Memuat…
PUSKESMAS ROWOSARI
Detail Inovasi OPD

SIP SEMOC (Optimalisasi Pemantauan Kesehatan Ibu Hamil dengan Self Monitoring Antenatal Care (SEMOC) Application)

Klik gambar untuk tampilan penuh
Rancang Bangun & Perubahan

DASAR HUKUM

  • Undang – Undang Nomor 59 Tahun 2024 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025 – 2045.
  • Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 tentang  Pencapaian Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
  • Peraturan Daerah Kota Semarang tahun 2021 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) tahun 2021 - 2026
  • Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan nomor 440/183.A tentang Penetapan Inovasi di UPTD Puskesmas Se-Kota Semarang.
  • Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Rowosari Nomor 021/SK/III/2023 tentang Tim Inovasi SIP SEMOC

RPJPN Tahun 2025-2045 yang ditetapkan melalui Undang-Undang No.59 Tahun 2024 memiliki tujuan utama mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 yang disusun dengan mempertimbangkan aspek Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang pencapaian pelaksanaannya telah dituangkan dalam Peraturan presiden Nomor 111 Tahun 2022.

Salah satu agenda SDGs adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) < 70>Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, diantaranya mengatur pelayanan Kesehatan ibu hamil yang sering disebut Antenatal Care (ANC) terpadu. ANC terpadu minimal dilakukan sebanyak 6x selama periode kehamilan (2x pemeriksaan oleh dokter dan 4x pemeriksaan oleh bidan). Pemeriksaan yang dilakukan dapat mendeteksi dini ibu hamil dengan resiko tinggi sehingga terhindar dari 3T (Terlambat mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat mendapatkan penanganan medis) yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. ANC terpadu kerap kali belum optimal sehingga perlu adanya inovasi yang relevan dengan perkembangan era digitalisasi saat ini.

 PERMASALAHAN

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2022 adalah 207 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini melebihi target rencana strategis (Renstra) yang ditetapkan sebesar 190 per 100.000 kelahiran hidup. Di Kota Semarang terdapat 16 kasus kematian ibu pada tahun 2022 dimana 2 kasus kematian tersebut terjadi di wilayah kerja Puskesmas Rowosari (kasus paling banyak kedua di Kota Semarang setelah Puskesmas Bandarharjo).

Outcome yang diharapkan :

1. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sesuai target RPJMD Kota Semarang 2021-2026 yaitu 17,31 per 100.000 kelahiran hidup

2. Penurunan kasus kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Rowosari menjadi 0 (nol) kasus pada tahun 2025

3. Semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari 100% didata dan didampingi oleh Puskesmas dengan kolaborasi lintas sektor.

Output yang diharapkan :

1. Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Poli KIA meningkat >10%

2. Pelayanan Antenatal Care (ANC) terpadu oleh Dokter umum, Dokter Gigi, Bidan dan Nutrisionis Puskesmas meningkat 100%

3. Peningkatan deteksi dini dan intervensi ibu hamil resiko tinggi, ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan ibu hamil anemia >30%

