Di Indonesia, kanker leher rahim dan kanker payudara menjadi kanker terbanyak terbanyak kedua. Sekaligus menjadi penyakit katastropik dengan pembiayaan terbesar kedua dengan estimasi Rp. 3.5 Triliun. Kanker servik atau kanker leher Rahim sering di sebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam, karena tidak adanya gejala pada stadium awal kanker servik, Gejala kanker servik baru muncul setelah memasuki stadium lanjut. Namun semakin lanjut kanker servik saat ini di temukan semakin rendah angka harapan hidupnya. Oleh karena itu penting untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kanker serviks.
Salah satu tindakan pencegahan utama yang penting di lakukan adalah pemeriksaan skrinning kanker serviks.World Health Organization (WHO) merekomendasikan wanita usia subur ( WUS) Usia 30-50 untuk melakukan skrining serviks secara rutin. Pemeriksaan ini sangat perlu di lakukan untuk mendeteksi infeksi HPV atau mendeteksi perubahan awal pada sel serviks, sehingga pengobatan dapat di berikan sejak dini untuk mencegah perkembangan kanker serviks.
Untuk mempercepat Deteksi dini kanker rahim, mulai tahun 2023 Kementerian Kesehatan juga akan menggunakan Metode HPV DNA, memanfaatkan PCR Test yang sudah dimiliki. Langkah ini merupakan upaya untuk deteksi stadium kanker lebih cepat.
Pemeriksaan IVA bertujuan Untuk melihat adanya sel yang mengalami displasi sebagai salah satu penapisan kanker serviks, sedangkan DNA HPV adalah usaha untuk mendeteksi ada tidak nya virus HPV pada sevik, sehingga dapat segera di terapi serta mengurangi morbiditas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus – kasus yang di temukan untuk mengetahui kelainan pada leher Rahim .
DNA HPV, yaitu pemeriksaan molekuler menggunakan metoda hybrid capture II yang telah mendapatkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA) untuk mendeteksi adanya DNA Human Papilloma Virus (HPV) tipe risiko tinggi pada bahan pemeriksaan yang diambil dari serviks
Test Inspeksi Visual Asam Asetat ( Test IVA ) adalah metode skrining kanker serviks dengan menggunakan ; larutan asam asetat 3-5 % pada servik, serta untuk mengetahui adanya Kanker, IVA positif dan IVA negative dan Mengetahui hasil pemeriksaan IVA dan tindak lanjut dari tes IVA. Sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim. Selain bisa dilakukan di Puskesmas Srondol, untuk pemeriksaan DNA HPV dilakukan jemput bola pada kelompok Masyarakat yang ingin melakukan skrining.
Inovasi “GERTAK MAMA DP” memberikan beberapa manfaat diantaranya :
Hasil kegiatan Inovasi “GERTAK MAMA DP” yaitu: Kegiatan promosi penyuluhan IVA dan DNA HPV meningkat Untuk mendorong sasaran mau melakukan pemeriksaan tes IVA dan DNA HPV dimulai dengan penyuluhan untuk ibu-ibu PKK. Wilayah kerja Puskesmas Srondol mempunyai 3 Kelurahan sebagai sasaran penyuluhan. Setelah penyuluhan selanjutnya ditawarkan siapa yang mau melakukan pemeriksaan dengan fasilitas kemudahan akses pelayanan.