Berdasarkan Peraturan Walikota Semarang Nomor 80 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kota Semarang salah satu jenis pelayanan adalah pelayanan kesehatan pada usia produktif dengan skrining kesehatan SARANIN dan IVA untuk mendeteksi penyakit tidak menular kanker leher rahim dan kanker payudara. Inovasi DIVA SEMARANG merupakan program deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara bagi seluruh warga di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol Kota Semarang. Inovasi ini berdampak signifikan pada RB Tematik khususnya pengentasan kemiskinan (kesehatan) karena jika sudah sakit masyarakat akan terbebani biaya transportasi saat pengobatan dan perawatan, kualtas hidup yang tidak baik akan mempengaruhi kualitas pekerjaan yang akan berdampak pada pendapatan keluarga, ibu juga merupakan tiang keluarga jika ibu sakit tentu akan mempengaruhi kondisi Kesehatan keluarga.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk. Prevalensi kanker tertinggi terdapat di DI Yogyakarta (4,1%), diikuti Jawa Tengah (2,1%), Bali (2%), Bengkulu, dan DKI Jakarta masing-masing 1,9 per mil. Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher Rahim. Berdasarkan estimasi Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, insidens kanker di Indonesia 134 per 100.000 penduduk dengan insidens tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara sebesar 40 per 100.000 diikuti dengan kanker leher rahim 17 per 100.000 dan kanker kolorektal 10 per100.000 perempuan. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit 2010, kasus rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7%), kanker leher rahim 5.349 kasus (12,8%), cakupan skrining masih rendah (8.29%) dan baru 45% puskesmas melakukan deteksi dini kanker dengan 70% kasus kanker datang pada stadium lanjut (SIRS 2015). Jumlah kasus kanker leher rahim di Jawa Tengah bervariasi. Pada tahun 2015-2017, terdapat sekitar 654 kasus kanker payudara dan 749 kasus kanker leher rahim di Jawa Tengah (Sihanari, 2018). Selain itu, estimasi jumlah penderita kanker leher rahim di Jawa Tengah pada tahun 2013 sebanyak 19.734 kasus (Izza, 2022). Mengutip data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, jumlah penderita kanker mulut rahim dan kanker payudara di Jateng menunjukkan tren meningkat. Pada 2021, penderita kanker payudara mencapai 8.287 orang, sedangkan pada 2022 mencapai 10.530 orang. Jumlah ini menunjukan kenaikan 27 persen. Sedangkan jumlah penderita kanker mulut rahim atau serviks sebanyak 1.545 kasus, dan pada 2022 menjadi 2.444 kasus atau meningkat 57,9 persen (Portal Jateng, 2023). Di Kota Semarang, data dari Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang tercatat penderita Kanker Payudara mencapai 3.590 kasus, dengan rincian 16 kasus pada laki-laki dan 3.574 kasus pada perempuan. Temuan kasus kanker payudara ini meningkat dari tahun lalu dari 2.498 kasus. Disusul dengan data kanker serviks tahun 2018 yang mencapai 406 kasus, kanker hati 108 kasus dan kanker paru-paru 182 kasus (DKK, 2019). Berdasarkan data penilaian kinerja puskesmas (PKP) Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2022 Deteksi Dini Kanker leher Rahim dan payudara menunjukkan bahwa dari 12.732 perempuan 276 menunjukkan hasil IVA positif, 62 perempuan curiga kanker, dan 182 perempuan menunjukkan ada kelainan ginekologi lain.
Bentuk kebaruan dari inovasi DIVA SEMARANG adalah penggunaan aplikasi barcode link RASA MANIS di Poncol, Konsul telemedician TeledoIVA ke SP.OG Sub Spesialis Onkologi dan kolaborasi Lintas Sektor, pihak swasta, LAPAS, LSM FKPB, Dharma Wanita Persatuan , instansi perguruan tinggi dan masyarakat untuk saling mendukung semua WUS melakukan IVA SADANIS dengan sasaran lebih luas serta waktu kegiatan lebih fleksibel. Inovasi DIVA SEMARANG diimplementasikan melalui kegiatan meliputi pelayanan dalam gedung RASA MANIS di Poncol (Rabu Sabtu Mampir IVA SADANIS di Poncol), IVA SADANIS Mobile, sosialisasi dan edukasi ke Masyarakat dan lintas sektor, koordinasi dan penggalangan komitmen lntas sektor, swasta, PT, PKK,Kader, Dharma Wanita, dan Lapas. Program Deteksi Kanker Leher Rahim Payudara di Puskesmas Poncol berhasil melalui inovasi DIVA SEMARANG dibuktikan dengan meningkatnya pencapaian IVA SADANIS tahun 2022 periode Juni s/d Desember sebesar 318 dengan persentase 197 ?ri sasaran 161 WUS. Tahun 2023 sebesar 535 dengan persentase pencapaian 190 ?ri sasaran tahunan 281 WUS.
DIVA SEMARANG sangat tepat digunakan untuk menjawab persoalan dan menjadi solusi percepatan tercapainya target penanggulangan kanker leher rahim dan kanker payudara yang sangat mungkin untuk direplikasi. Terbukti Puskesmas Miroto Kota Semarang melakukan replikasi terhadap inovasi DIVA SEMARANG. Sumber daya yang mendukung berjalannya inovasi DIVA SEMARANG yaitu: sumber daya keuangan, sumber daya manusia, metode dan Peralatan atau material. Dalam rangka untuk menjamin keberlanjutan inovasi DIVA SEMARANG dilaksanakan strategi institusional, manajerial dan sosial.
