Dasar Hukum :
1. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dinyatakan bahwa pelayanan Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang harus dilaksanakan.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2015 tentang Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut.
Permasalahan :
Berdasarkan hasil survey kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan melalui kuesioner mengenai Kesehatan gigi mulut, didapatkan hasil bahwa pengetahuan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan mengenai Kesehatan gigi mulut yang masih kurang. Untuk frekuensi menyikat gigi rata-rata sudah mengetahui dengan baik, tetapi untuk waktu dan cara menyikat gigi masih belum benar, sehingga frekuensi terjadinya gigi berlubang pada Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan cukup tinggi. UKGM (Usaha Kesehatan Gigi Mulut) adalah suatu pendekatan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan peran serta Masyarakat dalam pemeliharaan Kesehatan gigi mulut, dengan mengintegrasikan Upaya promotif, preventif Kesehatan gigi pada berbagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat yang berlandaskan pendekatan Primary Health Care. Menurut data kunjungan poli untuk permasalahan Kesehatan gigi mulut yang paling banyak dijumpai di Poli Gigi Puskesmas Ngaliyan yaitu Periodontitis Apikalis Akut. Sebagian besar Masyarakat berkunjung ke pelayanan poli gigi ketika mulai merasa sakit saja atau ketika kondisi giginya sudah parah. Kesadaran Masyarakat mengenai pentingnya menjaga Kesehatan gigi mulut dengan pola pikir lebih baik mencegah daripada mengobati yang masih rendah, dan perawatan yang paling banyak yaitu premedikasi.
Isu Strategis :
Isu strategis yang perlu diselesaikan adalah Belum optimalnya kegiatan UKGM di wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang. Gagasan kegiatan yang dipilih untuk memecahkan isu yang diprioritaskan berdasarkan analisis akar penyebab mengacu pada diagram fishbone yaitu Optimalisasi kegiatan UKGM melalui “Seruling Pagi” di wilayah kerja Puskesmas Ngaliyan Kota Semarang. SERULING PAGI (Seruan Perlindungan Gigi pada Anak dari dini) merupakan inovasi dengan melakukan penyuluhan edukasi pentingnya menjaga Kesehatan gigi mulut pada anak dengan media lembar balik dan video penyuluhan menjaga kesehatan gigi mulut anak.
Metode Pembaharuan :
Metode pembaharuan keunggulan dan kebaharuan dari inovasi ini terkait dengan kolaborasi lintas program dan lintas sektor secara gotong royong. Inovasi SERULING PAGI memiliki keunikan untuk menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan yang dilakukan. Inovasi ini mampu menjangkau pelayanan Kesehatan bermutu, hidup dalam lingkungan sehat, dan memiliki derajat Kesehatan yang optimal baik individu, keluarga, kelompok, Masyarakat. Inovasi SERULING PAGI telah memberikan manfaat dan dampak positif bagi Pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas dalam rangka mewujudkan kecamatan sehat, kecamatan sehat dilaksanakan untuk mencapai kabupaten/kota sehat.
Tahapan inovasi :
1. Membuat lembar balik tentang menjaga Kesehatan gigi mulut pada anak
2. Membuat video tentang menjaga Kesehatan gigi mulut pada anak
3. Mengupload video dan flyer Kesehatan gigi mulut di media sosial Membuat jadwal kegiatan UKGM
4. Melakukan penyuluhan dan sikat gigi bersama di posyandu tentang pentingnya menjaga Kesehatan gigi mulut pada anak
5. Melakukan monitoring dan evaluasi.
Meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai pentingnya menjaga Kesehatan gigi mulut anak sejak dini sehingga angka karies gigi (lubang gigi) dapat berkurang.
Inovasi SERULING PAGI telah memberikan manfaat dan dampak positif bagi Pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas dalam rangka mewujudkan kecamatan sehat, kecamatan sehat dilaksanakan untuk mencapai kabupaten/kota sehat.
Meningkatnya pengetahuan Masyarakat mengenai pentingnya menjaga Kesehatan gigi mulut sehingga angka karies /lubang gigi menurun.