UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, bahwa seiring dengan makin pesatnya
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada peralatan kesehatan, serta sebagaimana
disebutkan dalam pasal 11, ”pengoperasian dan pemeliharaan prasarana rumah sakit harus
dilakukan oleh petugas yang mempunyai kompetensi di bidangnya”.
Permenkes No. 45 tahun 2015 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Elektromedis
bahwa elektromedis sebagai suatu profesi tenaga kesehatan), dituntut agar senantiasa dapat
melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional, efektif dan efisien, maka dari itu
tenaga elektromedis sebagai SDM yang bertanggung jawab atas pemeliharaan prasarana
khususnya peralatan kesehatan di rumah sakit,dituntut untuk senantiasa meningkatkan
kompetensinya sehingga dapat mengikuti pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi peralatan kesehatan tersebut. Salah satu upaya peningkatan kompetensi
elektromedis adalah dengan melalui kemudahan dalam mengolah dan menganalisa data agar
dalam melakukan setiap unsur kegiatannya terukur, akuntan dan real (nyata) .
Instrumen Penilaian Akreditasi SNAR’s Edisi 1, Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan (MFK) Standar 8, bahwa peralatan kesehatan harus dikelola antara lain
mencakup kegiatan inventarisasi, kalibrasi dan pemeliharaan. Kemudian dalam Standar 9
disebutkan bahwa sistem utilitas harus dilakukan pemeliharaan.
Umumnya hampir semua rumah sakit masih melakukan pengelolaan peralatan
kesehatan dan sarana prasarana lainnya dengan mencatat secara manual dalam buku atau
dengan menggunakan kertas lembar kerja.
Sebelum tahun 2019 RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang dalam
pengelolaan peralatan kesehatan dan sarana prasarana lainnya sama dengan rumah sakit
lainnya yaitu dengan mencatat secara manual dalam buku atau dengan menggunakan kertas
lembar kerja. Hal ini banyak kekurangan antara lain : masih mencari berkas/dokumen
manual, human error (kelupaan mencatat), berkas/dokumen kertas kerja atau buku hilang,
tidak update, tidak terukur/tidak akuntable dan tidak sesuai kenyataan / reliable.
Tujuan Inovasi
a. Tujuan Umum:
Dalam inovasi ini untuk mempermudah dalam pengelolaan peralatan kesehatan yang
ada di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang.
yang terdiri dari Inventarisasi, Work Order (pelaporan dan penanganan kerusakan),
pengelolaan sparepart, pengukuran terhadap Standar Pelayanan Minimal, penarikan
kembali (recall), mutasi (perpindahan alat atau barang antar-ruangan), capaian kinerja
pegawai, penentuan nilai aset-batas anggaran pemeliharaan dan pengelolaan
panduan/SPO/buku manual.
b. Tujuan Khusus:
1. Mempermudah dalam pengelolaan data-data peralatan kesehatan, gedung dan sarana-
prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
2. Mempermudah inventarisasi peralatan kesehatan, gedung dan sarana-prasarana
lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
3. Mempermudah Work Order (pelaporan dan penanganan kerusakan) peralatan
kesehatan, gedung dan sarana-prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro
Kota Semarang
4. Mempermudah pengelolaan sparepart peralatan kesehatan, gedung dan sarana-
prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
5. Mempermudah pengukuran terhadap Standar Pelayanan Minimal Instalasi Pemelihara
Sarana Prasarana Rumah Sakit di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
6. Mempermudah penarikan kembali (recall) peralatan kesehatan, gedung dan sarana-
prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
7. Mempermudah mutasi (perpindahan alat atau barang antar-ruangan) peralatan
kesehatan, gedung dan sarana-prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro
Kota Semarang
8. Mempermudah pengukuran capaian kinerja pegawai Instalasi Pemelihara Sarana
Prasarana Rumah Sakit di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
9. Penentuan nilai aset-batas anggaran pemeliharaan dan pengelolaan
panduan/SPO/buku manual peralatan kesehatan, gedung dan sarana-prasarana lainnya
di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
Manfaat Inovasi
1. Mempermudah dalam pengelolaan data-data peralatan kesehatan, gedung dan sarana-
prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
2. Mempermudah inventarisasi peralatan kesehatan, gedung dan sarana-prasarana
lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
3. Mempermudah Work Order (pelaporan dan penanganan kerusakan) peralatan
kesehatan, gedung dan sarana-prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro
Kota Semarang
4. Mempermudah pengelolaan sparepart peralatan kesehatan, gedung dan sarana-
prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
5. Mempermudah pengukuran terhadap Standar Pelayanan Minimal Instalasi Pemelihara
Sarana Prasarana Rumah Sakit di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
6. Mempermudah penarikan kembali (recall) peralatan kesehatan, gedung dan sarana-
prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
7. Mempermudah mutasi (perpindahan alat atau barang antar-ruangan) peralatan
kesehatan, gedung dan sarana-prasarana lainnya di RSUD KRMT Wongsonegoro
Kota Semarang
8. Mempermudah pengukuran capaian kinerja pegawai Instalasi Pemelihara Sarana
Prasarana Rumah Sakit di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
9. Penentuan nilai aset-batas anggaran pemeliharaan dan pengelolaan
panduan/SPO/buku manual peralatan kesehatan, gedung dan sarana-prasarana lainnya
di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang
Hasil Inovasi
a.Pengelolaan peralatan kesehatan sebelumnya
Sebelum adanya SEPTY, RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang
melakukan pengelolaan peralatan kesehatan dengan mencatat di form isian data
pelaporan kerusakan, inventarisasi peralatan kesehatan. Hal ini menimbulkan
masalah, antara lain : tidak efektif SDM, tidak akurat, tidak akuntable, error, biaya
besar dalam pengadaan dan boros kertas.
Gambar 4 . Laporan kerusakan sebelum IMS
Gambar 4 . Inventaris sebelum IMS
b. Pengelolaan peralatan kesehatan saat ini
Aplikasi Inventory Managemen System (IMS) merupakan aplikasi yang dibuat
untuk pengelolaan peralatan kesehatan dan barang-barang maupun sarana prasarana.
Aplikasi ini dalam pengelolaan peralatan kesehatan dinamakan SEPTY (Safety Device for User and Patient Safety).
Dalam pelaksanaannya, disetiap computer ruangan yang terkoneksi dengan
jaringan LAN sudah terinstall aplikasi IMS ini, sehingga disetiap computer dapat melihat inventaris peralatan kesehatan, melaporkan kerusakan dan melihat proses perbaikan terhadap laporan kerusakan, mengajukan permintaan barang/alkes dan melihat Standar Prosedur Operasional (SPO) peralatan kesehatan di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang setiap saat.