Tahapan inovasi di awali dengan penggalangan komitmen, koordinasi dan kolaborasi di Puskesmas yang tergabung dalam Tim IVA SADANIS; Penggalangan komitmen lintas sektor (pkk kelurahan, kecamatan), pihak swasta(Cito Indrapasta dan IBL Imam Bonjol) Lembaga Pemasyarakatan Perempuan, LSM FKPB, Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian Kota Semarang, instansi perguruan tinggi (UNISSULA) dan masyarakat oleh Puskesmas Poncol; Koordinasi dan Kolaborasi dengan Kelurahan, Dharma Wanita, instansi/Lembaga pemerintahan serta Lembaga Pemasyarakatan Perempuan; Koordinasi dan kolaborasi data dengan laboratorium Cito Indrapasta dan IBL Imam Bonjol terkait: laporan wanita usia subur yang melakukan deteksi kanker servik dan kanker payudara dengan papsmear dan rujukan papsmear jika pemeriksaan IVA Test sambungan skuamosa kolumnar tidak tampak; RASA MANIS di Poncol merupakan akronim dari Rabu Sabtu Mampir ivA sadaNIS di Poncol, tersedianya jadwal pelayanan dan konseling khusus deteksi IVA dan SADANIS dengan sistem pendaftaran online menggunakan barcode atau link pendaftaran. Kegiatan inovasi terakhir adalah Pemeriksaan IVA SADANIS Mobile, tersedianya layanan pemeriksaan IVA SADANIS diluar Puskesmas, kegiatan dilaksanakan secara Mobile ke instansi/ lembaga dan kelurahan wilayah kerja Puskesmas sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Inovasi ini bertujuan untuk 1) meningkatkan capaian deteksi dini kanker leher Rahim dan kanker payudara dengan IVA SADANIS pada Wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun di Kota Semarang sehingga tercapai 40 % target Rencana Strategis Kota Semarang terkait pelayanan IVA dan SADANIS dengan sasaran 24.461 wanita usia subur pada tahun 2024; 2) meningkatkan jumlah penemuan IVA SADANIS positif; 3) peningkatan jumlah IVA SADANIS Positif yang ditindak lanjuti; 4) peningkatan jumlah konsultasi TeleDoIVA ke SpOG; 5) peningkatan edukasi kanker leher Rahim dan kanker payudara. Inovasi DIVA SEMARANG memberikan kontribusi yang sangat signifikan pada pencapaian program penanggulangan kanker leher rahim dan kanker payudara dengan indikator capaian IVA SADANIS UPTD Puskesmas Poncol Kota Semarang. Pencapaian IVA SADANIS tahun 2021 sebanyak 26 WUS, pencapaian tahun 2022 periode Januari s/d Mei 32 WUS dengan persentase 27,8 ?ri sasaran bulan berjalan 115 WUS. Seteleh inovasi DIVA SEMARANG dilaksanakan, pencapaian IVA SADANIS tahun 2022 periode Juni s/d Desember sebesar 318 WUS dengan persentase 197 ?ri sasaran bulan berjalan 161 WUS. Tahun 2023 sebesar 535 WUS dengan persentase pencapaian 190 dari sasaran tahunan 281 WUS sangat ditentukan oleh adanya intervensi dari inovasi DIVA SEMARANG.
Manfaat yang sangat luas di bidang Kesehatan. Wanita usia subur dapat dengan dini mendeteksi kanker leher Rahim dan kanker payudara sehingga penyakit yang di derita lebih cepat tertangani dan tingkat kesembuhan menjadi lebih tinggi. Dengan demikian angka harapan hidup di Kota Semarang meningkat dari 77,23 tahun 2018 menjadi 77,70 tahun 2023.
Pencapaian Deteksi Dini CA MAMMAE dan CA Serviks berhasil melalui inovasi DIVA SEMARANG dibuktikan dengan meningkatnya jumlah Perempuan yang mengikuti deteksi dini IVA SADANIS (capaian Tahun 2020: 26 wus, 2021: 0, dan capaian di Tahun 2023 190 %). Hal ini setara dengan strategi global untuk eliminasi kanker leher Rahim tahun 2030 yaitu 70 % perempuan dideteksi dini menggunakan tes performa tinggi pada usia 35 tahun dan 45 tahun. Jumlah IVA positif dan ditindaklanjuti meningkat dari tahun 2020 sebanyak 2 WUS meningkat pada tahun 2023 sebanyak 15 wanita usia subur. Jumlah Wanita usia subur yang ditemukan benjolan payudara ada tahun 2020 sebanyak 0 wus dan meningkat pada tahun 2023 sebanyak 7 wanita usia subur. Konsultasi telemedician TeledoIVA ke SpOG, sub spesialis Onkologi yang awalnya 0 meningkat menjadi 20 pada tahun 2023. Penggunaan barcode/link edukasi dan pendaftaran kanker leher Rahim, kanker payudara, IVA SADANIS mengalami perubahan dari tahun 2020 yang belum ada, menjadi 70 wanita usia subur pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 110 pengisian pada tahun 2023.