4. Pendataan mandiri ibu hamil melalui koordinasi pihak lintas sektor 1 kali setiap bulan

 ISU STRATEGIS

  • SDG’s (Sustainable Development Goals), salah satu agendanya adalah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) < 70>
  • RPJPN Tahun 2025 – 2045 yang dituangkan dalam Undang – Undang Nomor 59 Tahun 2024, Salah satu sasaran indikator capaian Transformasi Sosial dalam Asta Cita ke 4 bidang kesehatan yaitu Angka Kematian lbu 16 per 100.000 KH pada tahun 2045
  • Hubungan inovasi dengan Asta Cita dan Program Prioritas Presiden, inovasi SIP SEMOC selaras dengan Misi Asta Cita ke 4 tentang memperkuat Sistem Kesehatan Nasional dengan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil dan merata melalui peningkatan sarana dan prasarana serta Program Prioritas Presiden yaitu pelayanan kesehatan untuk rakyat.  Inovasi ini meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya ibu hamil dengan meningkatan kualitas pemantauan kesehatan ibu hamil secara kolaboratif ditunjang oleh media digital yang efektif. Ibu hamil resiko tinggi, KEK dan anemia dapat dideteksi dini dan mendapat akses layanan kesehatan lebih mudah dan komprehensif melalui SEMOC App. Ibu dan janin sehat dapat pula menurunkan resiko stunting pada anak di kemudian hari.
  • Peraturan Daerah Kota Semarang tahun 2021 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) tahun 2021 – 2026 tentang target Angka Kematian Ibu tahun 2026 yaitu 71.3 per 100.00 Kelahiran hidup
  • Tranformasi Teknologi, globalisasi yang terjadi saat ini salah satunya ditandai dengan kecepatan arus informasi digital yang tidak dapat dilepaskan oleh pengaruh besar teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi serta memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien dan tenaga kesehatan.

 METODE PEMBAHARUAN

Inovasi ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan kasus kematian ibu di wilayah Puskesmas Rowosari dengan meningkatkan peran aktif ibu hamil dan tenaga kesehatan dalam pelayanan ANC dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dan praktis serta peningkatan kolaborasi lintas sektor dalam pendataan ibu hamil dengan metode pembaharuan yaitu :

No

Indikator

Sebelum inovasi

Setelah Inovasi

Pembaharuan

2022

SIP SEMOC (2023)

DUA SEJOLI (2024)

1

Pelaksanaan ANC terpadu

ANC terpadu belum optimal sesuai standar

Inovasi SIP SEMOC (Optimalisasi Pemantauan Ibu hamil dengan Self Monitoring Antenatal Care Application)

Pengembangan SIP SEMOC menjadi DUA SEJOLI

(Dukungan Antenatal dengan Semoc App Join Linsek)

2

Tenaga Kesehatan yang terlibat dalam ANC terpadu

  • Bidan (standby di ruang KIA)
  • Dokter umum, dokter gigi, analis lab (rujuk internal)
  • Bidan dan dokter umum (stand by di ruang KIA)
  • Dokter gigi, analis lab, nutrisionis (rujuk internal)
  • Bidan dan dokter umum (stand by di ruang KIA)
  • Dokter gigi, analis lab, nutrisionis (rujuk internal)
  • Psikolog RSJD Amino Gondohutomo (telekonsultasi)

3

Cara pelayanan

Tatap muka (offline)

Tatap muka dan online via Semoc App

Tatap muka dan online via Semoc App

4

Jenis Pelayanan

10 T

10 T dan pemeriksaan USG

10 T, pemeriksaan USG, skrining jiwa

5

Waktu Pelayanan

1 – 2 jam

1 jam, fleksibel

1 jam, fleksibel

6

Konsultasi

Tatap muka (offline)

Tatap muka dan online via Semoc App

Tatap muka dan online via Semoc App

7

Pencatatan hasil pemeriksaan

Buku KIA dan SIMPUS oleh nakes

Buku KIA dan SIMPUS oleh nakes, Semoc App oleh ibu hamil

Buku KIA dan SIMPUS oleh nakes, Semoc App oleh ibu hamil

8

Ketersediaan media pemantauan Kesehatan ibu hamil

Buku KIA dari Dinas Kesehatan, gratis

Online mengakses web sipsemoc-app.my.id pada browser hp maupun PC, gratis

Online mengakses web sipsemoc-app.my.id pada browser hp maupun PC, gratis dan googleform bit.ly/Dua_Sejoli

9

Penjadwalan Kontrol

Manual di buku KIA dan tidak spesifik

Manual di buku KIA dan penjadwalan di Semoc App secara spesifik tanggal kontrolnya sebagai pengingat

Manual di buku KIA dan penjadwalan di Semoc App secara spesifik tanggal kontrolnya sebagai pengingat

10

Monitoring minum tablet tambah darah selama 90x minum

Manual Buku KIA oleh ibu hamil (sering tidak terisi)

