Memuat…
DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
Detail Inovasi OPD

Kolaborasi Stakeholder Dengan Model Smart Educative Park Menuju Kota Layak Anak, Lansia, dan Difabel di Kota Semarang

Gambar Tidak Tersedia Belum ada foto untuk inovasi ini
Rancang Bangun & Perubahan

Aksi perubahan kinerja organisasi ini disusun berdasarkan hasil diagnosa organisasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang. Dengan mengangkat isu strategis pembiayaan Pemerintah Kota yang belum mampu mendukung pembangunan taman edukatif layak anak, lansia dan difabel, diperlukan aksi perubahan Kolaborasi Stakeholder dengan Model Smart Educative Park Menuju Kota Layak Anak, Lansia, dan Difabel di Kota Semarang.

Aksi Perubahan disusun dengan merumuskan tahapan kegiatan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Pada tahapan jangka pendek selama 2 (dua) bulan, dilaksanakan pembentukan tim efektif, pemetaan jejaring stakeholder, penyusunan strategi komunikasi, koordinasi dengan stakeholder, konsultasi dengan Walikota Semarang, penyusunan model Smart Educative Park, sosialisasi, Pembangunan taman tahap I, uji coba dan serah terima, hingga monitoring evaluasi. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan jangka menengah selama 6 (enam) bulan setelah jangka pendek, yaitu dengan mobilisasi dan koordinasi dengan stakeholder, pembangunan taman tahap II, dan monitoring evaluasi. Pada tahap akhir dengan melanjutkan tahap jangka menengah yaitu dengan mobilisasi dan koordinasi dengan stakeholder, pembangunan taman tahap III, dan monitoring evaluasi.

Hasil pelaksanaan aksi perubahan jangka pendek menunjukkan bahwa dengan model Smart Educative Park di Kota Semarang dapat menjadi landasan di dalam penyediaan prasarana sarana taman kota edukatif yang layak anak, lansia, dan difabel. Selain itu sistem pembiayaan pembangunan dengan melibatkan jejaring stakeholder juga dapat diterapkan dalam pembangunan taman kota lainnya di Kota Semarang. Dengan adanya aksi perubahan ini maka diperoleh nilai keekonomian sebesar Rp.245.000.000,- (dua ratus empat puluh lima juta rupiah) pada tahap jangka pendek. Sehingga dengan aksi perubahan ini beban anggaran Pemerintah Kota Semarang dapat berkurang dan kebutuhan masyarakat akan Ruang Terbuka Hijau terpenuhi.

Tujuan Inovasi

Terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan taman kota edukatif yang layak anak, lansia dan difabel di Kota Semarang.

Manfaat Inovasi
  1. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan Ruang Terbuka Hijau
  2. Terpenuhinya kebutuhan sosial, ekologi, dan edukasi masyarakat Kota Semarang pada Taman Kota
Hasil Inovasi

Tersedianya prasarana sarana taman kota edukatif yang layak anak, lansia dan difabel.

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2023-05-22
Implementasi
2023-05-22