Memuat…
DINAS PENDIDIKAN
Detail Inovasi OPD

SEMARANG MENDIDIK

Gambar Tidak Tersedia Belum ada foto untuk inovasi ini
Rancang Bangun & Perubahan

Inovasi “Semarang Mendidik : Semangat Edukasi Mengantarkan Anak Negeriku Gapai Masa Depan Emas dengan Inklusi, Dukungan, Inspiratif, dan Kolaboratif” merupakan respon strategis Pemerintah Kota Semarang dalam mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, rentan putus sekolah, atau terdampak ekonomi. Inovasi ini terdiri dari empat program utama, yaitu Bambu Apus (pelaporan ATS berbasis masyarakat), Gerbang Harapan (dukungan pendidikan melalui orang tua asuh), Sekolah Swasta Gratis (solusi bagi anak kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri), dan Guru Bersamamu (pendampingan belajar oleh guru penggerak dan PKBM). Pelaksanaan inovasi ini melibatkan pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix, sistem digital yang terintegrasi, serta pemantauan dan evaluasi rutin.

 

Capaian inovasi Semarang Mendidik ini mencakup lebih dari 1.000 anak telah dikembalikan ke sekolah, dan 400 lebih orang tua asuh terlibat, selain itu Semarang Mendidik juga mendapat persepsi positif masyarakat terhadap layanan pendidikan meningkat secara signifikan. Inovasi Semarang Mendidik selaras dengan Asta Cita Presiden 2025 poin ke-4: memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Inovasi ini fokus pada pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) ke pendidikan formal, penguatan peran orang tua asuh, dan pendampingan pendidikan inklusif-berkelanjutan, serta penguatan SDM dan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

 

Semarang Mendidik juga mendukung Program Prioritas Presiden 2025 poin ke-8, yaitu penguatan pendidikan, sains-teknologi, dan digitalisasi, wujud dukungan inovasi ini melalui sistem pelaporan digital “Bambu Apus”, pendampingan oleh Guru Penggerak, serta digitalisasi proses monitoring dan evaluasi. Selain itu, inovasi ini berkaitan dengan RPJMD Kota Semarang 2021–2026, khususnya permasalahan SDM, yang mana “Belum optimalnya layanan pendidikan berkualitas yang dapat diakses seluruh masyarakat secara berkeadilan.” Inovasi ini mendukung pencapaian indikator outcome RPJMD bidang pendidikan melalui pendekatan sistematis dan berbasis data, yang terbukti menurunkan angka ATS dan memperluas akses pendidikan dasar-menengah secara adil dan merata.

Tujuan Inovasi

Inovasi Semarang Mendidik bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh anak di Kota Semarang, khususnya Anak Tidak Sekolah (ATS), anak dari keluarga kurang mampu, dan siswa rentan putus sekolah. Program Semarang Mendidik ini dibangun melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam semangat gotong royong dan kepedulian pendidikan. Strategi inovasi ini dijalankan melalui tata kelola yang kuat, dan optimalisasi sumber daya, serta program terintegrasi.

 

Indikator outcome dari Inovasi Semarang Mendidik ini meliputi peningkatan kepuasan masyarakat terhadap layanan pendidikan inklusif, persepsi positif terhadap kemudahan akses pendidikan, dan penurunan anak tidak sekolah, serta peningkatan partisipasi masyarakat dan orang tua asuh.

 

Sedangkan Indikator output dari Semarang Mendidik ini mencakup jumlah anak tidak sekolah yang kembali ke sekolah, penerima manfaat aktif dari program Gerbang Harapan dan Sekolah Swasta Gratis, pelaksanaan program Guru Bersamamu, kegiatan koordinasi lintas sektor, ketepatan distribusi bantuan pendidikan, serta penyelesaian permasalahan program berdasarkan laporan periodik.

Manfaat Inovasi

Memberikan bantuan pendidikan, pendampingan siswa, serta mendorong partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung pendidikan anak kurang mampu.

Hasil Inovasi

Inovasi Semarang Mendidik merupakan salah satu sebuah strategi kebijakan Pemerintah Kota Semarang untuk menjawab isu krusial yang dihadapi oleh daerah, khususnya permasalahan anak putus sekolah yang berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Program ini lahir untuk mendorong transformasi layanan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Melalui kerja kolaboratif lintas sektor, Semarang Mendidik telah mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat rentan, termasuk mereka yang secara sosial maupun ekonomi termarjinalkan. Hal ini selaras dengan rumusan permasalahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang 2021–2026, yaitu: "Kualitas Sumber Daya Manusia Perlu Terus Ditingkatkan Untuk Mencapai Kesejahteraan", terutama pada poin permasalahan nomor 1: "Belum optimalnya layanan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh semua masyarakat secara berkeadilan". Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis data, inovasi ini mendukung pencapaian indikator outcome RPJMD di bidang pendidikan, khususnya dalam menurunkan angka anak tidak sekolah dan meningkatkan akses terhadap pendidikan dasar dan menengah.

 

Selain menjadi solusi atas isu strategis daerah, Inovasi Semarang Mendidik ini juga sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden 2025, terutama poin ke-4 yaitu, "Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas." Capaian nyata dari inovasi ini ditunjukkan melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang yang pada tahun 2023 mencapai 84,43, meningkat 0,35 poin dari tahun sebelumnya.  Angka ini tidak hanya menunjukkan status "sangat tinggi" tetapi juga melampaui rata-rata nasional yang berada pada angka 74,39. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan kualitas pendidikan yang semakin baik, tetapi juga menunjukkan bahwa Semarang Mendidik telah memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing SDM Kota Semarang. Melalui pendekatan terstruktur dan pelibatan multipihak, inovasi ini telah berhasil memperluas akses pendidikan dan mendorong semangat belajar bagi anak-anak yang sebelumnya terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2023-01-02
Implementasi
2023-01-30