Digital melalu Semoc App oleh ibu hamil dan ada rekapitulasinya

Digital melalu Semoc App oleh ibu hamil dan ada rekapitulasinya

11

Deteksi dini ibu hamil KEK, Anemia dan hamil resiko tinggi

Manual oleh nakes

Digital otomatis pada Semoc App, diketahui oleh ibu hamil dan nakes

Digital otomatis pada Semoc App, diketahui oleh ibu hamil dan nakes

12

Informasi dan edukasi Kesehatan ibu hamil

Buku KIA

Digital pada Semoc App

Digital pada Semoc App

13

Dukungan lintas sektor dalam mendata ibu hamil

Kader Kesehatan secara manual

Kader Kesehatan secara manual

Distribusi googleform oleh kader, pihak kecamatan dan kelurahan 1x sebulan untuk diisi oleh ibu hamil secara mandiri (terutaama ibu hamil baru)

14

Pendampingan oleh Dokter Sp.OG

Tidak

Ada namun tidak rutin

Ada, rutin setiap bulan terutama untuk pemantauan ibu hamil risti

 KEUNGGULAN DAN KEBARUAN

Inovasi SIP SEMOC menghadirkan kebaruan dalam sistem pemantauan kesehatan ibu hamil di Puskesmas Rowosari dengan metode digital yang praktis, implementatif dan kolaboratif. Sebelumnya sudah banyak aplikasi yang dipakai oleh Bidan untuk pencatatan dan pelaporan data ibu hamil, baik dari Kemenkes maupun Dinkes Kota Semarang, namun belum ada aplikasi yang dapat digunakan ibu hamil untuk membuat e-rekam medisnya sendiri yang sesuai dengan standar buku KIA.

SEMOC app (Self Monitoring Antenatal Care Application) dapat digunakan sebagai pendamping buku KIA menggunakan handphone, selain untuk mencatat hasil pemeriksaan guna meningkatkan kesadaran akan kondisi kehamilannya, terdapat menu konsultasi online gratis 24 jam oleh dokter umum, dokter gigi, bidan dan nutrisionis dengan respon cepat karena SEMOC app terhubung ke whatsapp nakes. Puskesmas Rowosari juga memfasilitasi layanan kesehatan mental dengan telekonsultasi Psikolog gratis dari RSJD Amino Gondohutomo melalui SEMOC app, dimana belum ada pelayanan Psikolog di Puskesmas lain se-Kota Semarang.

Inovasi SIP SEMOC dilakukan monitoring dan evaluasi serta perbaikan sehingga berkembang menjadi inovasi DUA SEJOLI pada tahun 2024 dengan adanya penambahan kolaborsi lintas sektor dalam pendataan ibu hamil. Pendataan dilakukan oleh Kecamatan, Kelurahan, kader dan jejaring pada tanggal 2 (dua) setiap bulan melalui distribusi googleform yang kemudian diisi mandiri oleh ibu hamil sehingga lebih akurat dan efektif dimana sebelumnya data didapatkan dari Poli KIA dan kader secara manual dan periodic.

Bentuk keunggulan dan kebaruan inovasi SIP SEMOC dengan media digital sejenis yang digunakan pada program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) antara lain ditunjukkan dengan tabel komparasi sebagai berikut :

NO

Indikator

SIP SEMOC

Gaspol, E-kohort, EPPBGM, ASIK

Elsimil

Teman Bunda

1

Provider

Puskesmas Rowosari

Kemenkes

BKKBN

Dinkes Kota Semarang

2

Teknologi

Website Semoc App

Website Gaspol, E-kohort, EPPBGM, ASIK

Aplikasi Elsimil

Aplikasi Teman Bunda

3

Akses

Browser (google)

Browser (google)

Playstore

Playstore

4

Fungsi

Pencatatan, konsultasi dan edukasi

Pencatatan dan Pelaporan

Pencatatan dan Pelaporan

Informasi dan edukasi

5

User

Ibu Hamil, Medis, Paramedis, Ahli gizi dan Psikolog

Medis, Paramedis, Kemenkes dan Dinkes

Kader Posyandu, BKKBN

Ibu Hamil dan medis/paramedis

6

Komunikasi

Dapat dilakukan 2 arah (ibu hamil dan nakes)

