Memuat…
PUSKESMAS SEKARAN
Detail Inovasi OPD

Implementasi Posbindu PTM Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Mendukung UNNES Menjadi Kampus Sehat

Gambar Tidak Tersedia Belum ada foto untuk inovasi ini
Rancang Bangun & Perubahan

Posbindu PTM di Kampus UNNES dilaksanakan selama 8 bulan serta berkolaborasi dengan pihak terkait, yakni Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Sekaran. Alur pembentukan Posbindu PTM dimulai dari analisis situasi, pembentukan dan pelatihan tim Posbindu PTM, penyusunan rencana kerja, implementasi program, pelaporan dan pencatatan, serta monitoring dan evaluasi. Dengan adanya Posbindu PTM dan konseling secara rutin, maka civitas akademika yang memiliki faktor risiko dapat lebih terpantau kondisi kesehatannya, serta menerapkan gaya hidup sehat secara mandiri.

Tujuan Inovasi

Penyelenggaran Posbindu PTM bertujuan agar faktor risiko PTM civitas akademika UNNES dapat dicegah dan dikendalikan lebih dini. Faktor risiko PTM yang telah terpantau secara rutin dapat selalu terjaga pada kondisi normal, Apabila faktor risiko PTM berada dalam kondisi buruk, faktor risiko tersebut harus dikembalikan pada kondisi normal. Pada tahap dini, kondisi faktor risiko PTM dapat dicegah dan dikendalikan melalui diet yang sehat, aktifitas fisik yang cukup dan gaya hidup yang sehat seperti berhenti merokok, pengelolaan stres dan lain-lain (Sudayasa et al., 2020; Warganegara & Nur, 2016).

Manfaat Inovasi

Posbindu PTM memiliki manfaat untuk mengontrol dan menjaga kesehatan secara optimal baik dengan upaya preventif seperti penyuluhan dan kuratif melalui sistem rujukan Posbindu PTM ke Puskesmas.

Hasil Inovasi

Posbindu PTM UNNES dilaksanakan sebulan sekali dan bertempat di Gedung F5 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UNNES. Penyebaran informasi dan undangan Posbindu kepada civitas akademika UNNES melalui pesan telegram dan selebaran yang disebarkan melalui WhatsApp grup civitas akademika UNNES. Posbindu PTM UNNES dilaksanakan dengan 5 tahapan layanan yang disebut sistem 5 meja. Kegiatan tersebut berupa pelayanan deteksi dini dan tindak lanjut sederhana serta monitoring terhadap faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk rujukan ke puskesmas. Pencatatan hasil kegiatan Posbindu dilakukan oleh kader. Petugas Puskesmas mengambil data hasil kegiatan Posbindu yang digunakan untuk pembinaan, dan melaporkan ke instansi terkait secara berjenjang (Kemenkes RI, 2019b). Apabila pada kunjungan berikutnya kondisi faktor risiko tidak mengalami perubahan, maka untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik harus dirujuk ke Puskesmas Sekaran. Kolaborasi antara ketiga pihak yakni Dinkes Kota Semarang, Puskesmas Sekaran, dan UNNES tentunya memberikan manfaat bagi semua pihak. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk menentukan visi misi yang sama serta tujuan pelaksanaan program yang searah, dan bekerjasama menghasilkan output yang telah disepakati bersama (Bachert et al., 2021; Umayana & Cahyati, 2015). Data yang terkumpul dari pelaksanaan program Posbindu PTM di kampus UNNES nantinya akan dicatat dan dilaporkan secara kontinu dan bertahap. Selain itu, pelaksanaan program ini juga diharapkan dapat mengurangi laju pertumbuhan kasus PTM dan menurunkan prevalensinya di Kota Semarang, khususnya di Kelurahan Sekaran dengan dilakukannya tindakan deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan PTM. Pelaksanaan Posbindu PTM di UNNES juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Puskesmas Sekaran, yakni dapat meningkatkan kunjungan layanan dan/atau jumlah sasaran program Posbindu PTM. Sedangkan untuk kampus UNNES sendiri, pelaksanaan program ini dapat meningkatkan kualitas kampus dengan menjadikan UNNES sebagai kampus sehat. Tahapan penyelenggaraaan Posbindu PTM diawali dengan pengumpulan data dan informasi besaran masalah PTM, saranaprasarana pendukung, dan sumber daya manusia (Nurlian et al., 2020; Ratnasari, 2020). Selanjutnya dilakukan identifikasi kelompok potensial, yakni civitas akademika UNNES. Kepada civitas akademika UNNES dilakukan sosialisasi tentang besarnya masalah penyakit tidak menular, dampaknya bagi masyarakat dan dunia usaha, strategi pengendalian serta tujuan dan manfaat Posbindu. Tindak lanjut yang dilakukan tim pengabdi adalah melakukan koordinasi dengan Puskesmas Sekaran sebagai mitra kegiatan Posbindu PTM di UNNES. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bersama berupa kegiatan penyelenggaraan Posbindu, yaitu kesepakatan menyelenggarakan Posbindu PTM di UNNES. Kesepakatan tersebut diantaranya adalah menetapkan kader serta pembagian tugas dan fungsinya sebagai tenaga pelaksana Posbindu PTM, merencanakan besar dan sumber dana, melengkapi sarana dan prasarana, menetapkan jadwal pelaksanaan Posbindu PTM, merencanakan informasi dan sosialisasi kegiatan Posbindu PTM, mempersiapkan pelatihan kader Posbindu, mempersiapkan sarana dan tenaga di Puskesmas dalam menerima rujukan dari Posbindu PTM UNNES (Kemenkes RI, 2019a; Kiting et al., 2017). Peserta pelatihan kader Posbindu PTM adalah mahasiswa dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat sebanyak 14 mahasiswa. Waktu pelaksanaan pelatihan selama 3 hari. Materi yang disampaikan pada saat pelatihan kader diantaranya PTM dan faktor risiko, Posbindu PTM dan pelaksanaannya, tahapan 5 meja kegiatan Posbindu PTM.

Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2023-05-01
Implementasi
2023-06-01