerlukan kolaborasi dan kerjasama dari pihak yang dekat dengan populasi kunci, untuk melakukan skrining. Inovasi ini juga melibatkan kolaborasi bersama dengan pihak LSM, lintas program serta lintas profesi dalam melakukan skrining, pengobatan, dukungan, pendampingan, evaluasi dan monitoring terapi ARV pada ODHIV untuk mencapai kepatuhan pengobatan, keberhasilan terapi dan mencegah perkembangan stadium penyakit HIV lebih lanjut.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA memiliki tujuan yaitu :
● Indikator Output
(1) Meningkatkan cakupan pemeriksaan tes HIV (target 100%)
(2) Meningkatkan cakupan penemuan kasus HIV baru (target 100%)
(3) Meningkatkan cakupan ODHIV yang dilakukan pemeriksaan Viral Load (target 70%)
● Indikator Outcome
(1) Meningkatkan cakupan ODHIV yang mengakses pengobatan ARV (target 95%)
(2) Meningkatkan cakupan ODHIV dengan hasil pemeriksaan Viral Load virus tersupresi / undetected (80%)
● Indikator Impact : Menurunkan hingga meniadakan kematian berkaitan dengan HIV/AIDS.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA berdampak dan selaras dalam mendukung pencapaian misi ke-1 RPJMD Kota Semarang yaitu Meningkatnya kualitas dan kapasitas sumber daya manusia yang unggul dan produktif untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial dengan indikator sasaran meningkatnya akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, termasuk penanggulangan HIV/AIDS dan akses pengobatan ARV bagi ODHIV.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA berdampak dan selaras dalam mendukung pencapaian misi Asta Cita yang ke-4 yaitu : Memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA berdampak dan selaras dalam mendukung pencapaian Program Prioritas Presiden yang ke-7 yaitu Pelayanan Kesehatan untuk semua dan ke-2 yaitu pemeriksaan kesehatan gratis bagi kelompok risiko tinggi terinfeksi HIV sehingga dapat meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia untuk terwujudnya Indonesia Emas pada 2045.
Inovasi GEMPOL PRIMADONA berpengaruh positif dalam penanggulangan HIV/AIDS di Puskesmas Poncol Kota Semarang, terbukti dengan (1) meningkatnya Capaian tes HIV (27.56%); (2) meningkatnya cakupan Penemuan kasus HIV (21.05%); (3) meningkatnya cakupan ODHIV akses ART (62%); (4) meningkatnya cakupan ODHIV dilakukan Pemeriksaan Viral load (19.02%); (5) meningkatnya cakupan ODHIV dengan virus tersupresi (10.06%); (6) menurunnya angka kematian akibat HIV/AIDS (6 menjadi 2 orang).
Inovasi GEMPOL PRIMADONA sampai Desember 2024 menghasilkan capaian berikut :
| INDIKATOR | Sebelum Inovasi | Sesudah Inovasi | Keterangan |
|
Cakupan Pemeriksaan HIV |
1103 Orang | 1407 Orang |
Meningkat 27.56% |
| Cakupan Penemuan Kasus HIV Baru | 38 Orang | 46 Orang |
Meningkat 21.05% |
| Cakupan ODHIV dilakukan Pemeriksaan Viral Load | 116 Orang | 206 Orang | Meningkat 19.02% |
| Cakupan ODHIV Akses ARV | 86 Orang | 293 Orang | Meningkat 62% |
| Cakupan ODHIV dengan Virus tersupresi | 88 Orang | 177 Orang | Meningkat 10.6% |
| Cakupan Kematian akibat HIV/AIDS | 6 Orang | 2 Orang |
Menurunnya kematian akibat HIV/AIDS |