1 arah (pencatatan dan pelaporan Puskesmas kepada Kemenkes)

1 arah (pencatatan dan pelaporan kader posyandu kepada BKKBN)

1 arah (ibu hamil membaca informasi dan edukasi di aplikasi)

7

Integrasi

Inovasi Kopi 93 (Konsultasi oline Psikolog) RSJD Amino Gondohutomo

Tidak ada integrasi

Tidak ada integrasi

Terintegrasi data web Gaspol

8

Kolaborasi

Puskesmas dan Lintas Sektor (Kecamatan, Kelurahan, Kader, Klinik dan Dokter Jejaring)

Diinput oleh Puskesmas saja

Kader Posyandu, Puskesmas dan BKKBN

Diinput oleh Dinkes Kota Semarang

 

 TAHAPAN INOVASI

  1. Inisiasi ide inovasi dan pembuatan dokumen pendukung.
  2. Pembuatan aplikasi SEMOC app dan dilakukan uji coba 3 bulan.
  3. Melakukan penerapan inovas meliputi pemeriksaan, pemantauan dan penanganan kasus melalui inovasi “SIP SEMOC” (Optimalisasi Pemantauan Ibu Hamil dengan Self Monitoring Antenatal Care (Semoc) Application)
    • Pemeriksaan : Ibu hamil mendapatkan pelayanan ANC terpadu di Puskesmas lalu mendokumentasikan pemeriksaan secara mandiri pada SEMOC app.
    • Pemantauan : Ibu hamil mengakses menu SEMOC app berupa pemantauan minum tablet tambah darah, edukasi dan telekonsultasi gratis dokter umum, dokter gigi, nutrisionis Puskesmas dan Psikolog RSJD Amino Gondohutomo
    • Penanganan kasus : nakes mendata dan mendampingi ibu hamil terutama ibu hamil resiko tinggi, kurang energi kronik (KEK) dan anemia.
  4. Evaluasi inovasi “SIP SEMOC” pada kasus kematian ibu yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Rowosari
  5. Inovasi “DUA SEJOLI” (Dukungan Anc dengan Semoc app Join Lintas sektor) pengembangan dari inovasi “SIP SEMOC” dengan penambahan metode kolaboratif dan pemberdayaan Masyarakat yaitu dengan cara lintas sektor mendistribusikan link googleform pada grup whatshapp untuk mendata ibu hamil di wilayah kerjanya pada tanggal 2 setiap bulan .

Standar Operasional Prosedur (SOP) Inovasi, https://drive.google.com/file/d/16rlIOIySjUfygr2Rt0wJzq36dWytZ4Tm/view?usp=sharing

 

 

 

Tujuan Inovasi

Inovasi SIP SEMOC bertujuan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk mengurangi AKI menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030 dan target capaian AKI Kota Semarang 71.3 per 100.000 KH pada tahun 2026.

Manfaat Inovasi
  1. Angka Kematian Ibu (AKI) sesuai target RPJMD Kota Semarang pada 2021-2026 yaitu 71,3 per 100.000 kelahiran hidup
  2. Kasus kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Rowosari menjadi 0 (nol) kasus pada tahun 2025
  3. Semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari 100% didata dan didampingi oleh Puskesmas dengan kolaborasi lintas sektor.
Hasil Inovasi
  1. Angka Kematian Ibu (AKI) sesuai target RPJMD Kota Semarang pada 2021-2026 yaitu 71,3 per 100.000 kelahiran hidup
  2. Kasus kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Rowosari menjadi 0 (nol) kasus pada tahun 2025
  3. Semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari 100% didata dan didampingi oleh Puskesmas dengan kolaborasi lintas sektor.
Tahapan
Penerapan
Uji Coba
2023-03-30
Implementasi
2023-07-01