Merujuk pada Undang-Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, dan Standar Nasional Perpustakaan Kabupaten/Kota nomor 12 tahun 2017, Perpustakaan Kota Semarang bertanggung jawab atas penyelenggaraan perpustakaan di tingkat Kota Semarang sebagai bagian dari kota metropolitan. Masalah yang teridentifikasi di tingkat perkotaan, khususnya di Kota Semarang, adalah tingginya penerapan teknologi informasi di kalangan masyarakat, terutama terkait penetrasi penggunaan media informasi. Oleh karena itu, Perpustakaan Kota Semarang perlu melakukan pembenahan dan adaptasi dengan keadaan dan situasi terkini. Didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33), Perda tentang APBD Kota Semarang dari tahun 2022 dan 2023 Perpustakaan terus melakukan inovasi.
Permasalahan yang dihadapi sekarang adalah belum optimalnya pengunjung Perpustakaan Kota Semarang secara offline dikarenakan pengunjung harus meluangkan waktu dan tenaga serta biaya untuk dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan secara konvensional. Hal ini bisa berdampak pada kemunduran tingkat gemar membaca di Kota Semarang. Selain itu permasalahan gedung perpustakaan yang masih terbatas juga menjadi hal yang mendasar karena buku secara tercetak membutuhkan tempat yang cukup luas untuk penyimpanan. Seiring dengan perubahan teknologi, ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah materi yang tersedia dalam bentuk digital. Buku, jurnal, makalah, dan sumber daya informasi lainnya semakin banyak tersedia dalam format elektronik. Perpustakaan juga diharapkan dapat menyediakan koleksi ini sehingga dapat dengan mudah diakses dan dibagikan kepada pengguna di mana saja, kapan saja.
Berdasarkan problematika tersebut Pemerintah Kota Semarang berkomitmen dalam penyediaan Perpustakaan yang dapat mengatasi tantangan tersebut. Inovasi perpustakaan digital menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan bacaan masyarakat serta meningkatkan literasi masyarakat, beberapa alternatif perpustakaan digital yang dikembangkan adalah sebagai berikut. Pengadaan bahan bacaan buku berbagai kategori, pengadaan jurnal-jurnal nasional dan internasional, pengadaan video-video literasi.
Perpustakaan digital Si Booky menyediakan banyak bahan bacaaan yang dapat diakses oleh masyarakat. Bahan bacaan yang disediakan oleh Si Booky adalah sebagai berikut. Bahan bacaan buku dengan jumlah lebih dari 3800 judul dari beragam kategori. Bahan bacaan jurnal dengan jumlah 170 judul dan tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Video literasi dari berbagai kategori yang menarik lebih dari 360 video. Video pembelajaran bagi siswa-siswi untuk dapat belajar dengan cara baru yang atraktif. Serta Video Digital Storytelling SIBUCA (Si Buku Bercerita) yang menyediakan video cerita dari buku dilengkapi dengan suara dari seorang storyteller serta penambahan bahasa isyarat. Seluruh bahan bacaan dan penunjang literasi masyarakat ini dapat diakses secara bebas dan gratis oleh masyarakat dimanapun berada.
Sebelum adanya perpustakaan digital Si Booky, kunjungan ke perpustakaan secara offline masih belum optimal sehingga pemanfaatan koleksi di perpustakaan oleh masyarakat juga belum optimal. Tersedianya Perpustakaan Digital Sibooky dapat meningkatkan kunjungan pemustaka ke perpustakaan secara digital (kunjungan offline tahun 2022 sebesar 79.670, sedangkan kunjungan online tahun 2022 sebesar 652.087 dimana angka ini meningkat dari tahun sebelumnya (2021) sebesar 341.405. Nilai ini meningkat kembali di tahun 2023, dimana jumlah kunjungan online mencapai angka 1.177.232. Menyediakan Buku Digital kepada masyarakat yang dapat diakses secara gratis sebanyak 3814. Menyediakan Video Pembelajaran yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 39 video. Menyediakan Video Literasi yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 368 video. Menyediakan Video Digital Story Telling yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 7 video. Menyediakan Jurnal Digital yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 170 judul. Menjaring anggota perpustakaan sebanyak 16.339 orang.
Tujuan inovasi dari aplikasi Sibooky adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat dengan menyediakan koleksi-koleksi digital baik buku digital, video pembelajaran, maupun video literasi sehingga dapat dengan mudah di akses dimana saja kapan saja oleh masyarakat gratis..
Inovasi bermanfaat bagi masyarakat diantaranya :
1. Mempermudah akses koleksi-koleksi digital perpustakaan secara daring menggunakan website Sibooky atau aplikasi Sibooky berbasis android.
2. Memberikan koleksi-koleksi yang beragam baik buku, jurnal, video, berita, dan lain-lain kepada masyarakat secara gratis dan bisa diakses dimanapun kapanpun.
3. Meningkatkan kunjungan pemustaka ke perpustakaan secara digital (kunjungan offline tahun 2022 sebesar 79.670, sedangkan kunjungan online tahun 2022 sebesar 652.087 dimana angka ini meningkat dari tahun sebelumnya (2021) sebesar 341.405. Nilai ini meningkat kembali di tahun 2023, dimana jumlah kunjungan online mencapai angka 1.177.232.
Hasil dari inovasi berupa aplikasi Perpustakaan Digital Sibooky :
1. Meningkatkan kunjungan pemustaka ke perpustakaan secara digital (kunjungan offline tahun 2022 sebesar 79.670, sedangkan kunjungan online tahun 2022 sebesar 652.087 dimana angka ini meningkat dari tahun sebelumnya (2021) sebesar 341.405. Nilai ini meningkat kembali di tahun 2023, dimana jumlah kunjungan online mencapai angka 1.177.232.
2. Menyediakan Buku Digital kepada masyarakat yang dapat diakses secara gratis sebanyak 3814.
3. Menyediakan Video Pembelajaran yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 39 video.
4. Menyediakan Video Literasi yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 368 video.
5. Menyediakan Video Digital Story Telling yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 7 video.
6. Menyediakan Jurnal Digital yang dapat diakses masyarakat secara gratis sebanyak 170 judul.
7. Menjaring anggota perpustakaan sebanyak 16.339 orang.