Rancang Bangun Inovasi
PANGKAT MAS POLRI
(Upaya Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Dengan Kelompok Asuhan Mandiri)
Dasar Hukum
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional (lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 369, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5643);
Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 193);
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2013 tentang PedomanPelaksanaan dan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat bidang Kesehatan (berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1318);
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Upaya Pengembangan Kesehatan Tradisional melalui Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga dan Keterampilan;
Permenkes Nomor 61 Tahun 2016 Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris
Permasalahan
Selama ini Masyarakat kurang tahu dan tidak gemar menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pemanfaatannya untuk meningkatkan kesehatan, dan masih belum tahu bahwa penyakit - penyakit yang ringan sebenarnya bisa diatasi secara mandiri oleh individu dan keluarga
Isu Strategis
Pendampingan pelayanan kesehatan konvensional untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bersinergi dan terintegrasi
Metode Pembaharuan
Pembentukan Kelompok Asuhan Mandiri
Setelah terbentuk Kelompok Asuhan Mandiri, maka Masyarakat mampu dan mengerti cara mengelola Kesehatan secara mandiri
Keunggulan/Kebaharuan
Mengenalkan kepada masyarakat tentang pelayanan kesehatan tradisional
Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional
Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
Tahapan Inovasi/Penggunaan Produk
Poli BATRA
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan terapi Akupresur untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, membantu mengaktifkan sirkulasi darah, meningkatkan kemampuan kerja syaraf, membantu rileksasi otot otot, dan membantu penyembuhan penyakit, menurunkan tekanan darah tinggi.
PELANGI TOGA/ URBAN FARMING
Penanaman TOGA di lingkungan Puskesmas dan wilayah Puskesmas Lebdosari dimanfaatkan untuk media edukasi manfaat ramuan Tanaman Obat Keluarga / TOGA
PEMBINAAN ASMAN
Melakukan pembinaan terhadap Penyehat Tradisional (HATRA) dan kader Asuhan Mandiri (ASMAN) untuk mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memanfaatkan TOGA dan ketrampilan pijat Tradisional di wilayah kerja Puskesmas Lebdosari.
TERAPI TANAM DAUN SELEDRI
Pelaksanaan Tanam Daun Sledri (Tarik Nafas Dalam dan Rilek untuk Menurunkan Tensi) merupakan bagian kegiatan dari ASMAN (Asuhan Mandiri).
Tujuan Inovasi
Meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola kesehatan secara mandiri
Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam ketrampilan pijat sederhana / Akupresur.
Masyarakat mampu menerapkan terapi Tanam Daun Seledri (Tarik Nafas Dalam dan Rilek untuk Menurunkan Tensi)
Manfaat Inovasi
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
Memandirikan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan dengan TOGA dan pijat akupresur
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan kemampuan pemanfaatan TOGA dan urban farming
Hasil Inovasi
1. Terbentuk kelompok Asuhan Mandiri sebanyak 8 ASMAN di 4 Kelurahan wilayah kerja Puskesmas Lebdosari terdiri dari
Kelurahan Kalibanteng Kulon 2 Kelompok Asuhan Mandiri
Kelurahan Kalibanteng Kidul 3 Kelompok Asuhan Mandiri
Kelurahan Gisikdrono 2 Kelompok Asuhan Mandiri
Kelurahan Tambakharjo 1 Kelompok Asuhan Mandiri
2. Diterapkan terapi Tanam Daun Seledri untuk pasien hipertensi
3. Terbentuknya Taman TOGA dan URBAN FARMING