Secara administratif Kota Semarang terbagi atas 16 wilayah Kecamatan dan 177 Kelurahan. Luas wilayah Kota Semarang tercatat 373,78 Km2 dengan jumlah penduduk 1.699.588 jiwa. Pada masa pandemi (tahun 2020), kondisi kualitas kesehatan khususnya ibu hamil ibu nifas , bayi dan balita mengalami penurunan meningkatnya kasus kematian ibu dan bayi jumlah ibu hamil resti serta kunjungan bayi balita diposyandu yang juga menurun, masih ada kasus stunting diwilayah kerja puskesmas gayamsari . Inovasi LASKAR CINTA ini sudah ada sejak tahun 2018 tetapi dalam pelaksanaannya belum optimal dan belum termonitor dengan baik. Oleh karena itu, gagasan inovasi ini dikembangkan di bulan Januari 2022. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh:
Harapannya dengan dikembangkan inovasi ini dimana inovasi ini akan terintegrasi dengan kegiatan upaya kesehatan masyarakat yang lainnya dalam hal ini perkesmas dan pisPK sehingga pelaksanaannya akan lebih terpantau dan efektif serta efisien karena tidak terlalu banyak melibatkan banyak petugas dalam 1 kegiatan.
Berbagai permasalahan tersebut memerlukan adanya solusi dan strategi intervensi dini untuk ibu hamil ibu nifas bayi dan balita. Masa pandemi telah mempengaruhi kondisi perekonomian dan menurunkan daya beli masyarakat menyebabkan berkurangnya asupan gizi masyarakat, penurunan status gizi serta penurunan status kesehatan terutama pada ibu hamil bayi dan balita.
Inovasi LASKAR CINTA merupakan Kategori III Ketahanan institusi publik di masa pandemi dan antisipasi di masa pasca pandemi yang dalam hal ini adalah upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita pada peningkatan status gizi ibu hamil dan stimulasi tumbuh kembang balita di masa pandemi
LASKAR CINTA memberikan jawaban dalam pemenuhan pelayanan kesehatan terutama pasca pandemi kepada ibu hamil, nifas bayi dan balita . Di masa pandemi kegiatan-kegiatan penanganan stunting seperti seperti posyandu, kelas ibu hamil dan balita, serta kunjungan ibu hamil ibu nfas terhenti. Melalui LASKAR CINTA Puskesmas Gayamsari melakukan pemantauan pendampingan kunjungan untuk kesehatan ibu hamil nifas bayi balita, dengan berintegrasi dengan kegiatan perkesmas dan pisPK sehingga diharapkan layanan kesehatan akan lebih optimal.
Tujuan dari inovasi LASKAR CINTA ini yaitu:
Manfaat dari adanya inovasi LASKAR CINTA terlihat dari peningkatan capaian kunjungan ANC, peningkatan capaian kinerja ibu dan anak dan gizi pada tahun 2021. Manfaat dari inovasi LASKAR CINTA didapatkan dengan pembiayaan yang diminimalkan karena dilakukan secara kolaboratif petugas KIA, perawat dan gizi dengan melakukan beberapa kegiatan dalam satu waktu.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, baik evaluasi internal dilakukan oleh tim mutu serta ketua UKM Puskesmas Gayamsari melalui rapat kinerja yang dilakukan setiap bulan sejak tahun 2021 dengan cara mengevaluasi capaian ANC terpadu, capaian kinerja KIA menggunakan form kinerja., maupun evaluasi eksternal yang dilakukan Dinas Kesehatan melalui kegiatan supervisi yang dilakukan setiap tahun sekali menggunakan form evaluasi. Evaluasi eksternal juga dilakukan melalui kegiatan FKK yang dihadiri kader kesehatan serta rapat lintas sektor yang dihadiri pemangku wilayah terkait dengan memaparkan capaian kinerja Puskesmas Gayamsari, menghasilkan rekomendasi tindak lanjut penanganan masalah kesehatan KIA oleh dinas Kesehatan Kota Semarang untuk mengoptimalkan kegiatan kolaboratif KIA dengan perkesmas dan pisPK secara berkesinambungan.
LASKAR CINTA meliputi gabungan kegiatan yaitu :
Perbedaan penanganan kasus pelayanan KIA yang secara umum dilakukan Puskesmas lain dengan LASKAR CINTA sebagai berikut:
|
INDIKATOR |
PENANGANAN KIA SECARA UMUM |
INOVASI LASKAR CINTA |
|
Sasaran |
Bumil bufas bayi balita secara umum |
Bumil resti bufas resti bayi balita resti kelas bumil konseling bumil, layanan antar jemput bumil bufas yg tidak ada transportasi sekaligus terintegrasi dengan kegiatan perkesmas dan pisPK |
|
Pemberdayaan |
Petugas Gizi |
Petugas Gizi, Bidan, dokter, Promkes, kader kesehatan, perawat,staf non nakes |
|
Pembiayaan |
BOK |
BOK, swadaya jumat berkah |
|
Kegiatan |
Pendampingan bumil bufas bayi balita,kelas bumil kelas balita konseling, pemberian PMT bumil (KEK, Anemia) |
Pemberian PMT, pemeriksaan antropometri, demonstrasi pengolahan PMT, Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang balita stunting, Edukasi kesehatan ibu hamil dan balita |
Upaya akselerasi penanganan kesehatan ibu dan stunting di masa pandemi diawali dengan pendataan ibu hamil , ibu nifas ditiap wilayah oleh petugas KIA serta pendataan bayi balita oleh petugas Gizi, pendataan hasil IKS masing – masing wilayah oleh binwil Ibu hamil ibu nifas bayi balita kemudian diberi edukasi kesehatan tentang pemenuhan gizi melalui kegiatan Kelas Ibu Hamil dan Ibu Balita serta konseling online, yang sebelumnya hanya melalui pertemuan tatap muka, pada masa pandemi diaktifkan edukasi kesehatan ibu hamil dan balita melalui WA grup ibu dan balita yang sudah terjadwal perwilayah kerja. Penanganan masalah kesehatan KIA yang semula hanya berfokus pada pemantauan pendampingan bumil bufas tatap muka langsung pertumbuhan bayi balita tatap muka langsung, dalam inovasi ini dilakukan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang dengan googleform pada tahun 2021 dan diperkuat dengan intervensi konseling online terjadwal ditahun 2022. Pemberian PMT yang semula hanya dengan pemberian biskuit balita dan edukasi, diperkuat dengan pemberian makanan tambahan setiap hari Jumat pagi melalui dana swadaya. Berbekal PMT dan edukasi yang di berikan melalui online, ibu hamil KEK dan anemia serta bayi dan balita kemudian dilakukan evaluasi status gizi melalui kunjungan rumah dan janji temu dengan petugas KIA , perawat, maupun petugas gizi secara kolaboratif.